Re: CIA - G30S/PKI

> "Henny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kan namanya melihat arah angin....masa iya kita kirim jenderal kita 
> ke KorSel...yah Amerika itu sdh betul....dan apa gampang mau 
> direkrut jadi CIA....wah tau nggak anda jenjang birokrasi? Jangan 
> mentang-menatng sekolah di US lalu CIA.....tanya deh itu yg sekolah 
> disini ...Amin Rais pernah buat apa mereka waktu di US....? 
> Boro-boro dikenal....
> 


Semua anggauta CIA yang direkrut pasti harus lulus seleksi, dan
persyaratan utamanya sebelum mendaftar adalah ber-warganegara Amerika,
tidak seorangpun bisa menjadi anggauta CIA kalo bukan US Citizen.

Tetapi kalo untuk menjadi agen CIA, tentu siapapun bisa, karena yang
disebut agen CIA bukanlah CIA tetapi mereka hanya dipekerjakan untuk
sementara dan bukan bekerja langsung pada CIA.  Dan yang bisa direkrut
untuk menjadi agen CIA adalah mereka yang justru memiliki bidang karir
yang baik di-negaranya masing2.

Indonesia sejak pertama berdirinya juga sudah merupakan boneka
Amerika, dan Sukarno sendiri merupakan agen CIA yang direkrut sehingga
beroleh kesempatan menjadi presiden RI yang pertama.  Tanpa
mendapatkan kepercayaan Amerika, tentu tak mungkin Sukarno bisa jadi
presiden, dan tidak mungkin Indonesia diterima menjadi anggauta PBB.

Semua calon2 panglima sebelum diangkat harus melalui seleksi khusus
dan mengikuti pendidikan di Akademy Militer West Point.  Kalo di
Indonesia, semua calon BrigJen harus lebih dulu lulus SesKo, seperti
SesKoad, SesKoU, SesKoAl, dan SesKoPol.  Kemudian untuk menjadi
Panglima harus melalui West Point di Amerika.

Semua korban jendral yang terbunuh dalam G30S juga adalah alumni West
Point.  Semua jendral yang terbunuh ini pernah mendapatkan tawaran
bantuan untuk menggulingkan Bung Karno, mereka menerima tawaran ini
dan juga menerima bantuan dana, namun tidak ada satupun operasi yang
mereka lakukan.  Amerika merasa dipermainkan, Sukarno memang seorang
yang pandai mengambil hati, para jenderalnya yang merencanakan
menggulingkan dirinya selalu berhasil dicegah, termasuk dalam hal ini
peristiwa pemberontakan2 PRRI-Permesta yang kesemuanya melibatkan para
Jendral disisi Bung Karno.  Pemberontakan berhasil dijinakkan dan
kembali seperti tidak pernah terjadi apa2.  Namun dana habis percuma.
 Akhirnya Omar Dhani ditawari juga untuk menggulingkan Bung Karno,
namun Omar Dhani menolak, dia mengakui bahwa cara pemerintahan Bung
Karno tidak bisa dikatakan benar namun Omar Dhani tidak bermental
melawan atasan, itulah alasan Omar Dhani.

Akhirnya sama2 kita menyaksikan, semua jendral yang pernah menikmati
dana dari Amerika, mati terkapar oleh serangan komando G30S didepan
mata Bung Karno sendiri.  Mungkin, dimata Amerika pertikaian para
Jenderal TNI-AD dengan Bung Karno hanyalah sandiwara untuk memancing
dana Amerika.  Kemudian sandiwara untuk se-olah2 memusuhi Amerika juga
sandiwara untuk menipu china dan Soviet.  Itulah sebabnya, sebelum dia
dikerjain oleh CIA, Dubes P.Jones meminta agar Sukarno di undang ke
Washington untuk di approach secara personal.  Namun Lyndon Johnson
konsultasi dengan Mr. Bundy tentang usul P.Jones tsb.  Oleh Mr.Bundy
dijawab bahwa approach personal itu percuma tidak ada gunanya cuma
buang2 waktu.  Dari jawaban Bundy inilah akhirnya P.Jones yang jadi
Dubes AS di Indonesia malah ditarik pulang dan digantikan oleh Marshal
Green seorang maestro konflik Teluk Tonkin 1964.  Marshal Green masuk
ke Indonesia bulan Maret 1965.

G30S memiliki 2 skenario, yaitu tujuan primernya adalah menculik dan
membunuh jenderal2 penting disekitar Bung Karno bersama juga menculik
Bung Karno untuk dipertontonkan penjagalan jenderal2nya.

Sedangkan tujuan sekundernya adalah memaksakan Sukarno menyerahkan
kekuasaannya kepada siapapun juga dalam waktu se-singkat2nya setelah
mendapatkan Shock Therapy dengan penjagalan jenderal2nya ini.  Dalam
mencari penggantinya inilah Suharto ikut serta berkompetisi.

Semua analysis dan sebab musabab pecahnya G30S yang diberitakan
di-koran2 hanyalah tujuan sekundernya saja yang diungkapkan karena
tujuan primernya bukanlah merupakan konflik politik tetapi merupakan
gerakan serangan komando yang bertujuan untuk membuka babak baru dalam
mencapai tujuan sekundernya.

Namun mau percaya atau tidak percaya bukanlah masalah penting karena
realitasnya apa yang terjadi setelah berjalannya waktu bisa
membuktikan bahwa kejadian ini berulang, Suharto akhirnya juga dipaksa
dengan cara yang sama dimana dia seperti juga Bung Karno, sampai
ter-kencing2 melarikan diri bersembunyi untuk kemudian mengeluarkan
pernyataan pengunduran diri tanpa perlu sandiwara seperti Sp 11 Maret
yang dilakukan oleh Bung Karno.

Bahkan Sadam Hussein sendiri sudah ditawari skenario ini, namun dia
tetap masih tawar menawar sehingga akhirnya dilakukan serbuan pendudukan.

Mengenai tehnik serangan komando seperti ini, bukanlah baru pertama
kali.  Kalo saja anda masih ingat tentang terorist terkenal Abu Nidal
yang sangat ketat sekuritynya, ternyata dalam beberapa jam ditemukan
mati semuanya, seluruh ring pengawalan yang ada 9 lapis matih terbunuh
oleh satu serangan komando yang diduga hanya berjumlah 7 orang saja. 
Kabarnya pesawat Awacs ikut serta berpartisipasi untuk membungkam
jalur komunikasi telepon disekitar radius pengawalan Abu Nidal. 
Komuniasi telepon terputus cukup hanya kira2 15 menit saja, seluruh
pengawal mati bersama Abu Nidal tanpa satupun suara tembakan yang
terdengar.  Dunia sempat terperangah melihat serangan luar biasa ini.

Perlu juga anda menyimak kasus bantuan Amerika kepada Dhalai Lhama
dalam berperang melawan tentara China, bantuan Amerika dikorupsi oleh
adik Dhalai Lhama yang mengakibatkan pasukan Dhalai Lhama harus
mengungsi ke India karena hancur lebur dipukul oleh tentara Merah
China.  Dalam hal ini, juga akhirnya sang koruptor terbunuh oleh pihak
Komunis, tetapi mysteri tetap menyelubunginya, apakah dia terbunuh
oleh pihak komunis yang sebenarnya, atau dia terbunuh oleh serangan
komando seperti halnya ke enam jenderal yang juga korup dana Amerika
yang akhirnya menjadi korban serangan komando G30S.

Berjalannya waktu juga mengulangi kejadian yang mirip2, Suharto
akhirnya juga dipaksa turun, tetapi apakah nantinya dia juga akan jadi
korban seperti korban2 lainnya???  Suharto juga ikut mengkorup dana
dari Amerika.  Lebih parah lagi, Suharto terlibat pemalsuan uang
dollar Amerika, dan juga terlibat dalam pemalsuan surat2 berharga di
New York.  Kita cuma bisa menunggu waktu karena bermacam jalan untuk
mengirim Suharto ke akherat sebenarnya sudah tersedia, namun mungkin
harus juga dipikirkan bagaimana caranya untuk menyelamatkan dananya
itu sendiri sebagai langkah pertamanya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke