Karena ki-broto ngomong tentang Descartes, maka saya pakai kesempatan ini untuk mensinyalir sekali lagi buku karangan neuroscientist Antoni R. Damasio yang berjudul "Descartes' Error: Emotion, Reason, and the Human Brain" yang saya baca beberapa tahun yang lalu.
Memang untuk baca buku ini kita kudu punya sedikit bekal tentang neuroscience yang pesat berkembang sejak bahagian kedua abad yang lalu... Untuk introduksi ke neuroscience buku J.P. Changeux saya anggap yang paling aksesible (judul bahasa Perancisnya L'homme neuronal" dalam bahasa Inggeris saya kira "Neuronal man"). --- In [EMAIL PROTECTED], Kibroto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Arwah ki opo to Pak Kibroto ? ilmiahe piye ? Sakjane ono po ora ? >> arwah itu mungkin energi sub atomik pakdhe : > ... Whallah Spekuk maneh :( # Betul, arwah = roti spekuk. Asal muasalnya entah dari mana ndak ado yang tahu yaitu pendapat bahwa manungsia terdiri dari dua substansi yaitu nyawa dan raga. Dalam kepercayaan ini (=spekuk) tiap orang (dan binatang?) punya nyawa. Hla, arwah adalah nyawa dari orang yang raganya dah dut. 2,500 yhn yll Plato bilang bahwa semua hal di jagat raya ini terdiri dari dua hal yaitu yang materi dan non materi atau immateri. Konsep ini sangat berpengaruh dalam teologi (ilmu siluman) kristen. Lantas ada René Descartes yang jualan spekuk tentang adanya dualisme body-soul atawa body-mind. Maka raga = materi dan nyawa = immateri. Pada jaman itu, tahun 1700an pikiran = immateri. Seterusnya terjadi eyel2an (=jualbeli spekuk) diantara teolog dan para filusuf. Pada 1949 Gilbert Ryle yang membantah dualisme Descartes yang menganalogiken jiwa-raga sebagai ghost in the machine = siluman dalam mesin. Ketika itu adalah pasca perang dunia dan ia melihat banyak mesin2 yang 'bernyawa'. Kemudian ada Arthur Koesler, ex komunis yang mbalelo jadi anti komunis, membuktiken bahwa otak manungsia berevolusi semangkin lama semangkin komplex semangkin logis. Penemuan Koes mendorong banyak orang memfokusken diri pada otak yang diduga tempat bersemayamnya nyawa. Bahwa nyawa yang menyebabken orang berfikir menjadi tidak tepat sebab komputer bisa 'berfikir'. Apakah komputer punya nyawa? Mobil dan mesin2 bisa bergerak. Emang mobil punya nyawa? Nyawa yang dulunya dipahami menyebabken raga bergerak dan berfikir, kecewa, sakit, benci, rindu, gembira, stress, jatuh cinta, dll, dikalangan ilmuwan, mulai digugat keabsahannya. Dijaman sekarang konsep dualisme Descartes, siluman dalam mesin, terbantai di neurologi. Sebagian besar, tidak semuanya, neurolog berfaham mono- isme = monist, yaitu jiwa/sukma/roh/nyawa manunggal dalam raga. Dualisme di neurologi tidak benar2 punah. Mangsih ada yang bertahan tetapi sudah menjadi minoritas. Dulu, yang banyak dibicaraken adalah MIND-BODY, sekarang MIND-BRAIN, neurolog lebih fokus ke OTAK. Pikiran bukanlah sesuatu yang immaterial seperti diduga Descartes tetapi full material berupa ledakan2 neuron yang pleg persis dengan ledakan2 biner byar-pet di komputer2. 'Berfikir' adalah full persis komputer = memproses data dan bukan karena ada siluman dalam komputer. Jiwa/sukma/roh/nyawa dipahami sebagai konsep abstrak sebagai mental, imajinasi, berfikir, jijik, takut, kesadatan, emosi2, dll, dalam raga, bukan sesuatu yang immateri. Otak kemudian dibedah, di-obok2 untuk mencari tahu kenapa manungsia bisa sakit, kecewa, senang, sadar, dlsb. Orang yang 'sakit jiwa' bukanlah karena nyawanya sakit tetapi raganya terutama otaknya dan system neorologinya ada yang ndak beres. Jaman dulu orang2 gila diobati secara mistik. Sekarang sepikiater yang nyekoki sisakit dengan berbagai obat. Contoh jelas adalah prof. John Nash yang suka berelasi dengan siluman FBI sembuh setelah dicekoki dengan berbagai obat dan hebatnya, bisa nyabet Nobel! Tetapi konsep dualisme tentang adanya nyawa mangsih berkembang subur dikalangan umum terutama penyembah berhala. Itu karena mereka dididik dengan konsepsi bahwa nyawa DIJAMIN ado. Padahal, konsep nyawa adalah roti spekuk. Di Swedia mengajarken bahwa nyawa pasti ada adalah tindak pidana kriminal. ============================= Adanya nyawa adalah suatu roti spekuk. ============================= Jika keberadaan nyawa diraguken keabsahannya, maka orang2 yang berelasi dengan arwah2, termangsuk arwah Isa layak diraguken. Apakah mereka berfantasi? Halusinasi? Teman imajiner? Delusi? Signal2 dari planet zog? Semua ini roti2 spekuk. Demikianpun orang yang mengaku bisa berhubungan dengan arwah, biar arwah Isa sekalipun, statusnya roti spekuk. Tidak dijamin benar. Ini yang membuat saya kadang2 prihatin. Pendakwah2 mencekoki orang dengan dusta. Mereka bilang nyawa itu pasti ada. Itu kebohongan = ngapusi, sesuatu yang tak pantas dilakuken oleh pemuka2 agama. --- End forwarded message --- Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
