http://www.antara.co.id/arc/2007/9/27/kuba-serang-balik-bush-dengan-menyebut-bush-polisi-ugal-ugalan/

27/09/07 08:34

Kuba Serang Balik Bush, Dengan Menyebut Bush `Polisi Ugal-ugalan`

PBB, New York (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Kuba, Felipe Perez Roque, 
menyerang-balik Presiden AS George W. Bush, Rabu, dengan mengatakan Bush adalah 
polisi global yang ugal-ugalan dan membuat keamanan dunia jadi terancam.

Sehari setelah ia meninggalkan ruang Sidang Majelis Umum PBB ketika Bush 
merujuk kepada Presiden Kuba, yang belum sehat, Fidel Castro, sebagai seorang 
"diktator kejam" yang kekuasaannya mendekati akhir, utusan Kuba menyatakan 
Presiden AS tak memiliki hak untuk menuntut perubahan rejim di negara berdaulat 
melalui perang dan sanksi.

"Itu adalah pertunjukan yang memalukan, fikiran tak waras seorang polisi dunia, 
mabuknya kekuatan imperial, yang ditaburi sifat sedang-sedang saja dan 
sinisme," kata Perez Roque mengenai pidato Bush, Senin.

Bush mencerca Iran, Korea Utara, Kuba, Myanmar dan negara lain karena 
"menginjak-injak" hak asasi rakyat mereka.

Ia mengatakan PBB "harus mendesak bagi terwujudnya" kebebasan berbicara dan 
pemilihan umum di Kuba, sementara negara yang dikuasai Komunis itu memasuki 
masa peralihan setelah Castro menyerahkan kekuasaan kepada adiknya, Raul, pada 
31 Juli 2006.

Perez Roque menyatakan Bush tak memiliki hak untuk berbicara mengenai demokrasi 
karena ia memangku jabatan melalui kecurangan dan penipuan dalam pemilihan umum 
kontroversial pada 2000.

"Kita mestinya melewati kehadirannya kemarin dan mestinya mendengarkan Presiden 
Al Gore berbicara mengenai perubahan iklim dan resiko terhadap spesies kita," 
kata Menteri Kuba tersebut, seperti dilaporkan Reuters.

Perez Roque menyalahkan Bush atas kematian 600.000 warga sipil dalam perang 
Irak dan mengatakan Presiden AS itu tak memiliki dasar moral untuk berbicara 
mengenai hak asasi manusia di negara lain setelah ia mensahkan penggunaan 
penyiksaan terhadap tahanan di pangkalan Angkatan Laut Guantanmo dan penjara 
Abu Ghraib di Irak.

"Ia telah menjadi politikus paling ugal-ugalan dan egois yang pernah kita 
saksikan," katanya mengenai Bush. "Ia mesti bertanggung-jawab kepada dunia atas 
semua kejahatannya."

Perez Roque memulai pernyataannya dengan berbicara atas nama 116 negara 
berkembang Gerakan Non-Blok, yang saat ini diketuai oleh Kuba.

Ia menyatakan ancaman terbesar terhadap perdamaian dunia hari ini adalah 
penggunaan dalih seperti perang melawan teror atau dorongan demokrasi yang 
banyak dikumandangkan untuk menyerang negara yang dicap sebagai "negara merah" 
oleh segelintir negara maju*

++++
http://www.granma.cu/ingles/2007/septiembre/mier26/Nicaragua-supports-Cuba-in-the-face-of-US-attacks.html

      Havana.  September 26, 2007
     

     
      Nicaragua supports Cuba in the face of U.S. attacks

      NEW YORK, September 25 (PL).- President Daniel Ortega of Nicaragua 
supported Cuba today after attacks by U.S. President George Bush at the United 
Nations and denounced the "brutal and inhumane" blockade imposed by Washington.

      During his speech at the opening of the 62nd session of the UN General 
Assembly, the Sandinista leader indicated that Bush showed "a total lack of 
respect" in talking about Cuba while representing a system that had attempted 
to assassinate Cuban President Fidel Castro.

      "They (Washington) have insisted on imposing the blockade against Cuba, 
while, for political and economic reasons, they have established links with 
other countries with which they supposedly disagree ideologically," he added.

      At the beginning of his speech, the Nicaraguan leader recalled the 
victims of the economic, commercial and financial restrictions unilaterally 
imposed by the United States for more than 40 years.

      Ortega likewise exposed the aggression in every shape and form suffered 
by the "heroic and noble Cuban people."

      The Nicaraguan president also recalled during his comments the five Cuban 
men imprisoned in the United States since 1998 for opposing terrorism.

      "I want to remember the five Cuban heroes imprisoned within the empire," 
the leader said in his speech during which he also castigated global 
imperialist capitalism and accused the U.S. government of representing the 
worst dictatorship in the history of humanity.

      Translated by Granma International 

     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke