Kalau anggapanku ini benar, sunat diharuskan dalam Alquran dan juga diharuskan 
dalam ajaran orang Jahudi dalam buku Torah-nya.
   
  Yang aku tahu disemua negara Barat rupanya perkara sunat ini sudah dilarang 
karena ini suatu bentuk mutilasi yang dilarang dalam perundangan.
   
  Yang menjadi pertanyaanku kenapa harus diadakan penyunatan terhadap perempuan 
dan laki2. Dalam hatiku, kenapa Tuhan/Allah ini bisa menciptakan manusia dengan 
kekurangan dalam soal kelamin yang tidak sempurna. Aku pikir kalau Tuhan/Allah 
itu maha sempurna tentunya Dia tidak akan menciptakan yang tidak sempurna dalam 
hal ini soal kelamin wanita dan laki2. Kenapa perlu di-intervensi oleh tangan 
manusia juga untuk membetulkan kreasi-nya Tuhan/Allah yang seharusnya 100% 
sempurna.
   
  Sejauh aku dengar selain sunatan itu adalah suatu bentuk mutilasi, juga 
dampaknya akan sangat negatip baik itu bagi wanita dan laki2.
  Diakatakan bahwa pertama, wanita yang mendapat khitanan, akan tidak bisa 
meikmati lagi orgasmus, atau boso pop-nya tidak bisa syur dan teriak2 
kegirangan dalam koitus, karena orgasmus tidak akan pernah tercapai. Ini 
dikarenakan clitorisnya telah di rubah/dipotong sehingga kekebalan akan terjadi 
dan ini mempengaruhi orgasmus.
   
  Kedua bagi laki2 yang mengalami sunatan maka alat kelaminnya tidak lagi 
sensitip dan bisa(untung kalau bisa) mencapai orgasmus karena penisnya juga 
telah dirubah, dipotong sehingga kekebalan terjadi. Sehingga untuk mencapai 
orgasmus orang laki2 sunat ini akan selain kerja keras bukan main dan 
negatipnya juga sang lawan(wanita) akan jemu dan pasrah saja karena se-olah2 
telah di-aniaya oelh lelakinya.
   
  Jadi aku pikir2 kenapa Tuhan/Allah itu bisa menciptakan sesuatu dalam hal ini 
bagian tubuh manusia(sexual oragan) yang tidak sempurna?
  Untung aku ini seorang atheist, sehingga masih bisa melanjutkan analisaku 
sampai disini, bertanya...kenapa Tuhan/Allah bisa tega2nya menciptakan sesuatu 
yang tidak sempurna, dan selanjutnya lepas tangan dan meminta  manusia  
melakukan sunatan?
   
  Judeg(bingung) aku ini! Ada2 aja didunia ini ya!
   
  Harry Adinegara
  

  

** Mesir Larang Total Sunati Perempuan

Koran Tempo, Sabtu, 30 Juni 2007
Internasional Mesir Larang Total Sunat Perempuan


KAIRO -- Pemerintah Mesir kemarin mengumumkan larangan penyunatan
perempuan untuk alasan apa pun. Pengumuman itu dikeluarkan terkait
dengan tewasnya Bedur Ahmed Shaker, seorang gadis berusia 12 tahun,
setelah menjalani khitanan di sebuah klinik swasta di Minya, sebelah
selatan Kairo, beberapa hari lalu.

Gadis itu meninggal sebelum dilarikan ke rumah sakit. Dokter
perempuan yang melakukan khitanan dengan ongkos Rp 80 ribu itu pun
ditangkap polisi. Begitu pula dengan ibu gadis malang tersebut.

Ibu si gadis menuduh sang dokter melakukan kelalaian. Menurut dia,
anak perempuannya meninggal karena pembiusan dan bukan karena
klitorisnya dipotong.

Sebenarnya larangan sunat pada wanita itu sudah dikeluarkan pada
1997. Tapi praktek yang sudah dilakukan berabad-abad, baik di
kalangan muslim maupun Kristen, tersebut terus berlanjut secara
luas. Para dokter Mesir lantas diizinkan menyunat "dalam kasus-
kasus khusus".

Keluarga-keluarga yang konservatif percaya bahwa sunat merupakan
cara melindungi kesucian anak gadis mereka. Sebuah survei yang
dilakukan pemerintah Mesir pada 2000 menyebutkan praktek ini sudah
dilakukan oleh 97 persen perempuan berumur 15-45 tahun.

Kini Mesir melarang sepenuhnya praktek khitanan wanita tersebut.
Menteri Kesehatan Hatem al-Gabali memutuskan melarang setiap dokter
dan mereka yang berprofesi medis melakukan praktek sunat pada
perempuan, baik di klinik umum maupun klinik swasta yang sudah
mapan.

Khitanan pada wanita akan dipandang sebagai sebuah pelanggaran
terhadap hukum, dan semua yang melanggar akan dihukum, tanpa
kecuali. Dokter yang melakukan praktek khitanan akan kehilangan
gelarnya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Mesir menyatakan bahwa ini
merupakan "larangan permanen". Larangan ini masih harus
diterjemahkan ke dalam undang-undang setelah lolos dari perdebatan
di parlemen.

Setelah kasus Shaker mencuat, Ali Gomaa, mufti agung Mesir,
mengumumkan larangan penyunatan perempuan di bawah hukum Islam.
Mohammed Sayyed Tantowi, syekh dari Universitas Al-Azhar dan
pemimpin muslim Sunni, serta kepala Gereja Coptic Chenouda III juga
menyatakan bahwa pengkhitanan perempuan tidak memiliki landasan,
baik di Al-Quran maupun
Injil. BBC | AFP | NGARTO F

--- End forwarded message ---




       
---------------------------------
Sick of deleting your inbox? Yahoo!7 Mail has free unlimited storage. Get it 
now.

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke