Satu hal, biar bagaimanapun juga mereka sempat mengenyam nikmatnya pinjaman, walaupun mungkin hanya untuk waktu yang pendek. Entah itu dipakai untuk rumah/condo baru yang mewah, mobil baru mewah, membayar utang uang kuliah, dsb. Tapi sayangnya orang-orang yang tidak terlibat peminjaman sekarang kena getahnya juga, padahal dulunya tidak ikut menikmati uang pinjaman.
Prof. Robert Shiller mentertawakan anggapan banyak orang bahwa kalau mau kaya, beli saja rumah. Disamping itu dia juga menyindir banyak orang yang sekarang sudah semakin kapitalis dan semuanya ingin jadi investor. 'Be a smart investor.' Semuanya sudah demikian lihai untuk melakukan transaksi jual-beli. Seperti bisa dilihat ditayangan tersebut, kunci kesalahannya ada pada Wall Street yang dengan pandainya bisa mengemas risiko menjadi aset alternatif (CDOs) yang bisa diperjual-belikan melewati batas negara. Kalau tidak ada mereka, sudah jauh-jauh hari pasar kehabisan dana. Diperkirakan 85% dari sebagian besar dana dunia diputar di Wall Street dan sebagian digunakan untuk sub-prime. Bukan mengaitkan sub-prime dengan LA riot, tapi kaitan bahwa minoritas itu biar bagaimanapun juga selalu jadi korban. Misalnya waktu kejadian badai Kathrina, sudah ada suara-suara miring bahwa terlambatnya bantuan datang dikarenakan yang menderita kebanyakan bukan berkulit putih. --- In [email protected], "Leo Susanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya pikir kalau saya bilang kebodohan rasanya kok yg bersangkutan bisa cuci > tangan atas blunder pinjaman sub-prime. Kalau saya bilang ceroboh, at least, > saya pengen menunjuk bahwa ada pihak yg bisa diminta pertanggung-jawabannya. > > Kita tahu bahwa semua ini adalah blunder, soal persepsi siapa yg blunder > saya pikir urusan ini perlu dikaji lebih detail. Saya pikir sebagian besar > dari yg minta ini sudah tahu bahwa mereka bisa lari kalau pasar fold. > Sekarang ini masalahnya: kok bank2 yg di luar US beli package mortgage tsb? > They know that those people that borrow the money could walk away since they > don't have much to loose. > > Apakah mereka (manager fund tsb) bodoh? I don't think so. Ceroboh - karena > enggak mengkaji resiko. > > Saya paling sebel kalau org sudah mulai enggak rasional plus rasialis. Jelas > yg kena kebanyakan adalah org hitam, karena mereka adalah kelompok yg tidak > punya. Karena enggak punya banyak duit makanya mereka lari ke pinjaman sub > prime loan dari awal2. Makes sense. Tetapi: enggak semua mortgage broker itu > tulus. Saya yakin, pasti ada beberapa yg sengaja memanipulir data supaya > customer bisa mendapat pinjaman. Kalau anda menyimak ucapan Greenspan, > urusan memanipulir itu bukan urusan Congress, apalagi urusan Fed Reserve > Chairman, itu adalah urusan District Attorney (jaksa). > > Kamu benar kalau ngomong ni urusan masih ke dalam agenda Congress karena > banyak dari kelas menengah yg kena, tetapi urusan geblek macam Terri Schiavo > juga sempat masuk ke Senat. It is all politics. Tetapi kalau anda mengkaji > lebih lanjut, yg menjadi persoalan paling utama adalah kelas menengah tsb > tidak bisa roll over hutang2 yg lama atau mendapat kredit baru, karena > kontraksi pasar uang. Bukan karena default. > > Saya terus terang sangat prihatin. Bukan karena urusan market yg gonjang > ganjing, saya prihatin karena yg kena paling berat itu adalah kelas bawah yg > rata2 kehilangan tabungan mereka karena dipakai utk loan fee dan segala > tarif tetek bengek yg mereka harus bayar dengan iming2 property yg mereka > harus lepas. Saya prihatin, karena aktor utama (mortgage broker) dan alasan > krisis ini bisa terjadi diselamatkan oleh institusi2 financial yg masih > sehat karena they are too big to fail. > > Yg besar selamat (asal perusahaan US), yg kecil menjadi korban. Hantu Ronald > Reagan soal S&L (http://en.wikipedia.org/wiki/Savings_and_Loan_crisis) > strikes back. > > Saya sikit heran, kok bisa2 urusan sub prime ini lari ke LA Riot. Anyway, > baca ini dulu: http://en.wikipedia.org/wiki/1992_Los_Angeles_riots. > > Saya pikir waktu itu City of LA enggak berani turun tangan karena urusannya > sudah runyam. Kalau LAPD waktu itu turun tangan, saya yakin city of LA bisa > bangkrut di-sue oleh keluarga org2 yg meninggal atau cacat karena LAPD > berusaha menguasai keadaan. > > Jadi? Akhirnya musti kembali ke org yg penghasilannya tergantung kpd tempat > business tsb. Bukan kpd polisi (yg sudah bakalan punya gaji karena city > punya sales tax), juga bukan kepada org yg jelas2 cari kesempatan. Saya > punya teman yg proteksi pabrik dimana dia bekerja dan nembakin org2 berani > menggarong pabrik tsb. Bukan karena doi punya pabrik tsb, karena doi bisa > hilang dia punya kerjaan kalau pabrik tsb hancur. > > Oleh karena itu saya paling benci dengan City of LA, saya pikir org2 di LA > sudah menjadi idiot karena urusan rasial. > > > On 9/20/07, teddysrachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Leo sebelumnya tidak bisa menerima bahwa pinjaman sub-prime itu suatu > > kebodohan dan menyebutnya sebagai kecerobohan. Pinjaman ini yang > > kadang disebut sebagai 'LIAR loans' karena seseorang pastilah sudah > > berbohong untuk mendapatkannya dimana Kreditor malah pernah > > mengiklankan pinjaman mereka sebagai 'N.I.N.J.A. (No Income, No Job, > > No Assets)loans'. Orang waras diluar AS akan geleng-geleng kepala > > kalau tahu ada kreditor mau memberikan pinjaman pada orang yang > > jelas-jelas tidak bisa mengembalikan pinjamannya. > > `It happens only in America.' > > > > Berikut adalah reportase jempolan dari saluran kanal 2 Australia: > > http://abc.net.au/4corners/content/2007/20070917_subprime/interviews.htm > > > > Dari situs tersebut amat menarik untuk menyimak wawancara khusus > > dengan Mark Seiffert yang tidak ditayangkan dalam reportase karena > > mungkin menyangkut masalah yang sangat sensitif yaitu ras. Menurut > > Mark Seiffert banyak orang dulunya tidak menganggap ini sebagai suatu > > perkara selama yang terkena masalah adalah orang-orang berkulit hitam > > yang miskin, tapi ini sudah menjadi suatu perkara setelah banyak orang > > di Ohio yang kebanyakan merupakan pendukung Partai Republik dan > > berkulit putih mulai banyak yang kehilangan rumahnya hingga baru ada > > tindakan untuk menyelamatkan mereka dengan membuat undang-undang baru > > yang seharusnya sudah dilakukan tujuh tahun yang lalu. > > > > Ini jadinya mengingatkan akan reportase khusus di LA saat kerusuhan > > dimana toko-toko oarng Korea dijarah orang-orang negro. Sebagian > > orang-orang Korea bisa bertahan karena mereka memiliki senapan serbu > > M-16, sementara sebagian orang Korea meminta bantuan polisi tapi tidak > > dihiraukan. Hingga kesimpulan orang Korea tersebut pertolongan polisi > > seperti dapat dilihat dalam film-film hanya berlaku jika anda berkulit > > putih di AS. > > > > > > > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > > List owner : [EMAIL PROTECTED] > > Homepage : http://proletar.8m.com/ > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
