Tertulis disitu:

"Dimalam Fatma akan melahirkan kami mendjamu tamu-tamu penting - 
orang Djepang dan orang Indonesia."

Nah orang Jepang yang akan mertamu ke rumah Soakarno itu adalah fascist.

Soekarno itu adlaah kolaborator fascist Jepang.

Kepada penguasa Jepang fascist itulah Soekarno menyerahkan seperempat
juta romusha yang kemudian pada mati bergelimpangan, antara lain di
perbatasan Thailand dan Birma.

Soekanro 'penyambugn lidah rakyat?

Give me a break.

Soekanro itu adalah tukang tindas rakyat Indonesia, pembunuh kecambah
demokrasi di Indoneia dengan Dekrit 5 Julinya, dengan Demokrasi
Terpimpinya, dengn Ekonomi Terpimpinnya.

Bila Indonesia dedel duwel seperti sekarang ini, maka yang
pertama-tama bertanggungjaab adalah Soekarno.

Inilah yang kudu kita sadari.




--- In [EMAIL PROTECTED], "yanri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Disaat mendengar bahwa Fatma dalam keadaan hamil, maka ibu, bapak 
dan kakakku perempuan datang dengan segera dari Blitar. Mereka 
sangat gembira. Orangtua kami dari keduabelah pihak tinggal dengan 
kami dipaviljun dekat rumah hingga sang baji lahir. Bapaklah jang 
mengawasi segala pekerdjaan. Dialah jang duduk setiap djam memberi 
petundjuk kepada Fatma, bagaimana ia harus mempersiapkan dirinja. 
Selalu aku melihat mereka duduk bersama-sama dan selalu aku dapat 
mendengar bapak mengatakan sesuatu seperti, ,,Nah, djangan lupa 
mentjatat bedak baji, pisau ketjil untuk pemotong talipusatnja dan 
emban untuk menahan perutmu sendiri."  

Dimalam Fatma akan melahirkan kami mendjamu tamu-tamu penting - 
orang Djepang dan orang Indonesia. Fatmawati sibuk melajani sebagai 
njonja-rumah, akan tetapi kemudian dia mulai merasa sakit. Aku 
sendiri membimbingnja kekamar dan memanggil dokter. Mulai dari saat 
itu aku tetap berada disisinja, pun tidak tidur barang satu kedjap 
sampai ia memberikan kepadaku seorang putera jang tidak ternilai 
itu. Kududuk diatas tempat-tidur mendampinginja, memegang tangannja 
sementara ia melahirkan. Aku bukanlah orang jang bisa tahan melihat 
darah, akan tetapi disaat didjadikannja seorang manusia idamanku ini 
adalah saat jang paling nikmat dari seluruh hidupku. Djam lima waktu 
subuh, ketika terdengar azan dari mesdjid memanggil ummat untuk 
menjembah Tuhannja, anakku jang pertama, Guntur Sukarnoputra, 
lahirlah.  

Tuhan Jang Maha-Penjajang dan Maha-Bidjaksana telah memandjangkan 
umur bapakku untuk dapat melihat darah-dagingku mengindjak dunia 
ini. Setelah itu ia djatuh sakit. Fatma merawatnya berbulan-bulan 
dengan tekun dan setia hingga ia menghembuskan napas jang 
penghabisan.  

Aku teringat akan ,,Si Tukang Kebun", sebuah buku tjerita jang 
kubatja pada waktu masib berumur 13 tahun. 
Waktu itu aku tidak mengerti maknanja jang lebih dalam. 
la mentjeritakan tentang bagaimana daun-daun kaju jang sudah tjoklat 
dan kering harus djatuh dan memberikan tempatnja kepada putjuk jang 
hidjau dan baru.  
Duapuluh tahun kemudian barulah aku mengerti

--- End forwarded message ---




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke