Udah gua bilang kalo budak islam arab itu nggak bisa
mikir. Kalo ditanya a, jawabnya b atau ngelantur nggak
karuan kemana-mana.
Kalo disuruh tunjukin bukti alqoran itu dari tuhan,
mereka pada plintar-plintur nggak bisa jawab sekaligus
menunjukkan kedunguannya.
Dasar budak-budak sinting yang doyan melahap omongan
orang arab yang nggak bukti.

--- "utusan.allah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> "deddy_s" nan ongok takah anjiang bakurok...
> 
> Indak dibacono dulu tulisan Ulil, indak ditunggu no
> dulu jawaok Ulil
> sabalun malulua kecek Amran Nasution.....
> 
> Urang Islam tipikal tu saoman bana jo anjiang
> bakuraok litak: tukang 
> lahap cirik angek...
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], "deddy_s"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Parintang2 hari tuo sabalun mati angku
> Jusfiq...inok-inoki bana
> tulisanko dih... dari dunsanak sabalah ko haaaa
> > 
> > Yang Sembrono dari Ulil Abshar
> > 
> > Rabu, 05 Desember 2007
> > 
> > Tulisan saya di hidayatullah.com ditanggapi Ulil
> dengan judul "Amran 
> > dan Beberapa Kekeliruan". "Ayolah Ulil, tunjukkan
> di mana kebebasan 
> > dan toleransi Barat?"
> > 
> > Oleh: Amran Nasution *
> > 
> > Ketika masih wartawan, saya menulis sebuah laporan
> utama sepulang 
> > melakukan liputan di Filipina Selatan. Pak Amir
> Daud, Redaktur 
> > Pelaksana waktu itu, 1981, memanggil saya ke
> mejanya. "Berapa usia 
> > Anda?", katanya. Tentu saya kaget. Untuk apa usia
> ditanya kalau 
> > masalahnya ada pada tulisan. Tapi saya jawab
> melihat ia sangat serius.
> > 
> > "Kalau begitu Anda masih bisa berubah. Mulai
> sekarang, berubahlah," 
> > ujarnya. Lalu ia menunjuk kesalahan itu. Ternyata,
> saya sembarangan 
> > meletakkan titik dan koma. Di mata Pak Amir, saya
> sembrono. 
> > 
> > Ya, sembrono. Itulah yang saya lihat setelah
> membaca tulisan Ulil 
> > Abshar-Abdalla dari Departmen of Near Eastern
> Languages and 
> > Civilizations, Harvard University, yang dimuat di
> Milist ICRP juga 
> > dimuat dalam kolomnya di situs Jaringan Islam
> Liberal (JIL), tanggal 
> > 30 November 2007. Ia menanggapi artikel saya, Dari
> Moshaddeg Sampai 
> > Mount Carmel (www.hidayatullah.com, 23 dan 24
> November 2007). 
> > 
> > Ia mengabaikan begitu saja pendapat bahwa sanksi
> penistaan agama yang 
> > terjadi di Eropa dan Amerika jauh lebih kejam dan
> lebih sektarian.
> > Tapi kesemboronon Ulil tak terbatas titik, koma.
> Ia malah berbuat 
> > seenaknya dengan fakta, sesuatu yang di kalangan
> wartawan ditempatkan 
> > pada posisi amat tinggi. Tentu juga mestinya di
> kalangan intelektual 
> > semacam Ulil. Bagaimana mungkin dia membuat
> analisa yang benar, kalau 
> > faktanya salah. Garbage in, garbage out. Yang
> masuk sampah, pasti 
> > keluarnya sampah. 
> > 
> > Berikut saya tunjukkan sampah itu.
> > 
> > Dia menyebut semua sekte, aliran, mazhab, dan
> keyakinan bisa 
> > berkembang bebas di negeri Barat. Sebagai contoh
> ia tunjuk Mormon 
> > yang salah satu pengikutnya, Mitt Romney, pernah
> menjadi gubernur dua 
> > priode di negara bagian Massachusetts. Romney
> sekarang menjadi bakal 
> > calon presiden dari Partai Republik. 
> > 
> > Saya mulai dari garbage kecil ini. Adalah bohong
> kalau dikatakan 
> > Romney (nama lengkapnya Willard Mitt Romney, 60
> tahun) menjabat 
> > gubernur dalam dua priode. Ia cuma satu priode
> Gubernur 
> > Massachusetts, 2002 - 2006. Pada 1994, eksekutif
> sukses ini pernah 
> > mencalonkan diri menjadi anggota Senat mewakili
> Partai Republik, tapi 
> > dikalahkan Edward M.Kennedy (Partai Demokrat).
> Penyebab terpenting 
> > kekalahannya, ya soal agama Mormonnya itu (lihat
> artikel Michael 
> > Paulson, the Boston Globe, 9 November 2002). 
> > 
> > Dalam pemilihan gubernur 2002 yang dimenangkannya,
> Romney menghadapi 
> > Shannon O'Brien, seorang Katolik. Untuk diketahui
> Massachusetts cukup 
> > heterogen, banyak etnik dan agama. Tapi mayoritas
> penduduknya Katolik 
> > (44%), lalu Kristen 22%, sisanya Atheis, Yahudi,
> Buddha, Hindu, 
> > Islam, dan Mormon. 
> > 
> > Pada masa kampanye kali ini soal Mormonnya tak
> ditembaki lawan. 
> > Masalahnya, lawan juga sedang grogi bila agama
> dibawa-bawa. Isu 
> > penyelewengan seksual oknum pastor dengan anak
> altar sedang 
> > menghangat waktu itu. Kemudian nama Romney lagi
> berkibar sebagai 
> > penyelanggara Olimpiade Musim Dingin di Salt Lake
> City. Perhelatan 
> > akbar itu nyaris gagal karena panitia dilanda
> berbagai skandal. 
> > Romney muncul sebagai penyelamat. 
> > 
> > Bagaimana peluangnya kini sebagai bakal calon
> Presiden Partai 
> > Republik? Tipis sekali. Penyebabnya agamanya itu.
> Itulah sekarang 
> > yang menjadi isu hangat di sekitar pencalonan
> Romney. Survei the Wall 
> > Street Journal/NBC, awal November lalu,
> menunjukkan mayoritas 
> > responden tak bisa menerima seorang Mormon menjadi
> Presiden Amerika 
> > Serikat. Yang menyatakan bisa hanya 38% (the
> Washington Post, 28 
> > November 2007). Nah, benar kan? Kalau masukan
> salah analisa salah 
> > pula. 
> > 
> > Sekarang mengancik ke soal sampah yang lebih
> serius. Kata Ulil, 
> > Mormon bebas berkembang di Amerika. Dari mana
> cerita itu didapatnya? 
> > Sejarah menunjukkan banyak darah berceceran di
> sekitar eksistensi 
> > sekte yang resminya disebut the Church of Jesus
> Christ of Latter-Day 
> > Saints. 
> > 
> > Pencetus dan pemimpin pertama Mormon adalah Joseph
> Smith, lahir di 
> > Vermont pada 1805. Smith mengaku bertemu langsung
> dengan Tuhan dan 
> > Malaikat lalu mendapat petunjuk untuk menyebarkan
> ajarannya yang ia 
> > peroleh dari tulisan di piring emas di pegunungan
> New York. Tulisan 
> > ia terjemahkan selama berbulan-bulan dan menjadi
> kitab suci orang 
> > Mormon, the Book of Mormon. Jadi Mormon agama yang
> lahir di Amerika. 
> > Ajarannya mirip Kristen tapi mengharamkan arak,
> menghalalkan 
> > poligami. 
> > 
> > Tentu Joseph Smith dan pengikutnya tak bisa
> diterima masyarakat. Ia 
> > dianggap menyebarkan ajaran aneh yang bid'ah.
> Konflik sering terjadi. 
> > Mereka terlibat beberapa perkelahian dengan
> penduduk Missouri. 
> > Akhirnya, pada 27 Oktober 1838, Gubernur Missouri,
> Lilburn Boggs, 
> > mengeluarkan perintah memburu kaum Mormon yang
> disebut extermination 
> > order (perintah pembasmian). Sekitar 2500 tentara
> menyerbu 
> > perkampungan Mormon. Sejumlah pengikut Smith
> terbunuh, banyak wanita 
> > diperkosa. Smith dan beberapa pendetanya
> ditangkap. Untuk diketahui, 
> > extermination order itu berlaku 100 tahun lebih
> sampai dicabut oleh 
> > Gubernur Missouri Christopher Bond di tahun 1976. 
> > 
> > Sekian lama ditahan, akhirnya Smith dan
> kawan-kawan dibebaskan. 
> > Mereka membangun perkampungan di tepi Sungai
> Missouri. Lama kelamaan 
> > banyak orang baru bergabung sehingga jumlah jemaah
> bertambah besar. 
> > Mereka kembali bentrok dengan masyarakat. Joseph
> Smith, adiknya Hyrum 
> > Smith, dan dua pembantunya ditangkap. Pada pagi 27
> Juni 
=== message truncated ===



      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke