Amerika dibawah pemimpin Bush sudah makin konyol.

Semua negara industri sudah setuju dengan " Bali road map" tapi
delegasi Amerika malahan mengajukan sebuah proposal yang menghalangi
"Bali road map".  Buat apa membuat "road map", jika tujuannya tidak
ada, seperti proposal  yang diajukan oleh delegasi Amerika?

Sekarang ini di Amerika sedang terjadi badai dingin di Midwest lalu
badai dingin ini mengarah ke Northeast yang meyebabkan aliran listrik
mati dan puluhan korban meninggal dunia.  Badai dingin ini baru
pertama kali terjadi di Amerika, setelah badai besar Katrina yang
mengguncang Amerika.  Menurut statistik, kejadian topan dan badai saat
ini sudah meningkat tajam, sekitar 40% di seluruh dunia, dan Amerika
malahan menyalahkan India, Cina untuk mengurangi emisi gas karbon, dan
Indonesia karena penebangan hutan.  Padahal lubang ozon yang terbesar
ada di kutub utara, yang memang hasil kerjaan negara industri.

Jika brother Barry jadi presiden Amerika, pastinya dia akan langsung
mengubah arah kebijakan tentang perubahan cuaca, seperti yang
dilakukan oleh Kevin Rudd.

Go brother Barry go!







* PERUNDINGAN BALI BERJALAN SANGAT ALOT

Intro: Wajah-wajah cemas terlihat di Nusa Dua, Bali. Soal topik
terpenting, penetapan pengurangan pancaran gas asam arang belum juga
dicapai kesepakatan. Bagi Uni Eropa itu adalah bagian terpenting
pernyataan akhir, tetapi Amerika Serikat terus menolak target dalam
bentuk angka yang pasti. Laporan redaktur lingkungan Willemien Groot
dari Nusa Dua di Bali.

Kamis siang, Yvo de Boer, kepala UNFCC yaitu lembaga iklim PBB, masuk
ruang pers dengan jas resmi, bukan dengan batik, seperti biasanya.
"Saya sangat mengkhawatirkan tempo KTT Iklim ini," katanya. Walau pun
ia begitu diplomatis karena tidak menyebut satu negara pun, sikap
Amerika yang begitu kaku sudah jadi rahasia umum.

Al Gore yang Kamis kemarin tiba di Bali juga tahu persis di mana letak
masalahnya.

Al Gore: Saya bukan pejabat Amerika dan saya tidak terikat sopan
santun diplomatik. Jadi saya akan bicara tentang kebenaran yang tidak
nyaman. Negara saya sendiri, Amerika Serikat, adalah penanggung jawab
utama kemacetan di Bali. Kita tahu itu, kita tahu itu.

Selama beberapa jam, tersebar kesan KTT iklim di Bali terancam gagal.
Ada desas-desus delegasi Amerika akan pulang saja. Ternyata itu semua
tidak benar. Lebih dari itu, kata-kata keras memang sudah biasa dalam
KTT semacam ini. Demikian Diederik Samson, anggota parlemen Belanda
untuk partai buruh PvdA yang juga berada di Bali dan mengikuti
perundingan.

Diederik Samson: Sekarang kita lihat apa yang harus terjadi 15 tahun
lalu, yaitu bentrokan tajam antara dua kubu dalam konperensi iklim. Di
satu kubu bergabung semua pihak yang ingin menangani perubahan iklim
dan di pihak lain ada pihak yang tidak ingin bergabung, Amerika Serikat.

Sementara itu perundingan macet, sehingga diputuskan untuk membagi
delegasi dalam tiga kelompok dengan tugas mencari jalan keluar
perbedaan pendapat, yang terutama terpusat pada perumusan pernyataan
akhir.

Cara ini tampaknya berhasil. Dua penyebab perbedaan berhasil diatasi.
Alih teknologi antara negara kaya dan negara miskin soal energi
sinambung tampaknya akan terwujud. Juga dicapai kesepakatan tentang
pasal 9 Protokol Kyoto tentang evaluasi dan langkah-langkah yang sudah
diambil. Paling sedikit itu dalam tiga kelompok tadi. Jum'at ini akan
diadakan sidang pleno untuk memutuskan kompromi yang telah dicapai.

Namun mengenai penghambat besar yaitu pengurangan pancaran gas asam
arang, belum juga dicapai persetujuan. Kubu-kubu yang bertentangan
seolah saling menjauh. Amerika bersikeras menolak untuk menerapkan
angka pengurangan itu. Sementara Uni Eropa menetapkan pengurangan
emisi gas asam arang harus mencapai sekitar 25% hingga 40%. Yvo de
Boer ketua biro iklim PBB memahami logika itu.

Yvo de Boer: Saya pikir ini dapat dilihat sebagai dua komponen yang
saling berkomunikasi. Yang menjadi jelas untuk saya adalah semakin
keras negara-negara industri menyatakan bahwa mereka menuju ke arah
yang dimaksud maka semakin keras reaksi dari negara-negara berkembang.
Jika ketetapan negara-negara maju dilemahkan, maka G77 akan dengan
benar mengatakan, mengapa kita tidak lebih bersikap ambisius.

Pemenang hadiah nobel perdamaian sekaligus aktivis lingkungan Al Gore
datang pada waktu yang tepat pada KTT iklim untuk membesarkan hati
peserta konferensi tersebut. Diakuinya bahwa Amerika biang keladi
dalam KTT iklim kali ini, namun ia tidak bisa merubahnya, bahkan jika
ia ingin melakukannya.

Al Gore: Percayalah, jika saja saya dapat merubah posisi Amerika dan
merubah posisi beberapa negara, dan membuat semuanya lebih mudah
menuju target dan jadwal yang terencana, termasuk rumusan yang
disetujui di sini, maka akan saya lakukan segera. Anda semua kan juga
begitu. Namun jika kita lihat secara realistis situasi yang kita
hadapi sekarang, maka kita harus bertindak bijaksana supaya bisa
dicapai hasil dan bukannya membentuk hambatan.

Al Gore berlanjut bahwa setidaknya pada 2009 presiden baru Amerika
besar mungkin akan bersedia berunding. Perundingan masih akan terus
berlangsung hingga Jumat. Delegasi Belanda malah sudah siap-siap
pembicaraan akan terus sampai Sabtu.




====================



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke