http://www.suarapembaruan.com/News/2007/10/02/Nusantar/nus01.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY 

Merauke Diusulkan Jadi Ibu Kota Provinsi Papua Selatan


[MERAUKE] Merauke diusulkan menjadi calon ibu kota Provinsi Papua Selatan yang 
akan diajukan dalam rancangan undang-undang (RUU) kepada Menteri Dalam Negeri 
untuk selanjutnya dibahas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setelah mendapatkan 
Amanat Presiden (Ampres). 

Usul tersebut disepakati dalam pertemuan empat pemerintah kabupaten (pemkab) 
dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta masyarakat adat, tokoh agama 
dan perempuan, Senin (1/10) malam, di Hotel Asmat Merauke, Provinsi Papua. 

Pertemuan yang dipandu Bupati Merauke, John Gubla Gebze dihadiri Bupati Mappi, 
Aminadap Yumame, Bupati Boven Digoel, Yusak Yaluwo, dan Bupati Asmat yang 
diwakili Sekretaris Daerah, Lourens Gebze dan DPRD dari keempat kabupaten. 

Pertemuan tersebut dalam rangka melengkapi persyaratan yang diminta Pemerintah 
Provinsi Papua sebagai provinsi induk berkaitan dengan pengusulan pembentukan 
Provinsi Papua Selatan kepada pemerintah pusat sesuai amanat Pasal 76 UU No 
21/2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. 

Pembentukan provinsi-provinsi di Papua mendapatkan persetujuan Majelis Rakyat 
Papua (MRP), Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dengan memperhatikan secara 
sungguh-sungguh kesatuan sosial budaya, ketersediaan sumber daya alam, sumber 
daya manusia dan sumber penghasilan daerah. 

Pertemuan itu diawali presentasi dari setiap bupati tentang usulan ibu kota 
Provinsi Papua Selatan. Bupati Mappi, Aminadap Yumame yang mendapat urutan 
pertama mengusulkan Merauke sebagai ibu kota Provinsi Papua Selatan. 

Tidak tertutup kemungkinan untuk ke depan sesuai perkembangan bisa juga ibu 
kota di Keppi, ibu kota Kabupaten Mappi atau Bade yang merupakan titik sentral 
bagi Papua Selatan. 

Bupati Boven Digoel, Yusak Yaluwo mengusulkan Tanah Merah sebagai calon ibu 
kota Provinsi Papua. 

Alasannya, darah ini merupakan kota sejarah perjuangan mencapai Indonesia 
merdeka, yakni pengasingan tokoh-tokoh pejuang nasional di antaranya Mohammad 
Hatta yang kemudian dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan RI bersama 
Soekarno. 

Di samping itu daerah ini memiliki ketersediaan sumber daya alam yang sangat 
kaya, yakni hasil hutan, sungai, dan mineral. Bahkan tersedianya lahan yang 
luas untuk pembangunan infrastruktur, ujarnya. 


Kota Niaga 

Senada dengan Yumame, Yaluwo juga mengusulkan, walaupun Merauke menjadi calon 
ibu kota tetapi ke depan harus dipikirkan alternatif pengembangan wilayah, di 
mana membangun ibu kota Provinsi Papua Selatan yang berada di tengah-tengah 
empat kabupaten sehingga mudah dijangkau. 

Sedangkan Merauke ke depan adalah kota niaga dan jasa seperti halnya New York 
dan Washington DC di Amerika Serikat. 

Sedangkan Sekda Asmat, Loures Gebze yang mewakili bupati mendukung dan 
mengusulkan Merauke sebagai ibu kota Provinsi Papua Selatan. Demikian halnya, 
Bupati John Gubla Gebze mengusulkan Merauke sebagai kota sejarah sejak masuknya 
misionaris Katolik 14 Agustus 1905 sebagai ibu kota Provinsi Papua Selatan. 
Awal modernisasi dan sejak zaman Belanda, Merauke menjadi pusat peradaban 
penduduk Papua Selatan sehingga pantas menjadi ibu kota provinsi," ujarnya. 

Kendatipun berbeda usulan, namun semuanya sepakat Merauke sebagai calon ibu 
kota Provinsi Papua Selatan. Usulan itu akan disampaikan kepada Gubernur 
Provinsi Papua sebagai provinsi Induk untuk diteruskan ke Jakarta. Selain itu, 
disepakati diadakan pertemuan dengan Gubernur Papua guna membahas rekomendasi 
provinsi induk atas pembentukan provinsi tersebut. 

"Kita harus bertemu dengan Gubernur Papua sebagai provinsi induk untuk 
menyampaikan usulan-usulan pembentukan provinsi secara administratif dan 
memohon kesediaannya mengeluarkan rekomendasi pembentukan Provinsi Papua 
Selatan," ujar Yaluwo. 

Menurut John Gubla Gebze, pembentukan provinsi ini untuk mempercepat 
pembangunan masyarakat, kendali pemerintahan, pemberantasan kemiskinan, dan 
keterbelakangan. 

"Pembentukannya tidak merobek-robek kesatuan Tanah Papua. Walaupun ada tiga 
atau empat provinsi, kita tetap satu dalam kesatuan budaya dan persaudaraan 
sejati sebagai manusia Papua yang adalah warga negara Indonesia. Tanah Papua 
milik kita bersama dan pasti saling menopang dalam pembangunan masyarakat untuk 
memajukan daerah ini dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), 
yakni dari Sabang sampai Merauke. Jadi sangatlah tepat dibentuk Provinsi Papua 
Selatan," tandasnya. [W-8] 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 1/10/07

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke