Yap, inilah masaalahnya...

Jilbab itu adalah ikon penindasan perempuan oleh laki-laki sesuai
dengan ajaran Islam dan bukan sekedar penutup kepala atau penutup
kuping...

Jilbab adalah ikon kebiadaban.

Dan di Indonesia, anda betul, "berjilbab-jilbab dahulu (dijadikan
aturan resmi), berburka-burka kemudian (dijadikan aturan resmi).

Dan kita bisa membayangkan bahwa secara berangsur-anngsur orang
pacaran juga akan dilarang jalan duaan wae, pasangan berpegangan
tangan juga akan dilarang didepan umum dan .. ini kita lihat di
Tanggerang, perempuan yang jalan sendiri segera disamakan dengan
pelacur...

--- In [EMAIL PROTECTED], "JJ" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

ikutan; dari dulu ya kok jilbab lagi jilbab lagi. biasanya sudut
pandang privat vs. publik.

ada lagi sudut pandang lain melihatnya: 

sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. 
berjilbab-jilbab dahulu (dijadikan aturan resmi), berburka-burka
kemudian (dijadikan aturan resmi).
.
.
.
bersekular-sekular dahulu, bersyariat-syariat kemudian.

alias, "syariatisasi". masuk akal, atau paranoid? :-)

salam,

--- End forwarded message ---




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke