Bagaimana mengenal sesuatu yg membutuhkan sedikit pemikiran spt HAM, toleransi, 
perikemanusiaan dll ? Sedangkan menentukan tepatnya hari Idul Fitri saja tidak 
becus, pada engkel2an sendiri ! Tgl 11 atau 12 atau 13 atau 14 Oktober ? Emang 
tidak tahu bhw. ada tanggalan,kenapa tidak ditentukan atas dasar tanggalan 
saja, kok pakai menanti terlihatnya bulan sabit segala ?
Soal puasa: bagaimana muslim2 ( kalau ada) yg tinggal didekat2 kutub utara atau 
kutub selatan ? Bisa2 musim panas disana tidak pernah berbuka, karena matahari 
ada nonstop selama 24 jam !
Ayolah, masak mau  kembali ke abad ke 7 ! Perbaharui apa2 yg sudah kedaluwarsa!


Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Bangsa 
Indonesia Belum Mengenal HAM
 
 Mayoritas bangsa Indonesia memang 80% dianggap Islam, namun mereka
 semuanya sama sekali buta HAM dan pemahamannya tentang HAM sangat
 menyesatkan.  Adakalanya mereka menganggap HAM itu sama dengan Syariah
 Islam, dan yang lainnya menganggap Mukadimah Madinah itu adalah sama
 dengan HAM.
 
 Padahal se-benar2nya adalah bahwa Syariah Islam itu adalah pelanggaran
 HAM sehingga wajib dilarang diseluruh dunia.  Syariah Islam memperkosa
 hak2 umat lain dan umatnya sendiri dalam memilih cara2 mereka
 beribadah maupun mempercayai agama yang mereka percaya.
 
 > "gsuryana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 > Untuk HAM, sebenarnya sudah masuk dalam kurikulum juga lho, temanku 
 > yang polisi mendapatkan training mengenai HAM selama seminggu 
 > penuh...... sur. ( sayangnya HAM di Indonesia suka dipakai alasan 
 > oleh pengguna HAM itu sendiri sehingga pengertian HAM nya lebih 
 > banyak asal jeplak doangan )
 > 
 
 HAM yang umumnya diajarkan di Indonesia bukanlah HAM yang sebenarnya
 melainkan HAM yang berdasarkan Syariah Islam yang bukan HAM yang
 seharusnya seperti yang dideklarasikan UN.
 
 Syariah Islam itu bukanlah HAM melainkan pelanggaran HAM.  Contohnya
 saja, seorang polisi yang benar2 memahami HAM tentu pasti akan
 menangkap semua pelaku2 pembakaran mesjid Ahmadiah, dan juga para
 penjarah harta benda umat Ahmadiah.  Ternyata polisi dan tentara bukan
 menangkap si pembakar atau si penjarahnya, justru sebaliknya melindung
 si pembakar dan melindungi pejarahannya.  Bahkan kadang kala polisi
 beserta Koramil dan Kodim ikut pula menjarah.
 
 Demikianlah, belum ada ajaran HAM yang diajarkan di Indonesia, apalagi
 menegakkannya.  Tentu kalo isi HAM-nya saja sudah salah dan tidak
 tahu, mana mungkin bisa menegakkannya, justru malah selalu melanggarnya.
 
 HAM tidak mungkin dijalankan ber-sama2 Syariah Islam karena Syariah
 Islam justru melanggar HAM.
 
 Bayangkanlah, Syariah Islam hanya membolehkan pemimpin yang beragama
 Islam, padahal dalam HAM dilarang mengangkat seorang pemimpin
 berdasarkan diskriminasi agamanya.  Syariah Islam juga memaksakan umat
 Islam tidak boleh menyembah selain Allah, padahal HAM melindungi
 pilihan semua umat untuk menyembah apapun juga, yang artinya apabila
 ada umat Islam yang mau menyembah patung Krishna dan juga menyembah
 Allahnya, maka hal ini dilindungi dan dihormati kepercayaannya. 
 Syariah Islam juga melarang dan merusak patung2 berhala, padahal HAM
 justru sebaliknya melindungi patung2 berhala dan juga para
 penyembahnya.  Syariah Islam meninggikan derajat muslim dan
 merendahkan mereka yang bukan muslim sebagai lebih rendah daripada
 binatang yang darahnya halal ditumpahkan, padahal HAM justru
 sebaliknya, melarang membedakan derajat umat manapun berdasarkan
 perbedaan agamanya.
 
 Demikianlah, Syariah Islam memusuhi HAM meskipun HAM justru melindungi
 umat Islam.
 
 Ny. Muslim binti Muskitawati.
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
 Play Sims Stories at Yahoo! Games. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke