Bila kita melihat sejarah Malingsya, sebenarnya memang menyedihkan, dimana bisa dibilang negara tersebut memang tidak memiliki sejarah yang bisa ditiru, sehingga kebingungan dengan masa kini. Dan yang lebih parahnya lagi seniman Malingsya bisa dibilang otaknya pada beku sehingga tidak ada yang mampu menelurkan karya seni yang bisa di orbit kan oleh negaranya, demikian juga dibidang makanan ( konon Rendang sudah pula dipatenkan ), bangsa tersebut mencoba mengikuti Jepang yang mematenkan Tempe dengan kwalitas yang sudah di olah lebih maju. Angklung dari dataran Sunda pun dipaten oleh Malingsya, sebuah kenyataan memalukan bangsa tersebut, karena sejarah tidak mungkin bisa ditutup.
Eniwe bila aku menjadi Warga Negara Malingsya , sepertinya aku akan menjadi malu dan minder bila bertemu dengan orang asing, tanpa peduli lagi dengan asal orang asing itu berasal, karena ulah 'pemerintah' yang bisa dibilang tidak memiliki kreasi.... sur. ( Batik ?............sami mawon ) ----- Original Message ----- From: "rinrin jamrianti" <[EMAIL PROTECTED]> > Belum reda rame-rame tentang lagu "Rasa Sayange".... ternyata masih > bersambung.... entah akan sampai kapan tentang paten ini akan semakin > 'mem-paten-i' Indonesia.... > > Bukan saatnya untuk hanya menjadi penonton saja.... mebiarkan semuanya > menjadi 'bad story' buat anak cucu kita :( > > ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- > > sumber : GATRA > > Tokyo, 26 Oktober 2007 10:12 > Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Osaka melayangkan surat protes kepada > Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, menyusul penggunaan kembali > lagu > daerah Indonesia dalam acara Asia Festival 2007 yang berlangsung di Osaka > pada pertengahan Oktober lalu. > > Konsul Jenderal RI Pitono Purnomo mengemukakan hal itu di Tokyo, Kamis > (25/10), ketika dikonfirmasi mengenai aksi `pembajakan` tersebut. > > "Kami sudah mengirimkan surat protes kepada pihak Malaysia namun belum ada > respon sama sekali dari mereka," kata Pitono, sebagaimana dilansir dari * > Antara*. > > Pihak konsulat juga sudah melakukan koordinasi dengan pejabat Departemen > Luar Negeri RI di Jakarta serta petinggi Departemen Kebudayaan dan > Pariwisata, termasuk Kuasa Usaha *Ad-Interim* Kedutaan Besar Republik > Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia. > > "Surat protes ini penting sebagai peringatan keras terhadap Malaysia agar > tidak lagi sembarangan menggunakan lagu-lagu Indonesia. Kejadian ini nanti > bisa diartikan negatif, misalnya seperti menantang Indonesia," ujarnya. > > Oleh sebab itu, katanya, pihak konsulat buru-buru mengirimkan surat > peringatan agar Malaysia bisa menahan diri agar hubungan kedua bangsa > menjadi semakin memburuk. Terlebih kedua negara merupakan tetangga yang > dekat. > > Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sebetulnya Indonesia tidak > mempermasalahkan > penggunaan lagu-lagu Indonesia oleh Negara lain, asalkan secara jujur > memberikan penjelasan yang lengkap bahwa lagu tersebut berasal dari > Indonesia. > > "Kita sebetulnya bangga juga kalau lagu kita diperkenalkan oleh pihak > lain, > tetapi bukan begitu caranya," kata Pitono lagi. > > Ia menegaskan bahwa kesengajaan mengubah sebagian lirik dan aransemen lagu > oleh pihak Malaysia dapat mengakibatkan penonton beranggapan bahwa > keseluruhan penampilan baik musik dan tariannya adalah tari dan musik dari > Malaysia. > > *Antara* menyebutkan, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat > berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara > ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu. > > Salah seorang staf Konjen Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan > tim > kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian > yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari > Sumatera Barat (Sumbar), yaitu *Indang Sungai Garinggiang*. > > Sebelum dan sesudahnya, pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang > mengelola penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi > penjelasan bahwa lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu > adalah > lagu yang berasal dari Indonesia. > > Untuk memastikan, pihak Konjen RI Osaka menghubungi berbagai pihak di > Jakarta dan juga tokoh-tokoh masyarakat asal Sumatera Barat dan diperoleh > kepastian bahwa pencipta lagu "Indang Sungai Garinggiang" adalah Tiar > Ramon, > seniman musik dan penyanyi asal Sumbar pada tahun 1981. > > "Memang sang penciptanya sudah meninggal, tetapi semua data-data yang kita > miliki sudah cukup kuat untuk bisa memperingatkan Malaysia," kata seorang > warga Minang yang tinggal di Osaka. > > Menurut keterangannya, lagu itu diciptakan atas permintaan Pemda Sumbar > untuk digunakan sebagai musik pengiring "Tari Indang". Lagu itu > diperkenalkan pertama kali dipertunjukkan secara nasional pada upacara > pembukaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur?an) tingkat nasional di Padang pada > tahun 1983. > > Berdasarkan semua data itulah Konsul Jenderal Osaka Pitono Purnomo > menyurati > Azhari Haron, Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, pada 19 Oktober > 2007 untuk memberikan penjelasan yang selengkapnya atas penggunaan lagu > itu. > > Tembusan surat juga dilayangkan ke pihak penyelenggara festival FM Cocolo > untuk dapat mengerti persoalannya dengan memberikan penjelasan yang > lengkap. > > Sebelumnya lagu daerah asal Maluku *Rasa Sayange* juga dibajak oleh negara > tetangga itu yang semakin menyulut sentimen bangsa Indonesia, menyusul > serangkaian perlakukan buruk dan meremehkan warganegara Indonesia yang > bermukim di Malaysia. *[**EL, Ant**]* Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
