--- In [EMAIL PROTECTED], "henfi_86" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

(...)

> To: Ron Suparno
> 
> Berarti anda penganut pepatah "nila setitik, rusak susu sebelanga".
> Anda saat ini (tentunya juga Suharto) dapat menghirup kemerdekaan
> berkat jasa siapa? saya bukan meniadakan perjuangan tokoh2 nasional
> yang lain dan rakyat yang telah berkorban. tetapi, dalam setiap
> perjuangan untuk mencapai tujuan (dalam hal ini kemerdekaan) 
tentunya
> diperlukan seorang pemimpin. dan waktu itu Sukarnolah yang 
mendapatkan
> kepercayaan itu dari rakyat. Mengenai kolaborasi Sukarno dengan
> Jepang, itu merupakan pilihan strategi satu-satunya yang dapat
> ditempuh kala itu. Dengan logika terbuka, tentu perbuatan sia2 dan
> hanya menyerahkan kematian jika melakukan perlawanan kepada Jepang.
> 

Ini dia satu lagi korban kibulan propaganda nasionalis Indoneisa yang 
telah membawa Indoneisa ke dunia dedel duwel.....

Inilah masaalah rata-rata orang Indonesia: mereka tidak biasa untuk 
berfikir kritis, demennya melahap saja propaganda tukang tindas dan 
tukang kibul...
 
Dia lupa bahwa Sokarno tukang jual seperempat juta romusha yang mati 
dikamp kerja paksa itu mendapat kepercayaan fascist Jepang dan bukan 
kepercayaan orang Indonesia...


> Bung, perjuangan itu memerlukan pengorbanan. Terlalu lancang jika 
anda
> berpikiran bahwa Sukarno telah menumbalkan rakyatnya demi
> kepentingannya sendiri. Saya bukan Sukarnois, saya hanya seorang 
anak
> muda yang lahir kemarin sore, tetapi saya berusaha menghormati
> seseorang yang anda "egios kelas kakap" sebagai Bapak Bangsa.

Yang diulang-ulang orang ini adalah propaganda orang-orang berkuasa 
yang telah (dan masih) menindas orang Indoneia dan membawa Indonesia 
ke alam dedel duwel seperti sekarang ini...

Dan enak aja dia bilang: perjuangan memerlukan pengorbanan, tanpa dia 
dengar pendapat romusha dan "comfort women" korban 'perjuangan' itu,  
apakah mereka mau dikorbankan oleh Soekarno yang kemudian jadi 
diktator Indonesia pertama itu.....

 Terlalu
> lancang saya jika mendiskreditkan beliau. Karena saya belum berbuat
> apa2 untuk negeri ini. Sedangkan dialah yang memperjuangkan hingga
> kita bisa menghirup udara kemerdekaan hingga kini. Memangnya anda
> telah berbuat apa untuk bangsa ini?
>

Ni orang lupa bahwa Syahrir, van Mook misalnya juga menginginkan 
Indonesia merdeka....
 
Banyak orang Belanda penduduk Hindia Belanda ketika itu yang 
menginginkan Indonesia merdeka dan mereka ini kemudian diusir oleh 
Soekarno penjual romsuha kepada fascist Jepang dan diktator Indonesai 
pertama itu dari Indonesia..

(....)




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke