Refleksi: Maksud presiden SBY ialah bahwa mantan presiden NKRI  Haji Muhammad 
Soeharto tidak  korupsi dan oleh karena itu tidak perlu diusut? 

http://www.gatra.com/artikel.php?id=108182


Yudhoyono: StAR Tak Bidik Orang Tertentu


New York , 28 September 2007 15:52
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Inisiatif Pengembalian Kekayaan 
Curian (Stolen Asset Recovery/StAR) sebenarnya tak membidik orang-orang 
tertentu.

"Bank Dunia mengatakan kepada saya, tidak pernah dan memang tidak bermaksud 
untuk membidik sasaran pihak-pihak tertentu, orang-orang tertentu. Konsep 
tersebut akan dilakukan dengan negara mana pun yang memang menginginkan kerja 
sama dengan Bank Dunia dalam kerangka StAR," kata Presiden kepada pers, Kamis, 
sebelum meninggalkan New York untuk kembali ke Jakarta.

Yudhoyono mengatakan hal itu ketika menjelaskan hasil pertemuannya dengan 
Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick, di New York, yang sebelumnya banyak 
diberitakan media di tanah air diperkirakan akan banyak membahas mengenai 
kekayaan Indonesia yang kemungkinan dicuri oleh mantan presiden Soeharto.

Presiden mengatakan, pertemuannya dengan Zoellick pada Senin (25/9) itu antara 
lain membahas mengenai keinginan Indonesia untuk bekerja sama dengan PBB dan 
Bank Dunia melalui StAR dalam upaya mengembalikan kekayaan negara yang dicuri.

Yudhoyono tidak menyebutkan apakah keduanya juga membahas secara khusus tentang 
kekayaan Indonesia yang kemungkinan dicuri Soeharto.

Yang pasti, ujarnya, ia telah mengumpulkan informasi tentang kemungkinan 
tersebut.

"Sebelum bertemu dengan Zoellick, saya juga melakukan konfirmasi karena 
disebut-sebut sudah ada daftar tentang harta kekayaan mantan presiden 
Soeharto," katanya.

Ternyata, kata Presiden, ia tidak menemukan informasi apa pun tentang 
kemungkinan pencurian kekayaan oleh Soeharto.

"Tidak ada satu informasi apa pun tentang itu, sumbernya yang jelas, dari mana 
dirujuk, atau informasi-informasi lain," ujarnya.

Sebelumnya Menlu Hassan Wirajuda mengungkapkan bahwa pada Desember 2007, Bank 
Dunia dan pihak Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB untuk Masalah Obat-obat 
Terlarang dan Kriminal (UNODC) akan berkunjung ke Indonesia untuk mengembangkan 
lebih lanjut bantuan teknis di bawah inisiatif StAR (Stolen Asset Recovery/ 
Pengembalian Aset yang Dicuri) untuk Indonesia.

Kunjungan UNODC dan Bank Dunia itu berkaitan dengan pelaksanaan konferensi 
tentang perubahan iklim yang akan berlangsung di Bali pada 13-14 Desember.

Sebuah tabel dalam buku panduan StAR yang diluncurkan PBB dan Bank Dunia pada 
17 September lalu menempatkan Soeharto pada urutan pertama dari daftar 10 
pemimpin politik dunia yang diperkirakan mencuri kekayaan negara dalam jumlah 
besar selama kurun waktu beberapa puluh tahun terakhir.

Daftar tersebut mencantumkan bahwa `Mohamed Suharto (1967-1998)` pada urutan 
teratas tabel "Perkiraan Dana yang Dicuri dari 9 Negara`, dengan kekayaan yang 
diperkirakan dicuri Soeharto berjumlah 15 miliar dolar hingga 35 miliar dolar 
AS.

Daftar `Perkiraan Dana yang Kemungkinan Dicuri dari sembilan Negara` disiapkan 
oleh Transparency Internasional (TI) menurut data tahun 2004 dan Bank Dunia.

Namun menurut TI, pemimpin dunia yang tercantum dalam daftar tersebut tidak 
berarti menjadi 10 pimpinan dunia terkorup.

TI juga mengungkapkan bahwa sumber-sumber yang dijadikan bahan untuk membuat 
daftar tersebut didapat melalui informasi dari berbagai media massa.

Satu-satunya informasi yang didapatkan secara resmi dari sumber suatu negara 
adalah dari Peru, yaitu berkaitan dengan kemungkinan keterlibatan mantan 
presiden Alberto Fujimori dalam menghilangkan kekayaan negara tersebut.

Pemimpin politik dunia lainnya yang diperkirakan mencuri kekayaan negara adalah 
Ferdinand Marcos dari Filipina (1972-1986) dengan 5-10 miliar dolar ; Mobutu 
Sese Seko dari Zaire (1965-1997) dengan lima miliar dolar ; Sani Abacha dari 
Nigeria (1993-1998) dengan 2-5 miliar dolar serta Slobodan Milosevic dari 
Serbia/ Yugoslavia (1989-2000) dengan satu miliar dolar .

Di bawah mereka, terdapat nama Jean-Claude Duvalier dari Haiti (1971-1986) yang 
diperkirakan mencuri 300-800 juta dolar ; Alberto Fujimori dari Peru 
(1990-2000) dengan 600 juta dolar , Pavio Lazarenko dari Ukraina (1996-1997) 
dengan 114 hingga 200 juta dolar ; Arnoldo Aleman dari Nikaragua (1997-2002) 
dengan 100 juta dolar dan Joseph Estrada dari Filipina (1998-2001) dengan 70 
hingga 80 juta dolar.

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke