mang, ini kisah beneran ato gak?
jangan bikin gw jadi hik..hik..hik gini ah...

sudah tau this world is not my home
i'am just a passing thru
my tressures are laid up
somewhere beyond the blue
the angels back on me
from heaven's open door
and i can't feel at home 
in this world anymore...

oh Lord You know
i have no friend like you
if heaven's not my home
than Lord what will i do?
the Angels back on me
from heaven's open door
and i can't feel at home
in this world anymore...

jasad.
--- In [email protected], "mangucup88" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ketika saya masih berada dlm kandungan Ibu, ayah saya ditangkap 
> dengan tuduhan PKI, karena Ibu tidak mampu dan tidak punya 
> pekerjaan, maka ia berusaha untuk melakukan abortus, tetapi rupanya 
> tidak berhasil 100%. Saya lahir tidak dengan tubuh seutuhnya, saya 
> dilahirkan dalam keadaan cacad. Saya hanya memiliki sebuah kaki 
> saja. Rupanya kehadiran saya dari awal mula di dunia ini tidak 
> diharapkan dan juga tidak di inginkan. Dunia ini diciptakan hanya 
> untuk orang sehat dan kaya saja. Tidak ada tempat bagi kami orang 
> miskin, apalagi bagi kami orang cacad, sakit dan miskin..
> 
> Tiga tahun kemudian Ibu saya bunuh diri, karena mempunyai anak cacad 
> itu; bagi Ibu ini merupakan aib dan beban tugas yang terlalu berat. 
> Saya diambil ke panti asuhan.
> 
> Bagi teman-teman saya yang sehat dan yang manis, mereka menemukan 
> rumah tempat tinggal baru, dirumah orang tua angkat mereka, tetapi 
> tidak ada tempat bagi seorang anak cacad dirumah mereka, maklum 
> mereka tidak mau mengambil anak cacad, sebagai anak angkat mereka. 
> Anak cacad hanya akan mengingatkan kepada hal-hal yang jelek dan 
> buruk.
> 
> Saya baru bisa jalan dalam usia 5 th, tetapi saya tidak pernah bisa 
> lari, sehingga anak-anak kawan sebaya saya tidak mau mengajak saya 
> turut bermain. Terlinang air mata saya keluar, ketika saya melihat 
> kawan-kawan sebaya saya, mereka bisa bermain dengan orang tua mereka 
> sambil tertawa riang dan ceria, tetapi saya hanya bisa melihat 
> mereka dari jauh sebab tidak ada tempat bagi anak cacad dilingkungan 
> anak-anak sehat.
> 
> Apakah Anda bisa membayangkan bagaimana perasaan seorang anak yang 
> tidak pernah mendapatkan belaian kasih sayang? Kami juga manusia 
> yang memiliki rasa haus dan lapar akan kasih sayang, tetapi tidak 
> ada yang mau memberikannya kepada kami, jangankan kasih sayang, 
> sapaan hangat pun tidak pernah kami dapatkan.
> 
> Apakah salah apabila saya menangis, karena saya merasa rindu ingin 
> mendapatkan belaian kasih dari seorang Ibu atau seorang ayah yang 
> tidak pernah saya dapatkan ataupun rasakan. Hati ini rasanya sangat 
> pedih sekali, melihat anak-anak lain di belai dengan mesranya oleh 
> Ibu atau Ayah mereka.
> 
> Saya yakin para pembaca masih bisa mengenang rasa belaian kasih 
> sayang dari Ibu atau Ayah kandung Anda? Walaupun pada saat ini Anda 
> telah dewasa, tetapi saya yakin Anda masih mendambakannya, masih 
> ingin merasakannya sekali lagi, belaian kasih sayang dari Ibu dan 
> Ayah kita!
> 
> Tetapi bagaimana perasaan seorang anak yang tidak pernah 
> merasakannya sama sekali apa artinya belaian kasih tsb, yang hanya 
> bisa melihat dari jauh saja, betapa indahnya, betapa bahagianya 
> mereka yang bisa mendapatkan dan merasakan belaian kasih sayang dari 
> seorang Ibu.
> 
> Saya juga sangat ingin sekali masuk sekolah, saya juga ingin turut 
> bisa belajar seperti anak-anak lain, tetapi menurut ketua panti 
> asuhan, percuma saja saya sekolah, karena toh dikemudian hari saya 
> tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan. Maklumlah panti asuhan dimana 
> saya tinggal bukannya panti asuhan dari pemerintah. Sebab pada saat 
> ini di sekolahan tidak ada tempat bagi anak miskin maupun anak 
> cacad. Sekolahan pada saat ini hanya untuk anak orang kaya dan hanya 
> untuk anak yang sehat saja.
> 
> Permainan sepak bola hanya bisa saya ikuti sebagai penonton saja, 
> walaupun rasanya ingin sekali saya bisa turut merasakan, bagaimana 
> rasanya menendang bola itu, tetapi keinginan ini hanya impian yang 
> tidak akan pernah bisa terwujudkan, karena tidak ada tempat bagi 
> orang cacad dilapangan olah raga.
> 
> Hati saya merasa nyeri dan merasa seperti di iris-iris kalau saya 
> melihat anak-anak lain naik sepeda atau main sepatu roda, karena 
> untuk anak pincang tidak ada tempat dan kesempatan untuk bisa 
> melakukan semuanya ini.
> 
> Ketika saya dewasa, ingin saya mempunyai penghasilan sendiri, tetapi 
> tidak ada tempat dilapangan kerja untuk orang cacad, jangankan untuk 
> orang cacad yang tidak berpendidikan seperti saya untuk orang 
> sehatpun sudah tidak ada lowongan kerja lagi.
> 
> Sejak saya lahir sampai dewasa, tidak pernah saya bisa merasakan 
> rasa kasih maupun belaian sayang dari seseorang. Perkataan kasih 
> bagi saya adalah suatu hal yang abstrak yang tidak pernah mungkin 
> bisa saya dapatkan maupun rasakan. Tidak ada tempat untuk kasih 
> dalam dunia anak cacad.
> 
> Sebagai seorang cacad yang tidak berpendidikan, hanya ada satu jalan 
> untuk kami ialah menjadi seorang pengemis, saya merasa malu untuk 
> minta-minta, apakah tidak cukup aib dan cemohan yang telah saya 
> terima selama hidup ini? Saya tidak mau mengalami cemohan terus-
> menerus, maka dari itulah daripada saya dihina lebih baik saya 
> mencari makanan di tong sampah, tetapi pada saat krismon ini; hampir 
> tidak ada sisa makanan yang dibuang, sehingga sering sekali saya 
> tidak bisa makan seharian penuh.
> 
> Karena dorongan rasa lapar yang tak terhingga, maka akhirnya saya 
> memaksakan diri untuk memakan makanan yang telah busuk dan bau pun, 
> akhirnya saya makan juga hal ini mengakibatkan saya jatuh sakit. 
> Saya jatuh pingsan dan ketika saya bangun terdengar sayup-sayup 
> suara irama musik dan lagu yang indah sekali disatu tempat yang 
> terang....
> 
> Dan dalam keadaan sadar dan tidak sadar seakan-akan masih terdengar 
> sayup-sayup suara lembut yang berkata: "Ketika Aku datang kedunia 
> pun tidak ada tempat bagi-Ku, tetapi di rumah Bapa-Ku ada banyak 
> tempat tinggal."
> 
> We all have different loads to bear,
> Some heavy and some light;
> But those who give their lives to Christ
> Can trust He'll make things right.
> 
> Resentment comes from looking at others;
> contentment comes from looking to God.
> 
> Mang Ucup
> Email: [EMAIL PROTECTED]
> Homepage: www.mangucup.org
>




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke