http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=41598



 Survei LSI, Parpol Islam Terpuruk



(28 Sep 2007, 217 x , Komentar) 

JAKARTA - Partai politik yang berbasis Islam diprediksi tidak bisa lagi meraih 
suara signifikan dalam pemilihan umum (pemilu) legislatif 2009. Hasil survei 
yang digelar Lembaga Survei Indonesia (LSI), tidak menempatkan parpol Islam 
dalam tiga besar peraih suara terbanyak pada pemilu mendatang.Sebaliknya, 
survei LSI tetap mengunggulkan Partai Golkar sebagai partai yang paling banyak 
mendapat dukungan jika pemilu dilaksanakan hari ini. 

Dukungan ke partai pemenang pemilu legislatif 2004 lalu itu mampu meraih 19,5 
persen dan menempatkan partai pimpinan HM Jusuf Kalla ini dalam urutan teratas.
Di urutan kedua ditempati PDI Perjuangan yang memperoleh 16 persen suara, 
disusul Partai Demokrat yang meraih 10 persen. 

Tiga parpol Islam yang tergolong besar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai 
Keadilan Sosial (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara 
berturut-turut masing-masing berada di urutan ketiga hingga kelima. 

PKB yang pada pemilu lalu memperoleh 10 persen suara, diprediksi LSI akan 
mengalami penurunan. Dari hasil survei, partai ini hanya meraih 6 persen, PKS 4 
persen dan PPP tiga persen. 

Partai Amanat Nasional (PAN) diperkirakan hanya bisa bersaing dengan PPP yang 
meraih 3 persen suara. "Jadi, berdasarkan survei kami, Golkar masih unggul jika 
pemilu dilaksanakan hari ini," kata Direktur Eksekutif LSI Syaiful Mujani dalam 
sebuah acara diskusi politik di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 27 September, 
kemarin.

Ditanya tentang anjloknya suara partai Islam, Syaiful menyebut, itu disebabkan 
karena persaingan yang terjadi di antara partai-partai Islam sendiri. Partai 
Islam lebih suka bersaing sesama parpol Islam. "PKB misalnya lebih suka besaing 
dengan PAN atau PKS daripada bersaing dengan Golkar atau PDIP," katanya. 

Selain itu, Syaiful juga menyoroti loyalitas pemilih masing-masing partai 
politik sejak pemilu 2004. Menurut survei, kata dia, pemilih yang mencoblos 
partai Golkar pada 2004 kemungkinan besar akan kembali mencoblos Golkar pada 
pemilu 2009. "Sebanyak 70 persen tetap memilih golkar dan hanya 11 persen akan 
memilih partai lain," katanya. 

Loyalitas simpatisan PDIP juga tinggi. Sebanyak 79 persen pemilih partai ini 
pada 2004 akan kembali mencoblos partai berlambang banteng ini pada pemilu 2009 
nanti. "Jumlah suara yang akan mencoblos partai lain tidak akan lebih dari 6 
persen," katanya. 

Hal serupa juga akan terjadi pemilih PKB, sebanyak 73 persen dari pemilihnya 
pada 2004 lalu akan kembali memilih partai ini pada pemilu 2009 nanti. Suara 
yang akan pindah ke partai lain, diperkirakan hanya 6 persen," katanya.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin Prof Dr Nursadik mengamini hasil survey 
LSI itu. Menurut dia, di mata masyarakat muslim saat ini, partai berasaskan 
Islam lebih memikirkan persaingan antarpartai dibandingkan memikirkan basic 
need (kebutuhan dasar) masyarakat.

Padahal seharusnya, kata Nursadik, partai Islam inilah yang harus lebih getol 
memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat. "Tapi kenyataannya, partai Islam 
lebih memikirkan persaingan dengan partai sesamanya. Padahal, mayoritas 
masyarakat di Indonesia beragama Islam," jelas Nursadik.

Untuk mendongkar suara partai berbasis Islam ini, menurut Nursadik, pengurus 
partai harus lebih memikirkan apa yang menjadi kebutuhan mendasar atau 
kebutuhan konkret masyarakat.

Contoh memperjuangkan agar harga kebutuhan pokok tidak melambung tinggi, 
pendidikan yang terjangkau secara ekonomi dan sebagainya.

Lain halnya yang diungkapkan Dr Andi Haris, pakar sosiologi politik dari Unhas. 
Menurutnya, survei yang dilakukan LSI itu masih bisa berubah pada 2009, 
sepanjang partai-partai Islam melakukan konsolidasi dan lebih intens melakukan 
sosialisasi kepada masyarakat.

"LSI memang sudah betul jika pencoblosannya dilakukan saat ini. Tapi kan masih 
ada dua tahun lagi. Nah dua tahun ini akan dimanfaatkan partai Islam melakukan 
perubahan paradigma untuk meraih simpati rakyat," jelas Andi Haris. (ysd-sul-

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke