http://www.hariankomentar.com/hl003.html

15 Desember 2007


      PGI-KWI: Ada 108 kasus penyerangan gereja
      Komnas HAM Minta Penjelasan Kapolri  
     


Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan meminta penjelasan Kapolri 
Jen-deral Pol Sutanto terkait penyerangan dan pengrusakan rumah-rumah ibadah di 
Indonesia. Komnas HAM juga akan meninjau ulang MoU dengan Polri. "Kami akan 
meminta penjelasan kepada Kapolri, termasuk aparat keamanan di daerah," kata 
komisioner Komnas HAM Jhoni N Simanjuntak yang didampingi Yoseph Adi Prasetyo 
(Stanley) dan Ahmad Baso di kantornya, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta 
Pusat, Jumat (14/12).


Hal itu disampaikan Jhoni ketika menerima perwakilan pengurus Persekutuan 
Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). 
Kedua organisasi keagamaan ini mengadukan dan melaporkan daftar gereja dan 
rumah ibadah yang ditutup, dirusak dan mengalami kesulitan melakukan ibadah.
PGI dan KWI sendiri mencatat sekitar 108 kasus penutupan, penyerangan dan 
peng-rusakan gereja sejak tahun 2004-2007. Wilayah yang terbanyak terjadi di 
wilayah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Poso dan Bengkulu. Menurut Jhoni, 
pihak keamanan dalam hal ini Polri memang perlu menjelaskan, tidak hanya kasus 
penutupan dan pengrusakan gereja. Tapi juga rumah ibadah dan kelompok yang 
difatwakan sesat, seperti Jemaat Ahmadiyah, Al Qiyadah dan Syiah.


Sementara Yoseph A Prasetyo mengatakan, pihaknya menilai aparat keamanan telah 
membiarkan kelompok minoritas yang mengatasnamakan masyarakat menyerang dan 
menutup tempat ibadah. Se-harusnya aparat keamanan dan pemda mulai dari 
guber-nur sampai tingkat lurah tidak boleh membiarkannya.


"Kalau aparat telah membiarkan itu terjadi by ommission (pembiaran). Ini harus 
diung-kap, karena orang beribadah itu merupakan hak asasi yang melekat pada 
dirinya. Pelanggaran itu adalah kejahatan," jelasnya seperti dilansir detik. 
com. 
Romo Benny Susetiyo dalam pertemuan sendiri telah meminta agar Komnas HAM 
berani memanggil Kapolri. Begitu juga, Kapolri harus berani menindak tegas 
kepada para pelanggar hukum tersebut.


Menurut Romo Benny, bagi umat beragama di tingkat pimpinan maupun bawah sudah 
memiliki rasa toleransi yang sudah baik. Sayangnya, negara telah absen dengan 
membiarkan kelompok-kelompok kecil yang melakukan pelanggaran ketertiban umum. 
"Dialog (antar-agama) ini sebenarnya sudah terbangun, tapi dirusak akibat 
pelanggaran itu dibiarkan. Untuk itu kami datang ke sini, ini pelanggaran 
terhadap ideologi kita Pancasila," tandasnya. Selain Romo Benny, hadir dalam 
pertemuan Romo Muji Sutrisno, Romo Ismartono, Pen-deta Nathan Setiabudi, 
Pendeta Gumar Gultom dan Pendeta Erik Barus.(


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke