Berdirinya Israel Sebagai Hasil Referendum Seperti Halnya Timor Leste Negara Israel berdiri sebagai hasil referendum dimana suara rakyat terbanyak memilih untuk merdeka bebas dari penjajahan Inggris sama seperti halnya hasil referendum di Timor Timur yang berhasil berdiri dan dimerdekakan dari penjajahan Indonesia.
Israel bukanlah negara Yahudi, melainkan negara sekuler yang UU-nya berdasarkan Demokrasi yang menegakkan HAM. Itulah sebabnya, rakyat negara Israel merupakan campuran berbagai bangsa2 diseluruh dunia, ada yang keturunan Cina, keturunan Russia, keturunan Arab, dan juga semua agama dilindungi dalam UU Israel. > adi setiawan wawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sejak itulah Gurion bersama teroris Zionis lainnya berusaha keras > merebut Tanah Palestina dan menjadikannya sebagai `negara' Israel. > Tahun 1947, PBB secara sepihak memutuskan bahwa rakyat Palestina > harus memberiu sebagian wilayahnya kepada Zionis-Yahudi. Yang anda klaim sebagai rakyat Palestina itu bukanlah bangsa Palestina melainkan adalah orang2 Arab Palestina. Arab Palestina bukan orang Palestina, bukan bangsa Palestina, melainkan adalah orang2 Arab yang tinggal, lahir, atau bekerja di tanah Palestina. Status mereka persis seperti Cina2 Indonesia. Arab Palestina dan Cina Indonesia adalah sama, mereka bukan orang aseli melainkan pendatang. Penduduk tanah Palestina adalah orang Yahudi dan orang Palestina, mereka merupakan bangsa yang sama yang hanya berbeda agamanya. Penduduk yang menyembah dewa Filistine disebut orang Palestina dan yang menyembah Yahwe disebut sebagai orang Yahudi. Namun akibat masuknya Islam yang anti-berhala, maka orang Filistine telah di bantai sedangkan orang Yahudi kalah diusir oleh orang2 Arab Islam sehingga terbentuk kerajaan Islam yang menjajah ditanah Palestina oleh orang2 Arab Islam ini. Namun sejak lama, kerajaan2 Islam diseluruh Timur Tengah akhirnya menjadi jajahan Inggris termasuk tanah Palestina. Raja Palestina sebelum 1947 adalah boneka Inggris. Namun kekalahan Inggris dalam menghadapi Jerman menyebabkan Amerika keluar sebagai pemenang perang dunia kedua. Atas tekanan Amerika-lah akhirnya tanah Palestina harus dimerdekakan oleh Inggris melalui REFERENDUM bukan seperti kebohongan anda bahwa Israel didirikan atas keputusan sepihak dari PBB, karena PBB tidak pernah bisa memutuskan dan badan dunia ini hanyalah berfungsi perantara untuk perundingan perdamaian bukan berfungsi memerdekakan ataupun mendirikan sebuah negara. Tanah Palestina dimasa penjajahan Inggris meliputi Libanon, Syria, Yordania dan Israel. Hasil referendum-lah yang menetapkan rakyat masing2 wilayah memilih menjadi negara2 yang sekarang ini berdiri. Sama halnya tanah Timor Leste yang sebelumnya dijajah Indonesia namun akhirnya harus dilepaskan karena keinginan rakyatnya untuk mendirikan negara merdeka dibawah pengawasan PBB. Dulunya juga tidak ada negara Yordania, Libanon ataupun Syria, namun karena referendum inilah yang menguatkan hak rakyat diatas tanah ybs. Demikianlah, tak ada yang tidak adil karena masing2 negara telah berdiri atas kemauan rakyatnya termasuk negara Israel. Hal inilah yang menguatkan dan mensahkan berdirinya Israel yang didukung oleh semua negara dan bangsa2 didunia sekarang ini. Oleh karena itu, demi kedamaian hati anda sendiri janganlah memprovokasi hal2 yang tidak benar. Dunia tidak buta, namun negara2 Islam maupun umat Islam selalu membohongi diri sendiri se-olah2 tanah Palestina adalah milik mereka. Ketahuilah, Israel bukanlah negara Yahudi melainkan negara sekuler yang Demokratis yang menjunjung HAM. Semua agama dilindungi oleh pemerintah Israel dan setiap warganegaranya berhak memilih agama masing2 yang dilindungi UU. Didalam negara Israel ada orang keturunan Arab, dan bangsa2 lain yang bercampur. Tidak ada hak orang Arab Palestina sama sekali dalam kaitan ini. Itulah sebabnya tindakan orang2 Arab Palestina adalah tindakan terorist yang bertujuan hanya menegakkan Syariah Islam. Syariah Islam adalah hukum biadab agama Islam karena melanggar HAM dan Demokrasi. Syariah Islam melarang mereka yang bukan Islam untuk menjadi pemimpin, padahal dalam HAM, tidak boleh membedakan manusia atas dasar agamanya. Dalam Syariah Islam, hanya muslim saja yang dimuliakan sedangkan yang bukan muslim diperlakukan lebih rendah daripada binatang. Syariah Islam sudah tidak ada tempatnya lagi diseluruh dunia untuk bisa diterima, bahkan ditolak oleh seluruh umat Islam didunia ini. Semoga hal2 yang sudah menjadi keputusan PBB yang merupakan dan mewakili umat manusia seluruh dunia bisa menjadi pegangan kita semua dalam menegakkan keadilan yang sesungguhnya karena kesemuanya ini bukan pendapat pribadi saya melainkan merupakan kenyataan yang tidak bisa ditolak lagi. Perlu anda ketahui, baik Ben Gurion dan Ehud Barak tidak pernah menganggap dirinya orang Arab Palestina, keduanya merupakan penduduk aseli bangsa dan negara Israel yang sekarang ini seperti halnya bangsa Indonesia yang berdirinya tanggal 17 Agustus 1945 padahal sebelumnya belum pernah ada Republik Indonesia dimuka bumi ini. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
