Kata-kata yang diserap dari bahasa Tionghoa
http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=12&dn=20071214134500
Oleh : Robert Nio 

14-Des-2007, 13:45:00 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia - Laksamana Cheng Ho (1371-1433) atau lebih dikenal 
dengan nama Sam Pho Kong  berasal dari propinsi Yunan yang lahir 
dengan nama Ma Ho/Ma He dari pasangan Ma Hazhie dan Wen, sebagai 
anak kedua. Kata Hazhie (ha-tche) ini identik dengan lafal 
kata "haji" (Haji Ma). Sedangkan nama Ma Ho diambil dari nama Nabi 
Muhammad SAW.

Kata Sam Pho Kong itu sendiri sebenarnya diserap dari gelar yang 
dimiliki oleh Cheng Ho. Sebab ia mendapat penghargaan dengan 
diangkat menjadi Thai Kam dengan gelar San Bao dlm dialek hokkian 
atau Sam Po. Seorang Thai Kam adalah seorang pejabat yang dekat 
dengan keluarga Kaisar. Sejak saat itulah Cheng Ho lebih dikenal 
dengan sebutan Sam Po Thai kam atau juga Sam Po Tay Djien atau Sam 
Po Toa Lang. Tay Djien /Toa Lang artinya orang berpangkat.

1415 M, dengan didampingi antara lain oleh Ma Huan seorang Muslim 
Tionghoa, mereka singgah dahulu di Kerawang, yang pada saat itu 
masih bernama "Kerawan-an" dalam bahasa Sunda, satu pelabuhan di 
muara sungai Citarum. Pelabuhan tsb merupakan pintu gerbang masuk 
utama dari laut untuk kerajaan Pajajaran yang memerintah dari abad 
VIII s/d XVI M, penerus dari pemerintahan kerajaan Tarumanegara.

Apabila dahulu kapal berlabuh maka kebutuhan yang paling pokok 
adalah "air" tawar untuk persediaan minum mereka, maka dari itulah 
permohonan pertama dari pihak anak buah Cheng Ho adalah air yang 
dalam bahasa Tionghoa adalah "cui", karena lafalnya orang Tionghoa 
sehingga kedengarannya oleh penduduk Sunda jadi "cai" yang s/d saat 
ini perkataan tsb. masih terus dipakai. Sedangkan air sungai Tarum, 
disebut "cui-tarum", mulailah dari situlah adanya nama sungai Ci-
tarum, yang berakibat juga bagi nama sungai-sungai lainnya di Jawa 
Barat yang kebanyakan diawali dengan unsur kata "Ci", Ciliwung, 
Cikapundung, Cimanuk dsb.

Cheng Ho dan para anak buahnya yang pertama kalinya mengajarkan 
tatacara pertanian, perikanan, perternakan & pertukangan, sehingga 
dengan mana otomatis banyak kata-kata bahasa Tionghoa yang diambil 
alih seperti: pacul, woluku, seka, anglo dsb-nya, begitu juga dengan 
nama-nama sayuran seperti: cingcau, tauge, kangkung, tahu, pecai, 
mie, lobak, taoco, bakpau, baso, kecap, kwaci, bahkan untuk makanan 
utama Indonesia "sate" juga sebenarnya berasal dari kata bahasa 
Tionghoa yang berarti "tiga tingkat". Istilah "jung"  juga berasal 
dari kata "chuan" yang berarti perahu. Chia-kah = kaki telanjang 
tanpa sepatu.
 
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): [EMAIL PROTECTED]
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke