Refleksi: Dengan penemuan dari observasi ini, pemerintah  NKRI seharusnya 
memberikan  "mobile phone" untuk tiap wanita yang mempunyai bayi agar bisa  
langsung menelepon ke station TV atau radio  memberitahukan  akan terjadi gempa 
:-)) 


http://www.antara.co.id/arc/2007/9/17/tangisan-bayi-itu-isyaratkan-gempa/

17/09/07 14:37

Tangisan Bayi Itu Isyaratkan Gempa
Oleh Frislidia


Padang (ANTARA News) - Tak biasanya Zikiano Diofato (2 bulan) menangis dengan 
suara melengking berulang-ulang, terkadang ia terlihat begitu gelisah sehingga 
menarik perhatian anggota keluarga dan juga sejumlah tetangganya.

Murni (60 tahun), nenek Dio yang memiliki 15 cucu itu ikut membujuknya agar si 
bayi segera berhenti menangis, namun tetap saja tangis bayi mungil itu semakin 
keras.

Tari (23 tahun), ibu kandung Dio, menyatakan sempat bingung melihat kelakuan 
bayinya itu dan bertanya-tanya penyebabnya, soalnya ketika itu badan buah 
hatinya itu tidak panas, perutnya pun tidak kembung.

"Cup-cup sayang ini ibu," bujuk Tari sambil menggendong anaknya ketika 
bercerita tentang ulah anaknya itu yang belakangan diyakini sebagai isyarat 
bakal terjadinya musibah besar di kampungnya.

Menurut tetangga Tari, Bariah (50 tahun), Dio menangis dua hari berturut-turut 
sebelum gempa beruntun mengguncang daerah itu. 

"Kami juga heran, bayi lucu itu tidak seperti biasanya gelisah dan menangis 
dengan suara lengking," kata Bariah.

"Saya sempat curiga, dan bertanya-tanya biasanya anak-anak lebih tahu tentang 
peristiwa yang bakal terjadi," katanya.

Tiba-tiba Rabu (12/9) sore itu warga yang bermukim di sepanjang jalan raya 
Padang-Bengkulu, 234 kilometer dari Lunang Pessel panik, ketika gempa 
berkekuatan 7,9 SR mengguncang kampungnya.

Semua warga berhamburan keluar rumah, dan hanya beberapa detik saja seluruh 
bangunan seketika hancur bahkan rata dengan tanah. 

Trauma masih menggigit mereka ketika esok paginya gempa kedua kembali 
mengejutkan.

"Saya tidak bisa berbuat apa-apa gempa telah meluluhlantakkan semuanya, kaki 
ini terasa kaku dan tidak ada lagi yang tersisa, rumah kami hancur tidak bisa 
dihuni," kata Bariah berlinang air mata.

Anehnya ketika gempa itu terjadi Dio sama sekali tidak menangis, wajah bersih 
dan polos Dio tampak begitu tenang sehingga turut mendorong semua korban agar 
bersikap tabah.

Berkat ketenangan Dio, membuat Sukitan (70), kakek Dio, dan Sugiyono (26) makin 
terdorong sabar dan tabah menerima musibah tersebut.

"Ketika melihat Dio tenang, tak pernah lagi gelisah dan menangis, kami justru 
ikut tenang dan tabah," kata Sugiyono sesekali menggendong anaknya itu dengan 
penuh kasih sayang.

Kini Dio dan pengungsi lainnya masih bertahan tidur di bawah tenda darurat 
karena rumahnya tidak bisa lagi dihuni.

Butuh Tenda

Korban gempa beruntun yang mengguncang Kabupaten Pessel, Sumatera Barat, itu 
kini membutuhkan sebanyak 2.000 unit tenda, selimut, tikar dan pakaian guna 
melindungi diri dari serangan penyakit.

"Tenda yang sudah dibagikan dari Depsos Pesel dan Pemprov Sumbar sebanyak 300 
unit dan sisanya diupayakan pengungsi dari swadaya dan bantuan tetangga dan 
masyarakat" kata Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit.

Pascagempa beruntun, sebanyak 7.000 ribu kepala keluarga kehilangan tempat 
tinggal. 

Menurut Nasrul Abit tercatat 4.900 unit rumah, kantor dan bangunan fasilitas 
umum rusak dan pengungsi masih bertahan tidur di luar rumah atau di bawah tenda.

"Kita menetapkan sebulan masa tanggap darurat dengan perpanjangan 17 hari, 
pengungsi tetap diimbau waspada terkait gempa susulan yang masih terjadi dan 
cukup berisiko untuk kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Pengungsi disarankan tidur di bawah tenda darurat guna menekan korban jiwa.

"Korban jiwa tidak ada pascagempa ini, yang meninggal seorang itu akibat 
serangan jantung bukan akibat gempa langsung," katanya.

Mengenai rumah korban yang membutuhkan perbaikan secepatnya, Nasrul mengaku 
bahwa karena mereka tidur di bawah tenda darurat maka membutuhkan selimut 
hangat, tikar, dan pakaian.

Nasrul Abit meminta pemerintah segera menyalurkan bantuan dalam bentuk uang 
tunai.

"Kita lebih memilih bantuan uang tunai, bukan material bangunan agar masyarakat 
bisa langsung memanfaatkan uang tersebut untuk kebutuhan bahan bangunan 
rumahnya dan kebutuhan lainnya," katanya.

Pemerintah Kabupaten Pessel telah menyalurkan 27 ton beras untuk pengungsi dari 
100 ton plafon yang diberikan Pemrov Sumbar.

"Kita baru menarik 50 ton beras di antaranya 27 ton sudah disalurkan, sisanya 
segera diminta lagi untuk segera didistribusikan bagi pengungsi, terutama pada 
daerah-daerah yang belum terjangkau," 
katanya.

Bantuan yang sudah mengalir di antaranya berupa tenda beras dan kain sarung 
dari Pemprov Sumbar, serta uang.

"Bantuan uang dari Pemprov Sumbar digunakan untuk membeli sembako, belum untuk 
material bangunan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Rosnini Syafitri 
mengatakan, pihaknya sudah menyiagakan posko pelayanan kesehatan darurat dengan 
obat-obatan mencukupi.

"Kita telah menyiagakan 322 unit puskesmas keliling untuk melayani pengungsi 
terutama anak-anak," katanya.

Puskesmas keliling lebih diintensifkan, karena 19 unit puskesmas di daerah itu 
rusak parah diguncang gempa, sedangkan stok obat mencukupi untuk 18 bulan 
mendatang guna manangani korban yang mengalami luka dan diserang berbagai 
penyakit.(*)


Copyright © 2007 ANTARA


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke