Saya sudah beberapa kali menjelaskan, kenapa orang Islam tipikal yang
suka pasang wajah moderat itu tidak banyak yang angkat bicara (ini
juga yang dikatakan oleh Hirshi Ali...) dihadapan kebuasan, kezaliman,
kebiadaban dan keganasan orang Islam yang pasang wajah fundementalis:
karena secara teologis TIDAK ada yang bisa disalahkan dengan para
fundementalis itu.

Agar jeals: para fundementalis itu adalah orang Islam yang taat
menurutkan ajaran agamanya...

Orang Islam yang pasang wajah moderat juga tidak sama sekali salah
ketika mereka bilagn "Tidak ada paksaan dalam agama" atau "Agamamu
agama mu, agamaku agama ku...".

Jadi?

Jadi, saya ulang: 

ajaran Islam itu kayak supermarket atau toko serba ada: segala ada.

Anda mau biadab ada ayat beserta hadits dan contoh dari sirah nabi.

Anda mau moderat juga ada ayat beserta hadits dan contoh dari sirah nabi.

Dan orang Islam moderat hari ini besok juga tidak berhalangan betul
untuk jadi fundementalis.

Atau sebaliknya.

Jalan keluar buat orang Islam?

Berbuat jujur kepada diri mereka sendiri: 

menyadari bahwa ajaran Islam itu hanyalah berdasarkan kibulan orang
Arab yang bilang:

1 - al-Mushaf itu berisi wahyu Allah. 

Ini omong kosong, karena buktinya nggak ada.

(cf.tulisan pendek saya yang berjudul ALIF BA TA)

2. hadits dan sirah nabi ituada yang sahih isinya.

ini juga juga omong kosong, karena hadits dan sirah nabi itu MUSTAHIL
ada yang sahih isinya.

(cf.tulisan pendek saya yang berjudul Hadits itu MUSTAHIL ada yang sahih).

Selama orang Islam tipikal belum menyadari ini, maka dunia tidak akan
aman dan darah yang dikucurkan orang Islam akan tetap membasahi muka
bumi ini, selaik darah hewan yang dipotong di hari raya Idul Adha ini.
  



--- In [EMAIL PROTECTED], "yasuaki_kurata05"
<yasuaki_kurata05@> wrote:

Akhir-akhir ini dunia milis rasanya membosankan karena isinya lebih 
banyak soal keburukan perilaku umat Islam. Tapi itu wajar saja 
karena memang - paling tidak di Indonesia - masalah fundamentalisme 
Islam ini bersaing ketat dengan masalah korupsi sebagai unsur yang 
paling merusak bangsa.

Sekarang tinggal bagaimana kita bersikap. Mau ngeritik Islam terus 
rasanya nggak tega juga, terutama buat saya yang punya teman-teman 
terdekat justru beragama Islam. Karena sangat mencintai persahabatan 
atau lebih tepatnya persaudaraan dengan mereka, saya kadang-kadang 
khawatir kalau teman-teman terdekat saya itu jadi  relijius. 
Maklumlah, kenyataan di sekeliling kita, semakin seseorang taat 
beragama (d.h.i. Islam), makin jauh dia dari sifat toleran, 
pluralis,  dan adil terhadap umat lain. Bagaimana bisa toleran kalau 
sekedar mengucapkan selamat natal saja sudah dianggap dosa. Tentu 
saja ini ada kecualinya. Walaupun akan dicela oleh Pak JH, menurut 
saya  Pak Darwin Bahar, Pak HZM, Mas Anton, dan Pak Chodjim bisa 
dikecualikan dari kelompok ini walaupun mereka muslim yang taat. Di 
mata kaum fundamentalis, orang-orang yang saya sebut ini belum 
menjalankan Islam yang sebenar-benarnya. 

Lantas kenapa kelompok yang dianggap moderat ini lebih banyak diam ? 
Rasanya bukan karena sibuk mikir beras naik. Banyak kalangan moderat 
yang  terdidik dan mampu secara ekonomi tapi terpaksa diam saja. 
Sebabnya adalah, dalam konteks Islam mereka lemah. Argumentasi yang 
mereka ajukan kalah ketika berhadapan dengan ayat-ayat yang keras. 
Ibaratnya, untuk jadi toleran perlu dua kali mikir, untuk jadi 
fundies cukup sekali saja. Tinggal baca dan telan. Lha, memang bunyi 
ayatnya begitu.
 
Makanya, terus-terusan mencecar kelompok moderat atas maraknya 
fundamentalisme ini kontra produktif. Sudah sifat manusia, kalau 
mentok di satu sisi seringkali kompensasinya ke sisi lain. Kalau 
nggak salah, dalam Psikologi, ini namanya displacement. Misalnya, di 
rumah digalakin istri, akhirnya anak buah di kantor yang sasaran 
kemarahan. Jadi, kalau orang seperti Anton didesak terus, sementara 
dia nggak mampu berhadapan dengan kelompok fundies, amarahnya justru 
bisa mengarah ke PB sendiri. Jangan-jangan ntar dianya malah jadi 
fundies juga, soalnya maju kena mundur juga kena.

BTW, alasan bahwa kaum moderat sedang direpotkan oleh urusan hidup 
sehari-hari ini sama dengan argumentasi Cak Chodjim tempo hari. Saya 
yakin, bukan maksud Mas Anton dan Cak Chodjim untuk bohong. Tapi, 
tanpa disadari, ada mekanisme pengingkaran (rasionalisasi) untuk 
mengakui bahwa kaum moderat sudah kalah dengan fundamentalis karena 
yang saya sebut terakhir ini lebih punya dasar dalam al quran.

Yas

--- In [EMAIL PROTECTED], "Pemerhati Bangsa" <semar@> 
wrote:
>
> 
> > Ribuan warga berupaya menyerang dan merusak tempat ibadah serta 
tempat tinggal jemaah Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat, Senin 
(18/12). 
> 
> 
> 
>  PB: Saya jadi teringat kata seorang muslim di milis ini (bang 
Anton kalo gak salah) yg mengatakan bhw umat muslim lebih tertarik  
mikirin bbm yg bakalan naek, beras di rumah yg udah kosong dsb....
> 
>  Ternyata gak juga.
> 
----dihapus




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke