http://www.banjarmasinpost.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=5581&Itemid=180


      Maraknya Aliran-aliran Tidak Lazim (1), Semua Mengaku Sebagai Nabi  


      Minggu, 28-10-2007 | 02:03:20  
      Asyhadu alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna al masyikh al maw'ud 
rasulullah (Saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Al-Masyih Al-Maw'ud 
utusan Allah).

      Ahmad Moshaddeg dengan mata tajam menatap satu per satu pengikutnya yang 
mengucapkan janji setia. Berbalut jas rapi, puluhan pengikut Al-Qiyadah 
Al-Islamiyah tampak mantap. Tak ada keraguan ketika tangan mereka berjabat erat.

      Agus (45), warga Pasar Lama, Banjarmasin, tidak percaya terhadap 
telinganya sendiri, ketika pada suatu sore pekan lalu mendengar orang 
melafalkan syahadat 'gaya baru' itu di sebuah stasiun televisi swasta. Ia pun 
menajamkan mata dan telinganya supaya tidak salah dengar. "Ternyata benar. Ada 
aliran Islam baru yang mengharuskan pengikutnya melafalkan syahadat seperti 
itu," ujar Agus dengan nada geram.

      Ia merasa aneh terhadap syahadat yang dipelesetkan itu. Bagi orang Islam, 
syahadat adalah rukun pertama. Bunyinya adalah kesaksian; Tidak ada Tuhan 
selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

      Tetapi, yang dilihatnya di televisi itui jauh berbeda dengan kelaziman. 
Bagian akhir syahadat diubah dengan menyebut Al-Masyikh Al Maw'ud utusan Allah. 
"Berarti ada nabi baru yang menggantikan Nabi Muhammad SAW," tegas Agus.

      Siapa Al-Masyikh itu? Dalam Alquran julukan itu melekat kepada Nabi Isa 
AS atau Yesus dalam kepercayaan Nasrani. Tetapi, di Jakarta sekarang ada 
'Al-Masih', yakni Ahmad Moshaddeg alias H Salam itu.

      Laki-laki berusia lebih dari setengah abad ini adalah pemimpin kelompok 
Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Moshaddeg menyebut dirinya penerus, bukan pengganti 
Muhammad SAW.

      Dari pusatnya di Kampung Gunung Sari, Desa Gunung Bunder, Cibungbulan, 
Bogor, aliran ini sudah berkembang ke daerah-daerah lain di Cilacap, 
Jogjakarta, Lampung dan Padang.

      Media pun ramai mengekspos praktik yang dianggap tidak lazim ini. 'Sang 
nabi' baru itu memakai stelan jas dasi yang necis, dan membaiat satu per satu 
pengikutnya di hotel berbintang. 

      Dia berdiri di depan, lalu seorang laki-laki muda, --yang juga berjas 
dasi--, mendekatinya, menggenggam tangannya (seperti salam komando ala tentara) 
dan membaca syahadat gaya baru. Begitu laki-laki muda itu selesai mengucapkan 
syahadat, semua yang ada di ruang itu meneriakkan Allahu Akbar (Allah Maha 
Besar).

      Kelompok ini berdiri sejak 2000. Pada 23 Juli 2006, Moshaddeg menyatakan 
diri sebagai Masihal Mau'ud atau rasul baru setelah bertapa 40 hari 40 malam. 
Dengan tegas, lantang, tenang dia mempersilakan orang untuk melihat ajaran 
dalam aliran ini. Moshaddeg menepis anggapan ajarannya sesat. 

      Tetapi sejak MUI mengumumkan Al-Qiyadah Al-Islamiyah sebagai aliran 
sesat, terjadi penolakan pada penganut aliran ini di Padang, Lampung, Cilacap, 
dan Jogjakarta. Fatwa MUI No 4 Tahun 2007 digulirkan di Masjid Istiqlal Jakarta 
pada Kamis (4/10) lalu menyatakan aliran ini sesat dan menyesatkan karena tidak 
mewajibkan shalat lima waktu kecuali shalat malam. 

      Selain gelombang penolakan pada aliran ini, masyarakat mulai membuka mata 
kembali dan menajamkan indera untuk mengendus aliran-aliran yang dianggap 
menyimpang. Ini mengingatkan pada Lia Aminudin yang dikenal sebagai Lia Eden 
dengan sekte Kerajaan Tuhan. Mengaku sebagai Jibril, Lia berhasil menghimpun 
pengikut setia. 

      'Bertakhta' di Jalan Mahoni 30 Kelurahan Bungur, Senen, Jakarta Pusat, 
sekte ini akhirnya diserbu massa. Lia yang memiliki website dan piawai menulis 
puisi ini digiring ke Polda Metro Jaya pada 28 Desember 2005. SRY/dws
     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke