Tejo Priyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tanggal: Sat, 3 Nov 2007 04:40:03 -0700 
(PDT)
Dari: Tejo Priyono <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Undangan Orasi Budaya II - Max Lane
Kepada: [EMAIL PROTECTED]

   Undangan Orasi Budaya II
  Max Lane:
     
Salam Budaya
     
Pada orasi budaya pertama M Dawam Rahardjo menyampaikan pemikirannya dalam 
pembentukan Indonesia  yang lebih baik dengan judul “Strategi Budaya Di Era 
Globalisasi”.
     
Di november ini untuk Orasi Budaya II oleh Galeri Publik yang akan menyampaikan 
adalah Max Lane seorang Indonesianis. Ia akan menyampaikan pikiran-wacananya 
(dalam aspek budaya) tentang arus mobilisasi politik di tahun tahun awal 
reformasi ’98 ke mobilisasi budaya serta kaitannya dengan serangan globalisasi 
yang terjadi sekarang.
     
Untuk itu kami mengundang rekan rekan agar bisa hadir di acara Orasi Budaya II 
oleh Galeri Publik pada
               
Hari dan Tanggal         : Selasa, 13 November 2007
Waktu                          : Pukul 13.00 – 16.00 WIB
Tema                            : “Dari Mobilisasi Politik Meluas Menjadi 
Mobilisasi Budaya Dalam Menghadapi Serangan Globalisasi”
Tempat                        : Galeri Publik Jln Diponegoro No. 9 Menteng 
Jakarta Pusat.
Bentuk Kegiatan           : 
    1.      Performance Art

2.      Orasi Budaya
  3.       Makan siang & ramah ramah
       
Demikian undangan ini. Kami tunggu kehadiran rekan rekan dan trimakasih untuk 
perhatiannya.
 
  Revitriyoso Husodo
  Koordinator
  GALERI PUBLIK
  INSTITUTE FOR GLOBAL JUSTICE
 Jl. Diponegoro No. 9 Menteng, Jakarta Pusat 10340. 
 Telp : 62-21 3193 1153, Fax : 62-21-391 39 56
 Email : [EMAIL PROTECTED]/www.galeripublik.multiply.com
   
  Informasi:
  Tejo : 0817 687 95 98
--------
Lampiran

Mobilisasi politik, mobilisi budaya:
 
melawan arus "globalisasi" semu


Selama tahun 1990an muncul sebuah gerakan perlawanan kediktatoran
Yang bersandar aktif pada metode perjuangan aksi massa. Mahasiswa
bersama petani, dan juga mahasiswa bersama kaum pekerja mobilisasi di
desa maupun di pabrik dan kantor menuntut haknya. Gerakan ini kemudian
berkembang dan bersatu dengan keresahan masyarakat umum tentang
kediktatoran, pelanggaran HAM, KKN dan jurang kaya-miskin.


Pada Mei 1997 pada waktu mobilisasi massif Mega-Bintang-Rakyat dan
kemudian lagi bulan-bulan awal 1998 aksi massa betul-betul menjadi
massif. Elit politik dan elit KKN terpaksa gerak cepat untuk
 menghindar
gerakan ini mempertanyakan seluruh sistem: mereka membuang pimpinan 
selama ini dengan harapan gerakan akan puas. Sesudah Presiden Suharto 
terpaksa mundur, memang gerakan juga menciut.
 

Selama 10 tahun aksi massa spontan terus terjadi, tetapi tidak bisa
berkembang menjadi lebih daripada spontan, fragmentatif dan sangat
terbatas dalam dampak politiknya.


Salah satu persoalan ialah selama tahun 1990an dan selama 10 tahun
terakhir ini pergerakan aksi massa masih belum ketemu "budaya"nya,
atau ideologinya. Aksi massa adalah lebih daripada sekedar salah satu
metode perjuangan. Gerakan aksi massa merupakan basis dari
 kebudayaan
pembebasan itu sendiri. Tetapi sebuah budaya pembebasan membutuh 
lebih daripada cara bergerak tertentu (aksi massa), dia juga butuh cara
berpikir, cara melihat dunia secara menyeluruh; dia butuh suara dan
mekanisme bersuara.


Sekarang Indonesia menhadapi gelombang sebuah 'globalisasi' semu dan
gadungan yang justeru memusatkan kekayaan dunia di satu atau dua atau
tiga titik saja dan tidak menyebarluaskannya secara global. Adalah
gerakan aksi massa yang bisa menjadi alat perlawanan, dan juga nanti
alat memerintah dan sebagai alat membangun
 ekonomi.


Tetapi untuk aksi massa bisa mencapai semua ini metode aksi massa ini
harus menyatu dengan sebuah revolusi kebudayaan dengan visinya, cara
berpikirnya dan suaranya dengan senjata-senjata kebudayaannya  yang
jitu: sejarah, sastera dan koran. 

-- 

Translator - Writer
Consultant - Social and Governance Issues

Blog: http://blogs.usyd.edu.au/maxlaneintlasia
 
Jakarta 0813 875 60776
Singapore 98987278
   __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 



JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat) 
Jl.Tebet Dalam 2G No.1 Jakarta Selatan 12810 INDONESIA  
Phone/Fax  :+62-21-8354513 
Hp     :+8176879598(Tedjo Priyono) 
Email  :[EMAIL PROTECTED]  / [EMAIL PROTECTED]
Web    :http://www.jakker.blogspot.com/
       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke