Beda Kepercayaan Bukan Salah Karena Khayalan Memang Bukan Harus Sama
> topo_broto123 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > ibu kurang percaya atau bahkan tidak percaya adanya > Tuhan mohon maaf kalau saya salah. Hidup itu bukanlah kepercayaan karena kepercayaan hanyalah khayalan. Hidup itu adalah realitas atau kenyataan, sebaliknya, khayalan hanyalah satu dari sekian banyak aktivitas kehidupan. Jadi, anda boleh mengisi hidup anda dengan khayalan anda. Kalo anda percaya agama, sama sekali tidak salah untuk mengisi hidup anda itu dengan agama yang anda percaya kalo hal itu bisa membahagiakan anda. Demikianlah, aktivitas khayalan itu bukan se-mata2 hanyalah agama, melainkan juga hiburan2 yang lain seperti filem, sandiwara, dan banyak lagi. Pada prinsipnya, setiap manusia memiliki khayalan, namun tidak semua khayalan harus berupa agama. Ingat, tanpa khayalan, maka manusia tidak akan bisa menikmati kehidupan !!! Bahkan teknologi tinggi yang tercipta sekarang berasal kesemuanya dari khayalan manusia yang diubah oleh para scientist menjadi realitas. Berbeda dengan agama, kalo ilmuwan mengubah khayalan menjadi realitas, maka agama tidak pernah menjadikan khayalan atau kepercayaannya menjadi realitas. Dengan memahami hal ini, anda seharusnya mengerti bahwa khayalan tidak boleh dipaksakan, bahkan sekalipun anda telah berhasil mengubah khayalan itu menjadi realitas, TETAP REALITASNYA TIDAK BOLEH DIPAKSAKAN UNTUK DITERIMA ATAU DIPERCAYA. SEMUANYA BAIK ITU KHAYALAN ATAUPUN REALITAS MERUPAKAN PILIHAN BAGI SETIAP ORANG YANG INGIN MEMAKAINYA SEBAGAI PENGGUNA. > tetapi dalam perjalanan hidup ibu tidakkah ibu > pernah merasa khawatir atau ragu sedikitpun dengan > apa yang ibu percayai selama ini yaitu alam semesta > ini semua bisa dinalar dengan akal manusia tidakkah > pernah ibu berpikir jangan2 diluar akal manusia itu > ada suatu kekuatan lain atau unsur2 lain yang selama > ini belum bisa dijangkau oleh pikiran manusia > sehingga membuat apa yang ibu percayai selama > ini menjadi salah semua.Karena di dalam hati > sanubari manusia yang paling dalam ada tersimpan > perasaan yang merindukan adanya suatu > kuasa atau unsur yang sangat kuat untuk kita > berlindung di bawahnya. Keraguan, kekuatiran, ketakutan, dan ketidak pastian, kesemuanya merupakan perasaan yang timbul oleh kurangnya pengetahuan, ketidak mampuan anda dalam menggali pengetahuan. Itulah sebabnya setiap orang membutuhkan pendidikan dan semua ilmu pengetahuan berasal dari catatan2 pendahulu kita sebelumnya, oleh karena itu ilmu pengetahuan selalu berkembang setiap saat, selalu berubah setiap saat. Sangat berbeda dengan agama, terutama agama Islam tentunya dimana tidak boleh diubah dan tetap seperti aselinya dizaman dahulu yang dizaman sekarang sudah jelas ketinggalan dan bisa dibuktikan banyak hal yang tidak benar dan secara dogmatis dipaksa untuk dipertahankan. Kalo memang anda punya keraguan, kekuatiran, ataupun ketakutan sehingga membutuhkan agama untuk menghilangkannya, silahkan saja selama tidak mengganggu yang lain seperti jihad, membasmi berhala, menghukum orang murtad dll. Realitasnya, keraguan, kekuatiran ataupun ketakutan TIDAK PERNAH BISA DIHILANGKAN DENGAN KEPERCAYAAN AGAMA. Kalo ada yang bilang hal itu bisa dihilangkan dengan keimanan beragama, sudah jelas tujuannya cuma propaganda agamanya saja dan hal itu pasti tidak benar. Propaganda2 seperti ini bisa dengan mudah dibuktikan kebohongan2nya. > Karena saya pernah mencoba menset pikiran saya > seperti itu setelah saya banyak membaca buku2 > filsafat juga buku2 science tetapi hasilnya > malah sebaliknya saya merasa tidak tenang dan > gelisah yang amat sangat manakala saya melihat alam > semesta ini seolah2 hanya apa yang bisa kita lihat > dan yang bisa kita pikirkan saja karena semakin saya > memungkiri keyakinan saya tentang adanya Tuhan di > situ hidup saya makin tidak tenang dan gelisah jadi > maksud saya apakah demikian juga dengan Ibu atau > sebaliknya terus kemudian bagaimana Ibu menghalau > perasaan2 gelisah yang bisa menghambat ibu untuk > befikir logis seperti yang Ibu sampaikan di beberapa > milis tersebut ?. > Filsafat itu memang dasar daripada logika, namun untuk belajar logika tak perlu anda baca buku filsafat. Kalo anda menjadi kuatir, takut dlsb setelah membaca buku science atau buku filsafat, maka janganlah baca, mudah bukan ??? Artinya memang anda tidak bakan untuk science, tidak bakat memahami filsafat. Dan kalo memang AlQuran/Bible bisa menentramkan perasaan anda, atau anda merasa lebih cerdas karenanya, silahkan lakukan karena kesemuanya adalah hak anda untuk memilihnya. Namun sekali lagi saya ingatkan, jangan sekalipun mengganggu yang lain, misalnya, AlQuran mewajibkan umatnya untuk menghancurkan semua berhala dimuka bumi, hal ini sudah pasti merupakan pelanggaran kriminal dan anda akan dihukum untuk hal itu dan tidak akan pernah tenang hidup anda. Islam itu ajaran teror karena mewajibkan umatnya untuk memusnahkan apa saja yang bukan Islam, AlQuran menegaskan, alam semesta ini milik Allah sehingga karenanya semua yang menolak menyembah Allah tidak berhak untuk menikmati semua yang dianggapnya milik Allah sehingga halal untuk dibunuh...... INI AJARAN SALAH, INI AJARAN SESAT, KARENA ALAM SEMESTA INI MILIK KITA BERSAMA BUKAN MILIK ALLAH, ITULAH SEBABNYA KITA HARUS MENJAGA DAN MEMELIHARA ALAM SEMESTA INI AGAR BISA DINIKMATI BERSAMA BUKAN DENGAN JALAN MENYEMBAH ALLAH KITA MENIKMBATI ALAM SEMESTA INI MELAINKAN DENGAN BEKERJA SAMA SALING TOLONG MENOLONG DENGAN SEMUA ORANG DIMUKA BUMI ATAU DALAM SELURUH ALAM SEMESTA INILAH KITA BISA MEMELIHARANYA DAN MELESTARIKANNYA. Jadi jelas, kita wajib memelihara alam semesta ini bukan karena milik Allah, karena milik kita bersama karena kita sama2 hidup dan tinggal didalamnya. Lain halnya, Allah yang berada dalam dunia yang lain tidak berada dalam satu dunia dengan kita sehingga dia tak membutuhkan alam semesta. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
