Indonesia jadi Boneka Atau cuma berfungsi Jajahan Amerika ? Kalo Indonesia itu jadi boneka, maka tentu sebagai boneka dia harus ikut berakting yang maksudnya menyesatkan penontonnya, beda kalo cuma jajahan tentu enggak butuh akting cukup kerja nguli dan setoran.
Begitulah, sejak mula Indonesia dinyatakan Merdeka sebenarnya negara ini tidak lebih merupakan jajahan Amerika yang menjajahnya dengan sebutan nama "Indonesia Merdeka". Kata "Merdeka" disini artinya merdeka diperah atau merdeka dijajah. Dan Sukarno waktu itu berfungsi sebagai presiden dimata rakyatnya, tapi dimata Amerika hanyalah sebagai mandor. Sukarno yang jadi mandor ini sebenarnya bukan dipilih dan diangkat oleh Amerika, tetapi dia mendaftarkan diri untuk tugas mandor ini. Karena Amerika sangat sibuk dengan urusan negara2 lain yang lebih penting waktu itu maka seleksi untuk tugas mandor di Indonesia tidak cukup waktunya, Amerika kekurangan personil untuk mengadakan seleksi. Akhirnya, karena Sukarno bisa diwawancara dengan bahasa Inggris, maka oleh Amerika disetujui atau diterima untuk menjadi mandornya di Indonesia. Namun, setelah beberapa tahun, barulah didapatkan informasi bahwa Sukarno itu manusia yang tidak bisa dipercaya, suka nipu, korup, bilang a yang dikerjakan b. Yang paling menonjol untuk dirinya adalah moralnya bejad bini orang sering disabet. Amerika menemukan bahwa karir Sukarno tidak lebih cuma nipu kanan dan kiri, pandai berkilah, menarik dalam penampilan pertama, articulate terutama para wanita gampang jatuh cinta kepadanya untuk kemudian dimanfaatkan. Berbagai data buruk Sukarno masuk kedalam catatan Amerika, untuk mencari penggantinya, Amerika hanyalah bersandar kepada waktu, yaitu waktu adanya pemilu. Naas bagi Amerika, Sukarno cuma mengadakan pemilu satu kali saja yang dengan cara akal2an dia berhasil terpilih jadi presiden untuk selanjutnya dia mengabadikan dirinya sebagai presiden seumur hidup. Yang aneh, meskipun cara2nya sangat inkonstitusional tak pernah ada yang protes, dia mengangkat diri menjadi presiden tetap melalui MPR yang sementara. Dia juga mandataris MPRS yang fungsinya mengangkat presiden dan memecat presiden. Jadi dia adalah Mandataris MPRS merangkap presiden, jadi gampang saja, sebagai mandataris dia mengangkat dirinya jadi presiden dan sebagai presiden dia menerima tugas dari mandataris untuk fungsi presiden. Di-bolak balik tugas dan fungsi, dia tetap presidennya. Tentu saja Amerika sipemilik lahan jadi berang, pada mulanya cuma bersabar sampai kontrak habis, tapi ternyata kontraknya bisa diperpanjangnya sendiri karena dia yang menandatangani dan juga yang menerbitkan surat kontraknya. Begitulah, tekad Amerika memaksa dia turun akhirnya muncul. Namun masih banyak urusan Amerika di VietNam, di Taiwan, di Korea, dan di China yang jauh lebih penting. Sukarno berhasil mengulur waktunya, gangguan kecil dalam membantu pemberontakan PRRI-Permesta sempat hampir berhasil menjungkalkan Sukarno. Akhirnya Alan Pope penerbang sewaan CIA tertembak jatuh, dia jadi tawanan Sukarno. Amerika mengirimkan Jaksa Agung Robert Kennedy untuk membujuk Sukarno melepaskan Alan Pope. Akhirnya Sukarno sepakat, Alan Pope ditukar dengan sekian juta dollar. Demikianlah sekelumit gambaran Sukarno, semuanya bisa ditukar duit lewat tawar menawar. Gaya dan kepribadian Sukarno yang suka menjarah dengan cara2 seperti ini melekat kepada bangsa ini. Hal ini bisa anda baca sendiri dalam website dibawah ini: http://www.angkasa-online.com/12/03/kisah/kisah1.htm Alan Pope ditawan, arloji merk Rolex miliknya dijarah oleh komandan yang menawannya untuk dimilikinya pribadi. Sewaktu dia melaporkan bahwa arlojinya hilang, kebetulan si penterjemah yang bernama piters membantunya mencari, diumumkan kepada semua anggauta pasukan yang menangkapnya bahwa arloji tawanan hilang agar supaya yang menemukan segera mengembalikannya. Akhirnya sang komandan ketakutan, dia kembalikan jam tangan Rolex Alan Pope, dia bilang, arloji ini ditemukan ditangan seorang sersan yang tidak dia sebutkan namanya. Begitulah, menjarah tawanan akhirnya memang berkembang menjadi kepribadian bangsa ini. Sukarno dan Suharto butuh perang agar bisa menjarah, kalo tidak ada perang, maka yang dijarah adalah rakyatnya sendiri. Sebaliknya, Amerika sebetulnya tidak patut dinamakan penjajah, karena hasil bumi yang disetor oleh yang terjajah tidak dirampas, tidak dijarah seperti umumnya penjajah, melainkan dibeli dengan harga pasar, dan kemudian uang yang diterima oleh pemerintahan yang se-olah2 dijajah itu dikontrol untuk digunakan mensejahterakan rakyatnya. Namun mandor2 yang diangkat ini banyak kali menipu, dananya dikuras untuk kantong sendiri, rakyatnya jadi miskin dan yang dijadikan kambing hitam adalah tuannya sendiri yang dituduh sebagai penjajah Nekolim. Namun akhirnya semua berakhir, G30S merupakan operasi komando yang mahal biayanya tapi effektive hasilnya, cukup sekali saja untuk contoh, dan untuk kedua kalinya Suharto cukup digertak ketakutan dan mundur tanpa Amerika perlu membayar operasi komando lagi seperti waktu menggertak Sukarno. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
