Usulkan agar orang yang begitu lihat ada cewek merangsang di bandara boleh langsung numpaki kaya ayam itu.Memang tdk ada pernikahan itu yo rapopo karena ayam itu nyatane urip.Si babon itu pada saat ditumpaki jago sebenarnya ogah tapi diperkosa juga oleh si jago.Tapi kan gak sampai dibunuh kaya orang kan? Soalnya orang memperkosa masih dihukum akhirnya malah si cewek dibunuh.Jadi tirulah Hukum ayam itu karena memperkosa gak opo2 akhirnya malah gak ada perkosaan yang diikuti pembunuhan.
Shalom, Tawangalun. - In [email protected], "mangucup88" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Baru-baru ini salah satu politikus perempuan Jerman dari partai CSU > Dr Gabriele Paulis mengusulkan agar dicantumkan masa kadaluarsa > (expired date) di akte pernikahan. Jadi masa pernikahan tidak > seperti sekarang ini berlaku seumur hidup, melainkan setelah tujuh > tahun otomatis akan menjadi kadaluarsa (expired) dan atas > persetujuan kedua belah pihak bisa diperpanjang lagi atau diakhiri > tanpa harus ribet-ribet cerai segala macam. Masalahnya hampir setiap > tiga pernikahan pasti akan kandas sebelum masa kadaluarsa tujuh > tahun. Disamping itu daripada hidup berselingkuh lebih baik > melestarikan perkawinan dengan expired date atau kawin kontrak > dengan masa kadaluarsa yang jelas. > > Pada jaman sekarang ini percuma saja bikin perjanjian nikah seumur > hidup, sebab tidak akan bisa dipenuhi. Maklum bukannya jaman seperti > Sam Pek Eng Tai lagi. Sedangkan para feminis di Swedia mengusulkan > agar budaya pernikahan itu dihapus saja, sebab toh semua janji yang > diucapkan di kantor catatan sipil maupun di rumah ibadah hanya > sekedar janji bohong alias lip service saja, padahal sudah disumpah > berdasarkan Alkitab maupun Al Quran. > > Sedangkan jalan tengah yang mungkin bisa diambil ialah kawin icip- > icip dahulu alias "Kumpul Kebo". Kalau orang sudah bisa melakukan > mati icip-icip, kenapa tidak bisa melakukan kawin icip-icip yang > pasti jauh lebih enak lagi. Dalam bahasa Londo nya > disebut "Samenleven" dan dalam bahasa trendinya adalah 'Living > T2gether' . Istilah kumpul kebo berasal dari masyarakat Jawa > tradisional (generasi tua). Secara gamblangnya pasangan yang belum > merid, tapi udah tinggal dibawah satu atap, prilakunya itu dianggap > sama seperti kebo, maklum kagak ada tuh yang namanya "Pesta Kawin > Kebo" > > Mereka melakukan kawin icip-icip ini dengan alasan: "Kalo gue > bilang, benernya sih nggak papa juga. Soalnya kan sebelum couple itu > mau komitmen satu dengan yang lain, persoalan pisah harta, dsb, dsb. > Apalagi kalo udah ada anak. Itu anak nggak salah apa-apa kena akibat > dari orang tua berantem. Nah, kan mending juga ada trial period > dulu. Jadi, kalo misalnya ternyata nggak cocok, konsekuensinya juga > nggak terlalu berat dibanding kalo udah nikah Tapi, tentu aja > masyarakat secara umum juga bisa berpandangan negatif mengenai > hubungan berstatus tanda tanya ini. Jadi, gue bilang secara rasional > mungkin bisa, tapi secara etika? > > Orang kumpul kebo, pada umumnya dilakukan juga karena gak tahan, > udah ingin buruan merid, tetapi sikon kagak mengijinkan, umpamanya > sekolah/kuliah belum selesai, ortu tidak mengijinkan, belum punya > gawean, usia masih terlalu muda, tetapi dilain pihak dorongan > kebutuhan biologis atau naluri seks selalu mendapat rangsangan dan > godaan dari luar. Inilah penyebab utama, kesukaran, problem dan > godaan yang makin serius bagi orang-orang muda, sehingga akhirnya > kaum remaja berjatuhan tak tahan godaan untuk melakukan hubungan > bebas ataupun kumpul kebo. > > Hanya sayangnya di rumah ibadah jarang ada khotbah mengenai kumpul > kebo, maklum disana tidak ada kebo yang ada hanya domba-domba saja, > disamping itu dosa Icip-Icip ini adalah dosa Bisik-Bisik, mereka > bisik-bisik agar tidak diketahui orang, setelah remnya blong > ketahuan, mereka akhirnya jadi korban bisik-bisik digosipin orang. > Memang dosa ini adalah dosa Imut-imut hanya kalho udah ketahuan baru > seluruh anggota keluarganya menyatakan Amit-Amit deh. > > Untuk menanggulangi kasus kawin cerai yang terlalu sering terjadi di > Holland, maka pemerintah di Holland sudah tidak membedakan lagi > antara kumpul kebo ataukah nikah, sebab walaupun tidak nikah, kalau > mau mengaku sebagai suami istripun boleh dan sudah dianggap sah. > Tinggal pilih saja status mana yang lebih cocok untuk selera Anda. > > Tapi di Indonesia beda Mang dengan di Belanda, kebanyakan cowok > disini hanya ingin menikah dengan gadis yang masih perawan, > masalahnya bagaimana kita bisa mengetahui udah berapa kali cewek itu > gonta-ganti tangan (pacar), jangan-jangan udah mirip seperti buku > dari taman perpustakaan yang gunta ganti tangan setiap hari. Siapa > mau dapat istri bekas piala bergilir, mending kalau hanya baru di > icip-icip aza, bagaimana kalau kita lagi apes, sehingga hanya > mendapat sisa ato ampasnya aza, bekas kenduri orang sekampuang. > > Bahkan pernah menjadi berita utama disalah satu media, bahwa 60% > gadis-gadis di Jakarta konon sudah tidak perawan lagi. Oleh sebab > itu seharusnya para cowok mendirikan satu partai untuk membela kaum > pria yang telah terkecoh oleh para gadis yang mengaku perawan ting- > ting, tetapi kenyataannya udah Blong alias non perawan lagi! Agar > mereka bisa dituntut hukum secara perdata maupun pidana. Bpk. Hakim > Bismar Siregar dahulu pernah menghukum seorang pemuda, karena > mengambil keperawanannya seorang gadis, tetapi bagaimana apabila hal > yang kebalikannya terjadi? > > Pendeknya, masalah kumpul kebo bukan hanya masalah malu tidaknya > dilihat orang, atau salah tidaknya dari segi agama atau moral, atau > percobaan sebelum memasuki pernikahan. Tapi lebih pada pilihan hidup > yang mana yang akan kita jalani. Memang dosa atau tidak dosa adalah > tanggung jawab kita sendiri dihadapan Sang Pencipta. Tapi setiap > resiko yang akan timbul dari pilihan kita itulah yang harus kita > pikirkan dan kita tanggung. > > Mang Ucup mo nanya neh: "How pendapat loe2 soal living 2gether nich? > Atau lebih baik dengan sistim kawin kontrak pakai expired date ? " > > Mang Ucup > Email: [EMAIL PROTECTED] > Homepage: www.mangucup.net > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
