Boss aku akan selalu ketinggalan berita mengenai perkiembangan Turki, tolong 
yah boss bila ada berita mengenai perkembangan Turki yang 'rada rada' 
nyeleneh di lempar ke kampung Petar......suer aku menunggu lho, maklum Turki 
sekarang adalah awal dari Turki masa depan yang masih menjadi tanda tanya, 
dan bisa menjadi patokan negara negara lain di masa depan, hal ini bisa 
terjadi karena
- Masyarakat Turki memiliki SDM yang sudah lebih maju dibandingkan negara 
lain ( yang tingkatannya sama, TST lah )
- Letak geologisnya sangat strategis


sur. ( Thank's a lot )
----- Original Message ----- 
From: "suhendra_de" <[EMAIL PROTECTED]>


'Turki Bukan Malaysia'

Media dan publik Turki minggu-minggu lalu terlibat polemik hangat.
Temanya: apakah Turki akan menjadi seperti Malaysia?

Semuanya berawal dari pernyataan diplomat AS Richard Holbrooke.
Berkaitan dengan pemilu di Turki, Holbrooke bulan Juli lalu dalam
sebuah wawancara menerangkan, di kalangan dunia Islam ada dua negara
yang paling demokratis, yaitu Turki dan Malaysia. Sejak itu, debat pro
dan kontra soal prinsip ,sekularisme Turki' yang mencuat karena
pencalonan Abdullah Gül sebagai presiden mendapat tema baru: Malaysia.

Hampir semua media Turki menurunkan liputan khusus tentang Malaysia.
Media Turki, dari aliran ,sekularis' maupun ,relijius konservatif'
menjadikan Malaysia proyeksi kekhawatiran atau harapan mereka.

Para Kemalis yang menuntut pemisahan tegas antara agama dan negara
memandang Malaysia sebagai ,negara Islam'. Dan, menurut mereka, inilah
yang akan terjadi dengan Turki jika politik PM Recep Tayip Erdogan
dengan pastainya AKP tidak bisa dibendung. Kubu Kemalis (dan kubu-kubu
lain yang mendukung posisinya) menolak perbandingan Turki dan
Malaysia. Sebab Turki, kata mereka, adalah ,negara sekuler', sedangkan
Malaysia adalah ,negara agama'.

Ada media yang lalu memberitakan tentang ,polisi puasa' di Malaysia
yang tugasnya mengawasi warga menjalankan ibadah puasa dengan benar
dan memberi sanksi kepada mereka yang melanggarnya. Harian ,Hürriyet'
mengutip pernyataan seorang pengacara Malaysia yang mengaku tidak
menyangka perkembangan di negaranya bisa separah itu: ,Lima sampai
sepuluh tahun lagi, Malaysia akan seperti Iran sekarang, dan Turki
seperti Malaysia', kutip Hurriyet. Harian lain menyebut Malaysia
sebagai ,negara otoriter Islam'.

Tapi koran ,Yeni Safak' menulis, di Malaysia seorang wanita berjilbab
bisa akur-akur saja di samping seorang perempuan etnis Cina yang pakai
rok mini dan wanita India yang pakai Sari. Tidak ada yang mencampuri
urusan pribadi kelompok lainnya.

Ada media yang memperingatkan ,islamisasi Turki gaya Malaysia', media
lain memuji ,kebersamaan relijiusitas dan modernisasi di Malaysia'.
Media lain lagi menolak pembandingan Turki-Malaysia dengan alasan,
sistem kedua negara beda jauh.

Polemik makin luas. Presiden Turki Abdullah Gül akhirnya secara
demonstratif menyatakan: ,Turki bukan Malaysia'. Tapi lawan-lawn
politik Gül dan para pengeritik pemerintahan Erdogan sudah menemukan
isu kampanye baru: ,Tolak Melayusasi Turki'.





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke