Kita lihat dulu existensi agama itu:
Agama untuk manusia atau manusia untuk agama ??
- Agama untuk manusia bisa kita lihat pada pasteur/biarawati mereka tidak
mengenal cinta suci seperti yg anda maksud karena mereka tidak menikah
hidup mereka untuk pelayanan agama/kepercayaannya
- Manusia untuk agama bisa kita lihat pada mereka yang pada jam-jam
tertentu mereka melakukan ritual agamanya dan kepercayaan ini tidak
juga tidak mengenal cinta suci karena istrinya bisa lebih dari 3 orang,
mungkinkah bisa berbagi cinta suci pada 3 orang bahkan lebih ??
Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bagaimana
Seharusnya Anda Beragama Dalam Bercinta ???
Mengorbankan Cinta Demi Agama Adalah Cinta Palsu !!!
Mengorbankan Agama Demi Cinta Adalah Cinta Suci Dan tidak bisa
dianggap agamanya yang Palsu. HAM melindungi pilihan anda karena HAM
menghargai cinta kasih anda, dan juga menghargai agama anda.
Kalo anda mencintai seseorang, jangankan harta, jiwapun rela anda
korbankan.
Kalo anda mencintai seseorang, jangankan agama, jiwapun rela anda
korbankan.
Kalo anda mencintai seseorang, jangankan harta, agamapun rela anda
korbankan.
Kalo anda mencintai seseorang, jangankan jiwa, agamapun rela anda
korbankan.
Kalo anda mencintai seseorang, jangankan agama, orang tuapun rela anda
korbankan.
Tapi adalah paling bijaksana, kalo saling mencintai janganlah saling
mengorbankan atau janganlah ada korban !!!
Tapi kalo anda saling mencintai, sebaiknya saling berkorban agama,
karena agama khan cuma diluarnya saja sedangkan didalam enggak ada
yang bisa lihat.
Kalo kedua belah pihak sama2 fanatik, maka buatlah pesta pernikahan
dua kali, dan masing2 mengaku sudah pindah agama, atau keduanya benar2
pindah agama kepihak pasangannya masing2 agar puas kedua orang tuanya.
Kalo tetap masih ngotot juga, akhirnya enggak bisa kawin, karena
keduanya memang lebih mencintai agamanya dan tidak saling mencintai.
Ada teman saya orang Batak Kristen laki2, pacaran dengan wanita Sunda,
Islam. Ke2nya menikah. Di Bandung mereka menikah secara Islam karena
pasangan laki2 pindah jadi Islam. Di Jakarta mereka menikah lagi, dan
yang wanita pindah Kristen. Demikianlah ke2nya tetap saling mencintai
dan masing2 pindah ke agama pasangannya cuma untuk menipu kedua orang
tuanya agar tidak kecewa terhadap pilihan anaknya yang ternyata
bersedia pindah agama. Begitulah seharusnya yang kita namakan
toleransi beragama. Agama janganlah dijadikan sarana untuk saling
menyusahkan, agama juga jangan dijadikan alasan untuk saling tidak
mencintai. Apakah hal ini salah??? Kalo tetap anda anggap salah,
yang salah itu siapa??? agamanya atau anda yang salah??? Yang salah
sudah pasti agamanya, dan kesalahan anda hanyalah karena memilih agama
anda. Seharusnya beragama bukanlah mengikat diri anda seperti
kambing, dan juga jangan dijadikan tali untuk mengikat orang lain,
APALAGI, LEBIH BIADAB AGAMA DIJADIKAN ALAT EXEKUSI UNTUK MEMBUNUH
ORANG LAIN!!!
JUGA, ingatlah, janganlah perkawinan atau pernikahan dijadikan alat
untuk menyebarkan agama anda dengan cara memaksa pasangan anda pindah
agama.
Adalah sangat amoral kalo anda jadikan perkawinan anda sebagai alat
dakwah yang memaksa pasangan anda harus pindah agama, hal itu
menjadikan perkawinan anda rendah nilainya, dan anda merendahkan nilai
perkawinan anda sendiri yang seharusnya anda sucikan.
Semoga nasihat saya ini bisa direnungkan semua pihak, pasangan teman
saya yang kedua belah pihak telah pindah agama sekarang ini sudah
menetap menjadi warganegara Australia, disana keduanya hidup bahagia,
gaji besar, tidak ada yang menanyakan apakah agama mereka karena
Australia adalah negara yang menegakkan HAM, sedangkan Indonesia
adalah negara yang meng-injak2 HAM, sampai rakyat jelata juga
meng-injak2 HAM dengan cara memaksakan menantunya pindah agama
mentang2 menantunya mencintai anaknya.
Mertua yang memaksakan menantunya pindah agama adalah mertua yang
lebih sayang dengan agamanya katimbang menyayangi anaknya.
Demikianlah, tidak ada ajaran agama yang baik, karena semua agama
memaksakan umat lain untuk mempercayai agamanya dengan berbagai cara.
Agama menganggap bahwa cinta suci anda harus dikorbankan demi agama
anda. Dan Cinta yang suci tidak seharusnya meminta korban ataupun
pengorbanan. Bahkan percintaan di tempat pelacuran sekalipun masih
lebih suci dari percintaan orang yang beragama, karena percintaan
ditempat pelacuran masih bisa saling tawar menawar, tapi kenapa
percintaan antara umat beragama harus harga mati memaksakan
pasangannya harus pindah agama tanpa bisa ditawar lagi ??? Begitulah,
seharusnya mencintai seseorang janganlah pakai tawar2, sedangkan dalam
beragama wajar kalo anda tawar menawar.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/