Bila saya bawa (kembali) masaalah E-100 dst itu maksud saya untuk
menunjukkan betapa dungunya - persisnya betapa retardednya - orang
Islam tipikal itu.

(Saya bilang "kembali" - buat saya - karena beberapa waktu yang lalu,
di kesempatan lain masaalah itu juga pernah dibicarakan dan saya
bilang yang nulis itu ngibul, karena katanya tu Sheikh kerja di kota
Pegale di Perancis, dan kota Pegale itu, saya bilang, nggak ada ...)

Yang diributkan orang Islam itu adalah soal haram halal dan bukannya
perawatan kesehatan yang bagus dan merata seperti di beberapa negeri
kafir, atau pendidikan yang bagus, seperti juga di beberapa negeri kafir.

Dan yang penting pula, tidak banyak, if any, orang Islam 
mempertanyakan ada atau tidaknya alasan untuk mengharamkan babi itu.

(Dulu disini Go Yo Nan pernah memberikan pendapat kenapa babi itu
diharamkan oleh orang Yahudi..)

Atau bertanya: kenapa khamar diharamkan?

Kenapa??

Orang Islam itu rata-rata, saya katakan dan saya ulang, lebih rajin
zikir dari pada mikir.

Dan ini berbeda dengan orang Yahudi dan Nasrani.

Orang Yahudi dan Nasrani telah lama mempertanyakan isi kitab suci mereka.

Saya ulang: bila mereka begitu rajin melakukan penggalian arkeologis,
maka hakekatnya juga adalah karena mereka bertanya: "Apa iya?"

Dan pertanyaan ini tidak lazim diajukan orang Islam.

Yang mereka lakukan, disamping zikir, saya ulang, adalah mencari-cari
pembenaran kesalahan yang menyolok mata dikitab suci mereka.

Pasukan gajah yang sampai ke Makkah.

Ngurusin apakah E-100 itu ada lemak babinya?

Ajinomoto..

Atau masaalah jilbab .... 

Atau kartun Denemark.

(Lalu bikin onar).

Lalu bagaimana Islama itu bisa maju?


--- In [EMAIL PROTECTED], "Pemerhati Bangsa" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:


ananda Klentheng wrote:
> Heran ya, ngurusin yg ga perlu, yg perlu ga diurusin. 
> 


 PB: Sebenernya yg paling reseh itu yg 'atas2' aja model MUI dan
gerombolan2 sejenis. Muslim kebanyakan masih gak ambil pusing.

 Contohnya waktu heboh ajinomoto, hokben atau birbintang yg 0% itu.

Gus Dur waktu itu sempet bilang, yg ndak percaya koaran MUI ya
silahkan lanjutin konsumsi aja dgn tenang. Yg ndak nyaman dan ndak
tenang karena issue tsb ya silahkan ndak beli. GD santai aja.

Demikian hoka2bento dan birbintang. Tetep aja dikonsumsi muslims walau
MUI nyatakan sbg subhan (meragukan kehalalannya).

Sebenernya approach model Ulil kayak waktu dia ada di bangkok (susahj
cari makanan halal 100%)itu udah bener. Atas nama Allah (setelah
berdoa) sambil berucap trima kasih ya harusnya sudah halal (biarpun
ada kandungan babinya). Kan Allah maha tahu, kalau haram toh katanya
langsung muntah, iya kan? (tapi hasil investigasi saya dari anak buah
muslims yg pernah terkecoh makan babi haotze (pelayan resto kagak
ngeh), ndak ada yg pernah muntah tuh [Laughing] 

Salah satu makanan fav orang endonesha adalah bakmi ayam. Tapi tahukah
anda sampai hari ini masih banyak pengusaha (esp cino :D ) yg masih
memakai minyak babi dalam resepnya? With or without sertifikat halal
MUI [Laughing] .

Salah satu anak buah saya yg ortu nya buka resto mie ayam di rumahnya
itu salah satu contoh hidup yg bisa langsung mengetahui apakah mie
ayam sebuah resto/warung ada pakai minyak  ba' nya. 

Sambel pun sama. Dia bisa tahu apakah sambel itu murni cabai blender
aja, atau ada campuran spices lain spt bawang putih, merica dsb.

Anyway, mie ayam yg pakai minyak ba' itu biasanya mak nyusss [Laughing] 

Pokoke lain rasanya.

 PB




-------------------- m2f --------------------
dikirim lewat  http://forums.apakabar.ws - tanpa moderasi
http://forums.apakabar.ws/viewtopic.php?p=97482#97482
-------------------- m2f --------------------

--- End forwarded message ---




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke