http://www.suarapembaruan.com/News/2007/09/14/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Kasus Estrada Peringatan bagi Elite Politik
 

 

AP/Pat Roque 

Para mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Manila, Filipina, Kamis (13/9), 
mengecam keputusan pengadilan terhadap mantan Presiden Joseph Estrada. 

[MANILA] Kasus korupsi yang melibatkan mantan Presiden Joseph Estrada merupakan 
peringatan keras bagi para elite politik. Estrada yang divonis penjara seumur 
hidup menjadi pelajaran bagi para elite untuk tidak menggunakan uang rakyat. 

Pandangan itu disampaikan oleh pakar ilmu politik dari Universitas Asia dan 
Pasifik, Filipina, Enrique Esteban di Manila, Kamis (13/9). Menurut dia, meski 
Estrada masih mendapat dukungan, kasus korupsi itu tetap mempengaruhi 
popularitas dia di kalangan masyarakat bawah. 

"Banyak pihak yang menilai kasus itu hanya permainan politik semata. Tapi, itu 
bukan persoalan. Yang menjadi masalah adalah masyarakat miskin tetap miskin," 
ujar Esteban. 

Estrada divonis hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan korupsi Filipina, 
Rabu (12/9). Keputusan itu mendapat reaksi dari pendukungnya. Sejumlah orang 
berunjuk rasa mengecam keputusan itu. Selain dihukum penjara, semua aset yang 
dimiliki pria berusia 70 tahun itu disita negara. 

Menurut Esteban, keputusan pengadilan itu merupakan titik sejarah bagi Filipina 
karena kasus itu telah mengirim pesat kepada para pemimpin politik di masa 
mendatang. "Untuk pertama kali kita memilih seorang pemimpin yang ternyata di 
kemudian hari terlibat korupsi. Dia bukan pejabat rendahan, tapi seorang 
presiden. Ini pesan yang kuat bahwa tidak ada seorang pun yang bisa lolos dari 
tuntutan hukum," kata dia. 

Sementara itu, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo mengimbau rakyat 
Filipina untuk tidak terlibat konflik terkait keputusan pengadilan terhadap 
Estrada itu. Presiden Arroyo mengajak rakyat Filipina untuk menghadapi 
tantangan masa depan ketimbang mempersoalkan keputusan itu. 

"Saya mengimbau para tokoh masyarakat untuk tetap bersama saya dalam 
memperbaiki perekonomian Filipina. Kita hidup berdasarkan hukum jadi kita harus 
menghormati keputusan hukum," ujar Arroyo. 

Seusai keputusan pengadilan itu, Estrada tinggal di rumahnya di kawasan timur 
Manila. Tempat itu menjadi tahanan rumah Estrada. [AP/AFP/O-1] 


Last modified: 13/9/07 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke