Bagi yang lupa: Habib Bourguib pernah, secara demonstratif, minum
didepan kamera televisi dibulan puasa.

Salah satu alasan orang Islam tipikal untuk puasa, konon, adalah agar
mereka tahu apa artinya kelaparan, jadi mendidik agar orang Islam itu
tahu penderitaan orang miskin.

Alasan orang dungu, karena yang harus dilakukan adalah memikirkan
bagaimana caranya agar bahaya kelaparan dan kekurangan makanan itu
bisa dihilangkan.

Di India yang dulu adalah ikon kemiskinan dan kelaparan, dengan
Calcuttanya, sudah tidak sesering dulu kita dengar ada bahaya kelaparan..

Pengetahuan manusia bisa kok dipakai untuk meningkatkan produksi bahan
makanan.


--- In [EMAIL PROTECTED], JASP <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Kalau sudah begini dan disiplin kurang bagus, mestinya dikaji kenapa 
? Lha gubernurnya banyak duitnya dan banyak urusan izin yang sumber 
rezeki, kelas pegawai yah nggak dapat rezeki begitu besar kayak 
gubernur, atau kepala dinas perhubungan yang terkenal banyak duit. 
Gubernurnya seenaknya saja ngomong kalau diprotes , kayak kasus 
pemrotesan Busway  , langsung menuduh bahwa hanya orang kaya yang 
nggak setuju dengan Busway. Banyak orang setuju dengan Busway, tetapi 
cara bikin proyeknya diduga sarat KORUPSI, lihat aja jalanan Busway 
yang gampang rusak : apa ini ada unsur korupsinya sehingga mutu 
jalanan Busway gampang rusak ? Ada yang menuduh bahwa Busway sarat 
Mark Up pembelian Bus sehingga harganya mahal, ada yang menuduh bahwa 
pembuatan halte juga kemungkinan terlalu mahal karena Mark Up . Orang 
yang mengritik Busway bukannya nggak setuju, tetapi perencanaannya 
harus teliti dan perhitungannya harus bagus : agar rakyat tak 
dirugikan. Kalau Sutiyoso dalam hal Busway katanya membela rakyat, 
bagaimana dengan Penghilangan danau-danau penyerap air hujan atau air 
limpahan dari Bogor ? Kok Sutiyoso menghilangkan kawasan penyerapan 
air ini yang mengakibatkan rakyat kecil jadi sengsara ? Kalau 
Sutiyoso membela rakyat kecil, kenapa izin-izin Hypermarket dan 
izin-izin Supermarket gampang keluarnya , sedangkan pasar-pasar 
rakyat amblas ? Kenapa banyak terjadi kebakaran dan kemudian 
peremajaan pasar-pasar yang merugikan rakyat kecil ? Ngomong mbok 
jangan ngedabrus , emangnya rakyat semuanya tolol ?


Gubernur Sutiyoso Sewot Banyak Pegawai Mangkir
Jumat 14 September 2007, Jam: 9:23:00
JAKARTA (Pos Kota) - Hari pertama puasa, banyak pegawai pemda 
mangkir. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sewot. Ia memerintahkan 
pimpinan unit mencatat pegawai indisipliner tersebut.

"Saya sudah memerintahkan pimpinan unit mencatat pegawainya yang 
tidak masuk kerja. Puasa jangan dijadikan alasan untuk mangkir,"kata 
Sutiyoso, Kamis (13/9).

Menurut Sutiyoso, sejak dulu disiplin pegawai pemerintah sangat 
rendah. Begitu pula di pemda. "Saya tiap tahun selalu memberikan 
sanksi terhadap mereka. Namun, masih saja ada yang indisipliner,"katanya.

Sebab itu, kata Sutiyoso, pimpinan unit masing-masing membuat laporan 
mengenai kehadiran bawahannya. "Saya tentu prihatin dengan kondisi 
seperti ini,"tandasnya.

Sebenarnya, jam kerja bagi pegawai pemda sudah diperpendek. Mereka 
masuk pukul 08.00 sampai pukul 15.00. "Jadi ini bentuk toleransi,"katanya.

Menurut Sutiyoso, puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk melalaikan 
tugas. "Mestinya kita lebih terpacu. Bukan malah mangkir,"katanya.

Di lingkungan Balaikota, diperkirakan hanya separohnya dari sekitar 
2000 pegawai. Bahkan banyak yang sudah pulang lebih awal dari 
ketentuan yang ada. Namun, masalah tersebut luput dari catatan badan 
Pengawas Daerah. "Kita belum mencatat ketidakhadiran pegawai hari 
ini,"kata satu pejabat Bawasda.

Hal sama juga terjadi di lima wilayah. Walikota Jakut Efendi Anas, 
mengakui sejumlah pegawainya mangkir. Tapi pihaknya sudah 
memerintahkan Bawasda mencatat pegawai yang mangkir. "Saya sudah 
meminta Bawasda mencatat masalah in,"katanya.

Di Jaksel, sejumlah pegawai juga tidak masuk. Syahrul Efendi juga 
berbuat sama dengan rekannya. "Ya pasti kita beri peringatan,"katanya.

Sementara itu, hari pertama puasa di Ibukota suasana jalan terlihat 
agak lenggang dibanding hari-hari sebelumnya. Selain sekolah 
diliburkan, banyak juga pegawai dan karyawan tidak masuk memilih 
menjalankan puasa pertama di rumah saja.

Sejumlah kawasan di Jakarta yang biasanya padat lalu lintas, kemarin 
lancar, seperti di Jalan Casablangca, Kramat Raya, Thamrin dan 
Sudirman. "Saya dari Bekasi biasanya satu setengah jam, hari ini 
(kemarin red-) nggak sampai 50 menit sampai di Jl. Gajah Mada," ujar 
Nanang, warga Harapan Indah.
(john/faisal/anton)*

--- End forwarded message ---




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke