http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=39079&ik=4
Suwandi Didakwa Pasal Berlapis
Kamis 27 September 2007, Jam: 19:58:00
BOGOR (Pos Kota) - Brigadir Suwandi, anggota Saintelkan Polres Bogor,
pelaku penembakan gadis desa ABG Nia Sari,15, warga Kampung Jaga Raya,
Kecamatan Bojong Gede, Bogor didakwa dengan pasal berlapis dalam sidang di PN
Cibinong, Bogor yang mendapat perhatian luas dari masyarakat Bojong Gede dan
pengawalan ketat polisi.
"Terdakwa dengan sengaja dan terencana menembak gadis tamatan SMP itu
dari arah belakang dengan jarak dekat hingga nyawanya melayang, selain itu
ditemukan pula luka memar di bagian wajah, bahu, kepala, dan punggung akibat
hantaman benda tumpul," ujar Jaksa Berta Wahyuningsih.
Akibat ulah Brigadir Suwandi itu, didakwa dengan pasal 340 KUHP tentang
pembunuhan berencana dengan ancaman 20 tahun penjara, pasal 338 KUHP tentang
pembunuhan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pasal 80 ayat 3, UU No.23 tahun
2004 tentang perlindungan anak dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 600
juta.
Dikatakan, Brigadir Suwandi, kelahiran Kabupaten Lebak 22 Juni 1978 pada
Selasa (28/8), sekitar pk. 00:00 dengan sengaja dan terencana merampas nyawa
Nia Sari di Kampung Cipayung, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Bogor. Di
hadapan Majelis Hakim diketuai Saryana, Jaksa menyebutkan, pembunuhan terhadap
Nia Sari dilakukan dengan cara ditembak. Seluruh organ di dalam tubuhnya pucat,
sebab matinya akibat tembakan ke kepala belakang kanan yang menghancurkan
tulang tengkorak sehingga menimbulkan pendarahan dan robeknya jaringan otak.
KELUARGA MERINTIH
Mendengar penjelasan ini, keluarga Nia Sari yang hadir dalam persidangan
dan duduk di kursi jajaran depan itu terdengar merintih. "Masya Allah, ternyata
parah. Kasihan Nia," ucap seorang bibinya sambil mengusap air matanya. Ruang
sidang dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai kalangan. Terdakwa datang
dengan pengawalan ketat dari petugas Polres Bogor dan puluhan lainnya
berjaga-jaga di sekitar Gedung PN Cibinong.
Sementara M Bakri, kuasa hukum terdakwa mengatakan, tidak mengajukan
esepsi atas dakwaan Jaksa. Dia meminta kepada majelis hakim melanjutkan sidang
dengan agenda saksi-saksi dan pembuktian. Namun belum siapnya saksi-saksi,
majelis hakim memutuskan sidang ditunda dan dilanjutkan Rabu (3/10) mendatang.
++++
http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=39065&ik=2
Polisi Bertopeng Merampok Dikeroyok, Tewas Tertembak
Kamis 27 September 2007, Jam: 10:19:00
PALEMBANG (Pos Kota) - Seorang penjahat bertopeng merampok sebuah maney
changer PT Sadita Indah Cipta di Jl. Mayor Salim Batubara, Palembang. Saat
lengah, perampok itu dikeroyok satpam dan karyawan. Perampok itu tewas
tertembak saat perebutan senjata. Saat dibuka topengnya, ternyata pelaku
seorang anggota polisi.
"Angkat tangan, serahkan uangnya," gertak perampok mengagetkan kesibukan
money-changer. Karyawan yang tak berkutik lalu menyerahkan uang Rp 200 juta.
Mereka tak berani melawan karena diancam todongan pistol.
Namun, kelengahan kecil menjadikan naas pelaku. Begitu pelaku berusaha
memasukkan uang ke dalam ransel, satpam Ariyanto dan Kasir Johanes serta
karyawan lain langsung mengeroyoknya. Terjadilah pergumulan hebat dan perebutan
senjata.
Saat pergumulan Kasir Johanes terkena tembakan di lengan. Sementara sang
perampok tewas dengan luka tembak di kepala.
Setelah topeng dibuka, perampok itu ternyata Briptu Iriansyah, anggota
Kepolisian Sektor (Polsek) Ilir Timur I Palembang. Jenazahnya sempat
disemayamkan di Bagian Pemeriksaan Forensik Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH)
Palembang.
VERSI LAIN
Beredar versi lain, ketika terjadi pergumulan terdengar suara tembakan
sehingga membuat tersangka tersungkur. Diduga, tembakan berasal dari luar yang
diduga teman pelaku yang tengah menunggu di luar.
Pelaku Iriansyah disebutkan pernah bertugas jaga di PT SIC. Kronologi
sebenarnya masih menyisakan misteri. Dugaan sementara menyebutkan pelaku tidak
bekerja sendirian. Uang tunai sekira Rp 200 juta yang diambil paksa dari kasir
Johanes ternyata hingga kini belum pula ditemukan.
Rumor simpang-siur terdengar. Informasi yang diperoleh Pos Kota di kamar
mayat Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RMSH) menebar selentingan jika Iriansyah
tewas bunuh diri. Pelaku bunuh diri karena terjepit dengan menembak kepalanya
sendiri.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/