http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=39831


RI Pesan 12 Kapal Selam
(08 Sep 2007, 58 x , Komentar) 
Australia Dingin Tanggapi Kerja Sama Militer RI-Rusia

JAKARTA -- Tawaran paket senjata yang dibawa Presiden Rusia Vladimir Putin ke 
Jakarta akan menjadi jawaban atas lemahnya pertahanan Indonesia. Salah satu 
mesin tempur yang diprioritaskan oleh militer Indonesia adalah kapal selam 
canggih jenis Kilo Class.Dengan mempunyai kapal selam itu, diyakini kekuatan RI 
disegani di kawasan Asia Pasifik.

Kepala Dinas Penerangan TNI-AL Laksma TNI Sugeng Darmawan mengungkapkan, TNI 
Angkatan Laut berencana membeli 12 kapal selam dari Rusia. Rencana itu bagian 
dari proyek senjata hingga 2024. Dua di antara kapal yang dipesan itu termasuk 
dalam paket pembelian senjata senilai USD 1 miliar yang telah diteken Presiden 
SBY. 

Dijelaskan Sugeng, kapal selam merupakan alat strategis untuk mengamankan 
wilayah perairan. Di wilayah timur Indonesia, katanya, perairannya dalam dan 
terbuka sehingga memungkinkan kapal-kapal asing, termasuk kapal selamnya, 
memasuki wilayah Indonesia. "Saya kira, kalau kita mempunyai kapal selam yang 
cukup banyak, negara-negara lain akan memperhitungkan kekuatan kita," ujarnya. 

Saat ini, TNI-AL memiliki dua kapal selam eks Jerman Timur, yakni KRI Cakra dan 
KRI Nenggala. Cakra dibuat pada 25 November 1977 dan bergabung dalam jajaran 
Kapal Republik Indonesia (KRI) pada 19 Maret 1981. 

Nenggala dibuat pada 14 Maret 1978 dan mulai bergabung dalam jajaran KRI pada 6 
Juli 1981. Nenggala ditempatkan di Pangkalan Komando Armada TNI-AL Wilayah 
Timur dan masih dapat dioperasikan walaupun sedang menjalani perawatan.

Fungsi kapal selam bagi TNI-AL sangat vital. Bahkan, pada saat latihan perang 
Armada Jaya XXV pada 2005, satu kapal selam asing diketahui membayang-bayangi 
di perairan Sulawesi.

Di laut terdapat lapisan yang menyulitkan pendeteksian adanya kapal selam. 
Kapal selam yang merasa sudah terdeteksi bisa pindah ke lapisan lebih dalam 
sehingga TNI-AL kehilangan jejaknya. 

Adanya kapal selam yang mengikuti latihan tempur TNI-AL itu memang sudah biasa 
terjadi. "Bahkan, bisa dikatakan, setiap latihan kami diikuti kapal selam," 
ujarnya. Kepala selam itu, kata dia, diketahui dari pantulan sonar.

Sejumlah anggota DPR juga antusias dengan tawaran Putin. Anggota Komisi I 
(Bidang Pertahanan dan Militer) DPR Deddy Djamaluddin Malik meminta Dephan 
segera membentuk tim untuk mengawasi pengadaannya. Dia menginginkan Dephan 
memprioritaskan kapal selam. 

"Harus ditindaklanjuti dengan profesional. Kapal selam, misalnya. Itu sangat 
penting untuk mengamankan perairan Indonesia, terutama di batas-batas terluar," 
katanya kemarin. Politikus PAN itu menilai, langkah Dephan memilih kapal selam 
jenis kilo sudah tepat. 

Itu merupakan kapal selam diesel Rusia yang berteknologi paling senyap. "Tapi, 
tetap harus dicek lagi bagaimana spesifikasinya, sesuai perjanjian atau tidak. 
Jangan sampai kita membeli kucing dalam karung, harus fungsional," kata Deddy, 
yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat. 

Selama ini, kata dia, persenjataan yang menjadi prioritas seakan-akan hanya 
untuk TNI Angkatan Darat. "Jangan sampai muncul kesenjangan. Apalagi dalam 
kondisi anggaran pertahanan yang terbatas seperti sekarang," ujarnya. 

Dihubungi secara terpisah, Kepala Biro Humas Departemen Pertahanan Brigjen TNI 
Edy Butar-Butar menjelaskan, negosiasi pengadaan sekarang berada di tangan 
Departemen Keuangan. "Untuk urusan keuangan, kan memang di sana," katanya malam 
tadi. 

Menurut mantan atase pertahanan untuk Papua Nugini itu, pengadaan senjata 
menggunakan state kredit Rusia dan dilakukan secara bertahap. "Tidak bisa 
sekaligus," katanya.

Reaksi Australia 
Langkah Indonesia membeli senjata dari Rusia ditanggapi dingin Menlu Australia 
Alexander Downer. Menurut dia, keputusan Indonesia membeli persenjataan modern 
tidak menjadi ancaman bagi negerinya. 

Downer menganggap, sudah saatnya Indonesia memperkuat perlengkapan militer yang 
mulai tua dan lemah. "Tidak masalah karena Australia juga berencana membeli 
senjata dari Eropa dan Amerika Serikat," katanya. 

Menurut Downer, cara pandang yang digunakan berbeda dengan saat Perang Dingin. 
"Saya tidak berpikir bahwa Uni Sovyet (sebelum pecah dan menjadi banyak negara, 
salah satu di antaranya Rusia) tengah mengembangkan wilayah strategis. Saya 
hanya memikirkan jenis perlengkapan yang dijual Rusia. Rupanya, perlengkapan 
itu cukup bagus," jelasnya. 

Presiden Putin saat bertransaksi senjata itu menjelaskan bahwa tidak ada alasan 
untuk tidak menjual senjata ke Indonesia. "Ini semua transaksi yang legal dan 
terbuka. Ini tidak akan mengakibatkan efek negatif pada dunia," tegasnya. 

Walaupun pemerintah Australia dingin, Hugh White, kepala Pusat Studi Strategis 
dan Pertahanan Australian National University, menyatakan bahwa pembelian kapal 
selam itu akan memberikan "komplikasi signifikan" kepada perencanaan AL 
Australia. Langkah tersebut dinilai menjadi pantulan atas ancaman nyata kepada 
kapal perang Australia. 

"Itu adalah kapal konvensional Rusia yang berkualitas paling tinggi yang akan 
secara signifikan meningkatkan kemampuan Indonesia. Itu sangat signifikan bagi 
Australia; jika mereka punya konflik dengan Indonesia, kapal selam-kapal selam 
tersebut bakal membuat komplikasi masif atas penggunaan kapal perang 
Australia." (rdl/any/pri/ABC) 


        Komentar pembaca 
            Kapitipiti # # 08 Sep 2007
            Wah, bagus nih. Mudah-mudahan TNI lebih konsentrasi dan profesional 
dalam melindungi rakyat dan negara, tidak mengejar kepentingan 
pribadi(kekuasaan) dan fokus dalam menciptakan perdamaian di Indonesia. 
--------------------------------------------------------------------
           
            ANDI IDNA # MKS # 08 Sep 2007
            MEMANG HIDUP,TETAPI TERSEOK DIANTARA KERIKIL............

            WAHAI INDONESIAKU...
            NEGERIKU DENGAN SERIBU BUNGA.
            LAMBAIAN NYIUR YANG MELIUK MENEMANI SANG BAYU...
            OH... ENGKAU BAGAIKAN TAMAN SURGA,
            SETIDAKNYA BAGI KAMI ANAK-ANAK BANGSA...

            TETAPI SAYANG,SAAI INI BUMI PERTIWI INI SEDANG SAKIT... OLEH ULAH 
ANAK-ANAKNYA SENDIRI...
            SEMOGA LEKAS PULIH... 
--------------------------------------------------------------------
           
            venom # kuwait # 07 Sep 2007
            Wah berita baru lagi nih, mantab TNI kalo betul2 bisa 
merealisasikan rencana ini. Paling tdk pembelian ALUTSISTA yang telah disetuji 
dengan State Loan bisa segera datang dan bergabung dengan TNI. Hidup Indonesia 
--------------------------------------------------------------------
           
     



[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke