AKHLAK "MULIA" MUHAMMAD

http://www.indonesia.faithfreedom.org/

Selama ini muslim diajarkan bahwa Muhammad SAW adalah laki-laki yang 
paling mulia, paling agung dan paling baik sepanjang segala masa. 
Tidak ada kecacatan sama sekali dalam dirinya. Ini menjadikan
Muhammad SAW adalah contoh bagi muslim dimana saja, dan perbuatan-
perbuatannya menjadi teladan bagi muslim untuk diikuti. Harus diakui 
bahwa Muhammad SAW adalah seorang pemimpin besar yang telah banyak 
menanamkan hal-hal baik bagi masyarakat Arab dan muslim pada umumnya.
Kita akan melihat dari satu sisi untuk mengevaluasi karakter dari 
Muhammad SAW ini. Yang akan kita lihat adalah bagaimana Muhammad SAW 
menghadapi musuh-musuh pribadinya. Bagaimana saat seseorang ditentang 
dan dipertanyakan. Pada saat menghadapi tentangan tersebutlah biasanya
karakter asli seseorang akan terlihat.

Berikut ini akan diberikan beberapa kisah Muhammad SAW dan tindakan 
yang diambilnya terhadap
mereka yang pernah melukai hati Muhammad SAW, yaitu :
1. Al-Nadr bin al-Harith (ayat serupa al-qur'an)
2. Uqba bin Abi Mu`ayt (2 pertanyaan jebakan)
3. Ka`b bin al-Ashraf (puisi yang mengkritik)
4. Ibn Sunayna (kebencian ras)
5. Sallam Ibn Abu'l-Huqaiq (Pembunuhan untuk kepuasan)
6. Umaiya bin Khalaf Abi Safwan (Benci karena gagal merampok)
7. Amir bin Jihash (Pembunuhan karena curiga - 1)
8. Seorang yang tidak dikenal (Pembunuhan karena curiga - 2)
9. Abu Afak (Pembunuhan karena syair)
10. Asma Binti Marwan (Nasib Munir wanita)
11. Abdullah bin Khatal (Nasib seorang yang berpaling dari Islam – 1
12. Miqyah bin Hubabah (Nasib seorang yang berpaling dari Islam – 2)
13. Fartanah (Kisah sedih seorang biduanita)
14. Huwairits bin Nuqaith (Anak terjatuh, nyawa melayang)
15. Sarah (Pengantar surat yang malang)

Sumber kutipan utama adalah dari buku karya Muhammad bin Yassar bin 
Ishaq yang merupakan buku BIOGRAFI TERTUA tentang Muhamamad SAW. Buku 
ini SELESAI DITULIS SEKITAR TAHUN 150 HIJRAH, dan setelah 
meninggalnya Ibn Ishaq kemudian direvisi oleh Ibn Hisham.

Siapa Muhammad Ibn Ishaq Ibn Yasar?
Dia lahir di Madinah tahun 85 H, meninggal di Baghdad 151 H. Kakeknya 
yang bernama Yasar jatuh ke tangan Khalid bin al Walid di tahun 12 H 
dan kemudian memeluk Islam. Ayah Muhammad ibn Ishaq banyak 
berhubungan dengan para ahli hadis generasi ke 2, terutama Zuhri, 
Qatada dan Abdullah bin Abu Bakar. Sementara Ibn Ishaq sendiri 
belajar agama hingga ke Mesir kepada Yazid bin abu Habib.
Setelah kembali ke Madinah, ia terus mengkoleksi hadisnya.
Jadi sumber-sumber Muhamamad bin Ishaq adalah sangat dekat dengan 
masa hidup generasi pertama muslim. Bandingkan dengan pengumpul Hadis 
seperti Bukhari, Muslim dll yang hidup sekitar 200 – 270
tahun setelah H.

Banyak pakar-pakar kuno Islam yang mengakui otoritas dari Muhammad 
ibn Ishaq, diantaranya :

1. al Zuhri : "Orang yang paling baik pengetahuannya mengenai maghazi 
adalah Ibn Ishaq, ilmu masih
tetap ada di Medinah selama Ibn Ishaq masih hidup.
2. Syu'bah (85–160 M) : "Terpercaya dalam hadis, pemuka para ahli 
hadis karena kehebatan ingatannya"
3. Abu Hatim : "Hadis yang diriwayatkannya banyak dikutip orang"


1. AL-NADR BIN AL-HARITH (AYAT SERUPA AL-QUR'AN)

Nadr bin Al Harits pertama disebutkan sebagai wakil Quraish yang 
berunding dengan Rasulullah.

Sumber : Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, halaman 196
… para pemimpin dari semua kelompok Quraish – Utbah bin Rabi'ah dan 
Sahiba ….. NADR BIN HARITS saudara dari bani Abdudar ….

Dikisahkan pemuka Quraish menawarkan uang, kemuliaan dan kedudukan 
jika itu memang yang
diminta Muhammad SAW. Muhammad SAW menyatakan bukanlah itu yang dia 
inginkan melainkan
pengakuan bahwa dia adalah Rasul yang diutus oleh Allah SWT.
Atas pernyataan tersebut, pemuka Quraish meminta bukti yaitu :
1. Menyingkirkan gunung-gunung
2. Mengalirkan ke tanah Arab sungai-sungai
3. Menghidupkan kembali nenek moyang mereka.
Atas permintaan pembuktian itu Muhammad SAW menyatakan 
ketidakmampuannya. Akhirnya
pertemuan berakhir tanpa kesepakatan apa-apa.

Sumber : Ibid
Halaman 198 – 199 :

Abdullah bin abu Umayyah mendekati Rasulullah dan berkata, "Wahai 
Muhammad, mereka telah memberikan
tawaran yang baik kepadamu yang ternyata kamu tolak. Pertama mereka 
meminta sesuatu darimu untuk mereka agar mereka mengetahu bahwa 
kedudukanmu disisi Tuhan adalah seperti apa yang kamu katakan sehingga
mereka dapat mempercayaimu dan mengikutimu, dan kamu tidak melakukan 
apa-apa. Kemudian mereka memintamu untuk melakukan sesuatu untuk 
dirimu sendiri, agar mereka tahu kelebihanmu atas mereka dan
kedudukanmu disisi Tuhan, dan kamu tidak mau melakukannya. Kemudian 
mereka memintamu untuk mendatangkan hukuman atas mereka agar mereka 
menjadi takut, dan kamu tidak melakukannya ……..
Karena ketidakmampuan Muhammad SAW meyakinkan Quraish, maka 
pertentangan terhadap Muhammadpun berlanjut. Salah satunya dilakukan 
oleh Nadr bin al Harits

Sumber : Ibid
Halaman 200 – 201

Pada saat itu Nadr bin al Harits adalah salah satu setan dari 
Quraish. Dia selalu mencaci maki Rasulullah dan menunjukkan sikap 
bermusuhan. Dia pernah pergi ke al Hira dan belajar di sana tentang 
hikayat raja-raja Persia, hikayat tentang Rustum dan Isbandiyar. 
Ketika Rasullulah mengadakan pertemuan dimana dia mengingatkan
mereka tentang Tuhan, dan mengingatkan umatnya tentang apa yang telah 
terjadi pada banyak generasi yang telah lalu akan pembalasan yang 
ditimpakan Tuhan atas kelaliman mereka, Al nadr mengatakan kepada 
mereka, "aku memiliki kisah dan cerita yang lebih baik dan lebih 
menarik dari yang dia miliki, ikutlah aku". Kemudian dia mulai 
menceritakan kepada mereka kisah tentang raja-raja Persia, Rustum dan 
Isbandiya, dan kemudian dia berkata, "Atas dasar apa kalian 
menganggap Muhammad adalah seorang penutur kisah yang lebih baik dari 
aku?".

Jadi kesalahan Nadr bin Al Harits adalah karena dia berani menyaingi 
Muhammad SAW dalam menceritakan kisah-kisah umat terdahulu. Nadr 
berani melayani tantangan untuk membuat ayat-ayat
yang serupa al-qur'an, dan akibatnya adalah HUKUMAN MATI.

Sumber : Ibid
jilid 2, halaman 122
… Ketika Rasulullah sedang berada di al Safira, NADR DIBUNUH OLEH 
ALI, sebagaimana yang diceritakan oleh seorang penduduk dari Mekah 
kepada saya. Sungguh ironis, Muhammad SAW sendiri yang menantang 
orang-orang untuk mendatangkan ayatayat serupa Al-Qur'an, dan saat 
ada yang meladeni ternyata tidak bisa diterima oleh Muhammad SAW.
Dan akibatnya adalah hukuman mati.

Komentar Dari Al-Qur'an
Dengan perbuatannya ini Muhammad SAW melanggar perintah Allah SWT 
dalam Al-Qur'an yaitu:
QS 42:37 : Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan 
perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi 
maaf.
Bagi Muhammad adalah lebih baik menuntaskan dendamnya daripada 
mengikuti perintah Allah SWT untuk memberi maaf.
Lagi-lagi, ironi terbesar muncul. Muhammad SAW yang gemar mencaci 
maki Yahudi and Nasrani ternyata tidak lebih baik dari yang dicaci 
makinya.
QS 2:59: Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan 
(mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami 
timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena 
mereka berbuat fasik.
Jadi daripada mengikuti perintah untuk memaafkan, lebih baik bagi 
Muhammad SAW untuk mengganti perintah tersebut dengan pembunuhan.

Tampaknya bagi Muhammad SAW berlakulah hukuman sesuai ayat Al-Qur'an 
berikut:
QS 29:68 : Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang 
mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak 
[1160] tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka 
jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?
Perintah datang kepada Muhamamad SAW, dan Muhammad SAW sendirilah 
yang mendustakan perintah tersebut. Dan menyedihkannya karena MENURUT 
AL-QUR'AN, sikap begini diganjar menjadi PENGHUNI NERAKA JAHANAM.

Continued to Part 2



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke