Dalam Perdagangan Internasional Selalu Ada Biaya Konsultasi !!! Kita menjual gas kepada Cina bukan dengan harga miring karena masing2 pihak sebenarnya menanggung biaya konsultasi mereka kepada atasan masing2 dari kedua belah pihak baik itu pihak Cina maupun pihak Indonesia. Harga resmi yang sebenarnya hanyalah sedikit lebih murah dari harga pasaran, kalo harga pasaran itu $10, maka Cina membayarnya resmi dengan harga $7 tetapi yang dibayarkan sebenarnya cuma $5, sebaliknya negara RI menerimanya cuma $3.25 meskipun yang diterimanya sebenarnya adalah $5. Selisihnya itu adalah biaya komisi konsultasi yang ditanggung oleh masing2 pihak.
Secara antar negara, Indonesia menjual gas-nya seharga $7 sedangkan harga pasaran adalah $10. Harga ini bukanlah harga yang terlalu murah mengingat Cina membelinya dengan borongan bukan secara eceran, bahkan sudah lebih dulu dibayar sebelum gas-nya itu sendiri dikirim. Penguasa sebuah negara merupakan "Biro Konsultant" yang paling tepat untuk menjamin transaksi bisa terlaksana. > "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > republika Senin, 03 September 2007 > Subsidi untuk Cina > Mulai tahun depan, lapangan LNG Tangguh akan mulai > beroperasi. Semua hasil eksploitasi LNG tersebut dikontrak jual > kepada Cina dengan harga miring. Harga yang dipatok untuk setiap > milion milion british termal unit (mmbtu) LNG adalah maksimum 3,25 > dolar AS. Padahal kalau dengan patokan harga minyak seperti > sekarang, harga gas mestinya adalah 10 dolar AS per mmbtu. Artinya, > harga jual LNG ke Cina tersebut hanya sepertiga harga pasar. > Kalau kita hitung, total potensi kerugian akibat transaksi > akal-akalan tersebut minimal akan mencapai Rp 3 triliun. Harga gas Indonesia dipasaran internasional adalah $10.00, tetapi Menteri Cina menawar $7.00, dan menteri Indonesia bilang, boleh saja, tapi kwitansinya harus ditulis cuma $3.25. Menteri dari Cina harus konsultasi dulu dengan presiden Cina untuk urusan kwitansi ini. Seminggu kemudian, menteri Cina itu menelepon, bahwa mereka bersedia untuk menerima kwitansi $3.25 tetapi membayarnya tidak bisa $7.00 melainkan $5.00 saja. Demikianlah, akhirnya ketemu kesepakatan di angka harga $5.00 dengan catatan pemerintah Cina membayarnya dengan harga $5.00 tetapi oleh pemerintah Indonesia ditulis sebagai $7.00. Sebaliknya, pemerintah Indonesia menjual minyaknya dengan tertera harga cuma $3.25 meskipun yang dibayar Cina sebenarnya adalah $5.00. Menteri Indonesia mendapat keuntungan $1.75, dan menteri Cina mendapat keuntungan $2.00. Kedua menteri ini saling jabat tangan dan hasil keuntungan ini masih harus lagi berbagi dengan atasan. Permainan begini bukanlah korupsi, didunia internasional kita namakan sebagai komisi !!!! Hal ini lumrah didunia perdagangan. Bagi yang tidak kebagian akan menamakannya sebagai korupsi, sedangkan pelaku dari kedua belah pihak sepakat untuk menggunakan istilah sebagai komisi konsultasi. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
