http://www.suarapembaruan.com/News/2007/10/01/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Balai POM Diminta Kontrol Isu Makanan Beracun di Papua [JAKARTA] Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu meminta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Provinsi Papua dan jajarannya melakukan kontrol ketat terhadap makanan dan minuman produk industri yang kedaluwarsa. Akibat makanan dan minuman tersebut, sejumlah warga asli Papua meninggal dunia. "Tidak benar kalau dikatakan meninggal dunia karena menikmati makanan dan minuman yang ditaburi racun seperti isu pesan singkat (SMS) yang meresahkan masyarakat di Papua sekarang," ujar Bas Suebu menjawab pertanyaan SP di Jakarta, Minggu (30/9). Barnabas minta masyarakat waspada terhadap makanan dan minuman kedaluwarsa. Jangan percaya adanya isu makanan dan minuman yang diberikan racun seperti pengiriman pesan singkat (SMS) dari orang tak dikenal yang menyatakan makanan dan minuman asal luar Papua ditaburi racun. "Kita minta Kepolisian Daerah (Polda) mengusut hal itu dan menemukan pelakunya. Isu tersebut sangat meresahkan masyarakat asli Papua," katanya. Sudah diminta Balai POM bersama aparat kepolisian menyita makan dan minum kedaluwarsa. Pedagangnya supaya diproses secara hukum. Mengenai SMS yang menyatakan makanan dan minuman yang dikirim ke Papua sudah diracun, Suebu mempertanyakan kebenarannya. Sebab, makanan dan minuman untuk semua penduduk di sana. Tak ada yang dikhususkan bagi penduduk asli Papua. Berkaitan dengan korban akibat minuman keras, Gubernur Suebu, minta apotik penjual sepritus dan alkohol mewaspadai pembeli. Sebab, biasanya dijadikan sebagai bahan campuran minuman local, yakni tuak atau saguer yang merupakan hasil irisan mayang kelapa, enau dan nipah. Campuran itulah yang menyebabkan banyak korban jiwa belum lama ini. Perda Miras Berkaitan permintaan masyarakat untuk menghentikan perdagangan minuman keras di Papua, Suebu menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua sedang membahas rancangan peraturan daerah yang mengatur pemasaran minuman keras sehingga dapat diatur sistem pemasarannya. "Langkah ini untuk mencegah semakin banyak korban akibat minuman keras," ujarnya. [GAB/W-8] -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 30/9/07 [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
