http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=303169

Selasa, 11 Sept 2007,

Mari Alkatiri Temui Presiden PKS 




JAKARTA - Setelah tak menjabat PM Timor Leste, Mari Alkatiri kian akrab dengan 
aktor politik Indonesia. Kemarin tokoh yang jabatan PM-nya "dirampas" Xanana 
Gusmao -sebelumnya presiden- itu berkunjung ke kantor DPP Partai Keadilan 
Sejahtera (PKS). 

Mari diterima langsung oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring. Bersama lima 
anggota Partai Fretilin yang kini dipimpinnya, salah seorang pemimpin Islam di 
Timor Leste itu tiba di kantor DPP PKS, Jalan Mampang Prapatan, Jakarta 
Selatan, sekitar pukul 14.00. 

Kehadiran Mari ke Indonesia merupakan rangkaian kunjungan undangan PP 
Muhammadiyah. Menurut siaran pers PP Muhammadiyah tadi malam, hari ini pukul 
12.30 Mari berdialog dengan ormas Islam di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng Raya 
62, Jakarta.

Dalam kesempatan itu Sekjen Partai Fretilin Timor Leste tersebut menegaskan 
perlunya hubungan kedua negara. Tak hanya melalui simbol-simbol kenegaraan, 
pimpinan partai politik pun punya peran penting dalam membangun hubungan 
harmonis. "Saya berharap hubungan antarpartai politik semakin membaik ke 
depan," ujar Mari dalam bahasa Portugal dan kemudian diterjemahkan.

Kedatangan Mari ke Indonesia tidak dalam posisi mewakili pemerintah Timor 
Leste. Sebagai Sekjen Fretilin dirinya ingin mempunyai hubungan intens dengan 
kekuatan politik di Nusantara. "Tidak ada pertemuan dengan pihak pemerintah," 
tambahnya. Dia juga berharap partai politik di Indonesia bersedia membantu 
proses demokrasi di Timor Leste. 

Mari menjelaskan, rakyat Timor Leste kini hidup dalam harmoni. Dikatakan, tiga 
ribu warga muslim di Timor Leste hidup berdampingan dengan sekitar satu juta 
rakyat Timor Leste yang beragama Katolik. "Saya muslim pertama yang bisa 
menjadi perdana menteri. Itu berarti rakyat kami bisa menerima siapa pun 
sebagai pemimpin mereka," katanya.

Tifatul memberikan apresiasi atas kunjungan Mari ke kantor partainya. Menurut 
dia, hubungan baik antara partai politik di kedua negara diperlukan dalam 
rangka mewujudkan kedamaian dunia. "Kami juga ingin membuka komunikasi dengan 
siapa pun," tambahnya. (cak


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke