Copyright © 2007 Media Indonesia Online. All rights reserved.
Sabtu, 08 September 2007 00:00 WIB
EDITORIAL
Murahnya Integritas Wakil Rakyat
MENDAPAT gratis yang seharusnya membayar adalah memalukan bila diperoleh
berkat kekuasaan. Bahkan, dapat digolongkan sebagai korupsi, yaitu
penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.
Fasilitas gratis yang memalukan itulah yang dinikmati anggota Komisi V
DPR yang membawahi masalah perhubungan. Mereka mendapat karcis tol gratis dari
pengelola jalan tol. Itulah fasilitas yang telah dinikmati bertahun-tahun.
Fakta itu memperkeras kontradiksi antara nasib rakyat dan nasib wakil
rakyat yang bernama anggota DPR. Di satu pihak, rakyat semakin hari memikul
beban kehidupan yang semakin berat dan mahal. Di lain pihak, wakil rakyat
semakin bersenang-senang dengan berbagai kemudahan. Bahkan, mendapatkannya
dengan gratis.
Kenaikan tarif tol telah diprotes dengan sangat keras. Protes tidak saja
karena tarifnya naik semau gue, tetapi juga karena mutu pelayanan yang buruk.
Namun, protes itu tidak diindahkan, baik oleh pemerintah maupun oleh wakil
rakyat yang seharusnya mengartikulasikan kepentingan rakyat.
Namun, sekarang kita semakin mengerti mengapa DPR tidak peduli dengan
jeritan rakyat yang diwakilinya. Anggota DPR dapat dibeli cuma dengan karcis
tol gratis.
Karcis tol gratis itu bisa menunjukkan dua perkara. Pertama, menyedihkan
bagi yang masih menaruh tinggi harga kehormatan seorang wakil rakyat. Ternyata
harganya dapat dibarter dengan karcis tol gratis. Kedua, memperkuat persepsi
bagi yang memang sudah memandang rendah anggota DPR sehingga tidak kaget lagi
bahwa anggota DPR tak punya malu menerima karcis tol gratis.
Karcis tol gratis itu kiranya cuma satu contoh kecil perihal perilaku
anggota DPR yang memalukan. Masih banyak contoh lain yang juga tak kalah
memalukan. Misalnya, anggota DPR yang juga merangkap agen penyalur minyak tanah
yang diperolehnya dari Pertamina dengan menggunakan kekuasaannya.
Kelakuan lain yang juga parah adalah menjadi calo anggaran belanja negara
untuk menaikkan dana alokasi khusus dan dana alokasi umum. Sebagai calo
mendapat imbalan sekian persen dengan membahasakannya untuk teman-teman di
Panitia Anggaran dan kewajiban partai. Tapi kasus itu tidak pernah diusut
tuntas.
Mentalitas calo itulah pula yang menyebabkan muncul gagasan membelikan
laptop untuk semua anggota DPR dengan menggunakan anggaran negara. Gagasan itu
muncul karena ada anggota DPR yang jadi calo proyek pengadaan laptop.
Anggota DPR dipanggil sebagai anggota dewan yang terhormat. Bila saja
Badan Kehormatan DPR mampu menegakkan kode etik dengan lugas, konsisten, dan
tanpa pandang bulu, akan banyak sekali anggota DPR yang layak dipecat karena
perilaku yang tidak terhormat di mata rakyat.
Tidaklah berlebihan untuk mengambil kesimpulan bahwa rakyat telah salah
pilih anggota DPR. Yang dipilih bukan orang yang berintegritas, yang teguh
membela kepentingan rakyat. Yang dipilih adalah wakil rakyat yang mementingkan
diri sendiri, bahkan tanpa malu.
Semua kenyataan mengenai buruknya integritas anggota DPR itu mestinya
memberi pelajaran sangat berharga bagi rakyat pada Pemilu 2009. Yaitu agar
cermat mengawasi track record calon anggota DPR. Ada baiknya kebanyakan yang
menjadi anggota DPR sekarang tidak usah dipilih lagi. Mereka telah tercemar
oleh berbagai kasus, dari percaloan, karcis tol gratis, hingga studi banding ke
luar negeri yang cuma kedok untuk berwisata ke mancanegara.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/