2:30 bilang:( dari wikipedia )

"Ketika Allah berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan 
seorang khalifah di bumi. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu 
dengan berkata): Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu 
orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, padahal kami sentiasa 
bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?. Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku 
mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya." (2: 30)

Lhooo, kok udah tahu ada darah ? Apa malaikat itu punya darah seperti manusia ? 
 Ini mah cerita bikinan manusia aja.

Kemudian diceritakan Nabi Adam dibikin dari tanah hitam (liat?).
Wah , ini lebih minus harga diri lagi! Bukankah didalam tanah itu terdapat 
macam2 binatang2 kecil, kaya cacing2, binatang2 merayap kecil2 ( serangga, 
kelabang dan konco2nya!) dll,dll !
Jadi didalam tubuh Nabi Adam itu banyak macem2 cacing2 dll itu ! Ini lebih 
buruk dari teori evolusi donk , dimana dibilang monyet bukan langsung begitu 
saja jadi manusia, tapi melalui proses evolusi jutaan tahun, turun temurun 
pelan2 mengadakan perubahan !
repooot,repooot....


Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Refleksi: Cerita 
Adnan Oktar alias Harun Yahya alias John Aron dalam versi Indonesia.
 
 http://www.tribun-timur.com/view.php?id=48789&jenis=Opini
       Selasa, 11-09-2007  
       Opini Tribun
      
       Nabi Adam di Tengah Arus Teori Evolusi 
       Oleh: Abdul Haris Booegies, Peminat Masalah Sosial 
 
 Dalam Al Quran tidak disebutkan secara tegas jika Nabi Adam sebagai awwalul 
basyar (manusia pertama). Jejak Nabi Adam yang cucu-cicitnya sekarang hidup 
melebihi enam miliar jiwa dengan 2.000 generasi, seolah repot dilacak. Bahkan, 
eksistensi Nabi Adam dalam Kalam Ilahi menimbulkan kontroversi lantaran 
terpercik dialog Allah dengan malaikat. Percakapan tersebut diwarnai nada tidak 
setuju malaikat.
         
       Diktum protes malaikat berbunyi: "Mengapa Engkau hendak menempatkan 
khalifah di bumi yang justru akan membuat kerusakan sembari menumpahkan darah" 
(al-Baqarah: 30). 
       Malaikat yang menegaskan adanya pertumpahan darah di bumi memacu 
kegatalan nalar sehingga dipastikan ada sekelompok makhluk berperadaban sebelum 
penciptaan Adam Alaihissalam. Sebab, tidak mungkin malaikat mengetahui sifat 
jahat suatu makhluk kalau ia belum pernah menyaksikannya. 
 
 Teori Darwin 
       Wacana lalu bertambah seru saat Charles Robert Darwin menerbitkan kitab 
On the Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of 
Favoured Races in the Struggle of Life pada 1859. Pustaka itu sebenarnya tidak 
menandaskan bila manusia berasal dari monyet. 
 
 Sebagai ilmuwan, Darwin cukup berhati-hati. Apalagi, ada mata rantai yang 
hilang (missing link). Tokoh naturalis Inggris tersebut tidak sekalipun 
menyebut evolusi dalam The Origin of Species. Darwin hanya memaparkan seleksi 
alam sebagai faktor perubahan biologis. 
 
 Tak dinyana, opini publik ternyata gencar meributkan jika manusia merupakan 
hasil evolusi binatang. Sebagian percaya kalau makhluk yang mengalami evolusi 
itulah yang dilihat malaikat. Nabi Adam yang dicitrakan manusia pertama 
ditahbiskan sebagai buah sempurna evolusi. 
 
 Kini, tesis Darwin yang banyak menjadi acuan mulai redup seiring derasnya 
romantika sains serta teknologi. Hukum evolusi mengalami benturan bertubi-tubi. 
Di Amerika Serikat, teori Darwin dinilai mengandung banyak keterangan yang 
tidak memiliki bukti. Perlawanan terhadap konsep evolusi di negeri Paman Sam 
didasari prinsip intelligent design. Postulat tersebut merangkai ide bila 
kerumitan dan keteraturan dunia diyakini berkat adanya peran intelligent cause 
alias Zat Maha-Pengatur. 
 
 Teori Darwin sukar dinalar gara-gara monyet sebagai mamalia yang tergolong 
famili Pongidae, punya 48 kromosom. Sementara manusia yang diistilahkan homo 
sapiens memiliki 46 kromosom. Hatta, mustahil monyet bisa bertransformasi 
menjadi manusia. 
       Secara biologis, manusia berbeda dengan monyet. Alhasil, menimbulkan 
semburan perselisihan. Di samping itu, juga bertentangan dengan spirit agama. 
Teori evolusi malahan menyisakan pertanyaan ekstrem. Jika insan bumi lahir dari 
gurat evolusi, berarti sampai hari ini perubahan tetap berlangsung. Manusia 
pasti terus-menerus berganti rupa. 
 
 Peradaban Jin 
       Di masa sekarang, menyeruak pertanyaan fenomenal. Siapakah yang dilihat 
oleh malaikat melakukan pertumpahan darah di muka bumi? Dalam menelusuri 
misteri tersebut, maka, pijakannya dibawa pada 13,7 miliar tahun yang silam. 
Ketika itu, dentuman besar (big bang) terjadi. Sepuluh miliar tahun 
pascadentuman besar, planet-planet pun bermunculan. 
 
 Nun jauh, di antara gumpalan gas serta debu antariksa, sebuah bola berpijar 
kemudian mengorbit matahari. Benda yang lantas dikenal sebagai bumi tersebut 
lalu bergasing di Tata Surya. 
       Bumi pada empat miliar tahun lampau, masih merah. Gunung berapi saling 
bersahutan seraya menyemburkan karbon dioksida dan belerang ke atmosfir. 
Makhluk awal yang kemudian mendiami bumi ialah ganggang biru. Mereka memakai 
energi surya dengan gas di atmosfir guna meramu makanan. Ganggang biru lantas 
memproduksi oksigen. Syahdan, muncul mitochondrion yang memanfaatkan oksigen. 
Mitochondrion lalu leluasa hidup dalam sel-sel semua makhluk hidup. 
 
 Sekitar 3,4 miliar tahun dibutuhkan buat mengubah struktur geografi dunia. 
Bumi kemudian berangsur-angsur berpanorama indah dengan gunung, rimba, lautan, 
danau, serta sungai yang berkelak-kelok. Fase itu dinamakan periode kehidupan 
pertama. 
 
 Sekitar 600 juta tahun yang silam, bumi lantas tertata rapi dan indah. Desir 
ombak di laut nan luas serta sepoi bayu yang menyapa tetumbuhan merupakan 
simfoni merdu kehidupan. Zaman tersebut dinamakan the land before time. 
 
 Di era itu, golongan jin akhirnya tiba di bumi. Muhammad Isa Dawud, penulis 
populer Mesir yang tersohor di Indonesia dengan buku Dialog dengan Jin Muslim, 
berargumentasi kalau jin pernah mendiami planet biru ini. Mereka berkuasa di 
dunia selama setengah juta tahun. 
 
 Pada kurun waktu kekuasaan jin, marak terjadi pembangkangan terhadap syariat 
Allah. Penipuan, perkosaan, penindasan, dan pembunuhan, merupakan pemandangan 
sehari-hari. Mereka doyan menyelewengkan kebenaran. 
 
 Budaya hidup bangsa jin merisaukan. Mereka mengidap virus kronis pada 
eksistensinya. Logika lempang dibengkokkan, metode datar dilubangi. Mereka tak 
ubahnya gerombolan monster dengan hukum ala mafia. Bumi yang merona indah 
akhirnya terancam oleh tirani jin yang melampaui batas toleransi. 
 
 Allah lalu mengutus militer terminator dari jamaah malaikat. Balatentara 
tersebut menyerang jin dari segala penjuru. Khaos maha-mengerikan memaksa jin 
terbirit-birit mencari perlindungan. 
       Invasi malaikat berhasil memusnahkan jin yang tidak mau tunduk pada 
titah Allah. Sejak itu, peradaban jin sekonyong-konyong amblas. Sedangkan 
segelintir jin yang selamat spontan melarikan diri ke samudera. Kelak, iblis 
yang aslinya bernama Azazil membangun kekaisaran setan di atas laut. 
 
 Alkisah, pada abad kedelapan Masehi, iblis bersua dengan Dajjal di Segi Tiga 
Bermuda. Keduanya kemudian meracik konspirasi demi menggelincirkan anak-cucu 
Nabi Adam. Manusia bakal dihempaskan ke lembah nista lewat ajaran sesat seperti 
komunisme, liberalisme, sufisme, sekularisme, kapitalisme, teologi pluralis, 
atau Darwinisme. 
 
 Agenda Komunis 
       Al Quran bukan buku statistik yang menampung aneka angka. Pusaka Ilahi 
tersebut sekadar pengantar bagi orang-orang berakal guna menelisik fenomena di 
balik ayat-ayatnya. 
 
 Al-Quran tidak menegaskan Nabi Adam sebagai manusia pertama karena deretan 
sejarah yang dibangun dengan kejujuran akan menghadirkan kebenaran bila Nabi 
Adam memang insan pertama. 
 
 Banyak komplotan ilmuwan maupun agamawan mendengungkan survival of the fittest 
dalam memahami teori evolusi. Mereka percaya bahwa yang bertahan hidup cuma 
yang kuat. 
 
 Pada intinya, survival of the fittest tidak berlaku dalam hukum evolusi. 
Sebab, sampai kini belum pernah ada kucing yang lahir dengan tanduk di kepala. 
Padahal, kucing sering dizalimi dengan cara ditelantarkan.
 
 Sejak Nabi Adam diturunkan ke planet ini pada tarikh 5872 sebelum Masehi, 
belum sekalipun anatomi manusia bermetamorfosis. Orang-orang yang berhasil 
melewati masa suram tetap tidak berubah wujud. Rumpun Arab, Yunani, 
Skandinavia, Tiongkok, Aborigin, Bugis, Eskimo, atau Indian, tidak jua bisa 
bertransformasi menjadi individu sakti semacam Hulk, Fantastic Four, Spider-Man 
maupun Batman. Sejarah belum pernah mencatat ada orang yang bersalin rupa 
menjadi superhero dengan flight-pack (perangkat terbang) di punggungnya. 
 
 Sesungguhnya, kadar insan tidak ditentukan oleh fisik dalam mengarungi 
kehidupan. Potensi yang paling utama yakni visi mengenai kehidupan. Tubuh Nabi 
Adam yang berasal dari surga tidak dilengkapi sayap serta sirip. Ia hanya punya 
creative mind sebagai identitas kompetitif dalam mengelola tantangan alam. 
       Dasar ilmiah teori evolusi yang masih mentah sering menyentak sanubari 
karena penyebarannya sangat kencang ke seluruh pelosok negeri. 
 
 Publikasi global itu kiranya erat-terkait dengan campur tangan komunis yang 
berpaham atheis. Antek-antek komunis memanfaatkan isu tersebut buat 
menghilangkan Tuhan. Ihwal itu diakui oleh Georgi Valentinovich Plekhanov. 
Sebab, agama samawi mendeklarasikan jika Allah yang menciptakan manusia. 
Sementara desain evolusi menafikan Tuhan dalam aneka penciptaan. Padahal, tak 
ada landasan ilmiah kalau kehidupan kuno yang sederhana pada periode bahari 
merupakan cikal-bakal makhluk hidup modern yang begitu kompleks.
 
 Bila ada orang mengimani teori evolusi, berarti ia minus harga diri. Karena, 
tidak malu berasal dari monyet. Islam dengan kemuliaannya memaklumatkan jika 
segenap penduduk dunia merupakan titisan Nabi Adam, manusia pertama. 
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke