Dan sebagaimana layaknya orang Islam tipikal, yang
pasang wajah moderat atau tidak, Haji Darwin Baharpun
mulai main fitnah...
Dia menulis:
"Kalau saya bantah, dia akan membantah lagi yang dia
c.c. kan ke sebuah lembaga di negeri Belanda, yang
membayar dia untuk menulis di
milis-milis sesuai dengan misi lembaga tersebut."
Haji atau bukan, pasang wajah moderat atau bukan,
kalau sudah kehabisan argumen tinggal pakai fitnah.
--- Darwin Bahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> --- In [EMAIL PROTECTED], Jusfiq Hadjar
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Darwin Bahar dulu suka muji-muji Aa Gym tukang
> > lecehkan perempuan ini...
>
> He he he he
>
> Inilah orang kalau otak dan berak sudah jadi satu
> dalam kepalanya, dan
> kebencian sudah merasuk ke segenap pori-porinya.
>
> Tidak lagi jelas mana yang omongan dan mana yang
> kentut keluar dari
> mulutnya.
>
> Padahal soal poligami, seperti pernah saya sampaikan
> dalam salah satu
> diskusi di Apakabar sesudah kasus poligami Aa Gym,
> saya ingin ada
> aturan Pemerintah yang sangat mempersempit poligami
> seperti pesan Al
> Quran dalam surrah An-Nisa.
>
> Dan berbeda dengan dia, saya selalu mencoba melihat
> pemasalah dari
> kedua sisi. Poligami Aa Gym soal lain,
> ceramah-ceramahnya yang sejuk
> dan antikekerasan, termasuk kecamannya terhadap
> sweeping terhadap
> orang-orang asing, adalah soal lain pula. Karena itu
> Majalah "TIME"
> pernah menisbatkannya sebagai santo alias orang
> suci.
>
> Dan saya tidak lupa ketika Nice (TBN) dalam diskusi
> poligami Ao Gym
> mengeluh, jadi berkurangnya Islam yang
> antikekerasan.
>
> Yang dia tidak tahu, walaupun sudah berkepala enam,
> ingatan saya masih
> tajam dan jernih, dan saya mempunyai manajemen file
> yang baik,
> sehingga setiap waktu kalau perlu bisa saya cari
> dengan mudah.
>
> Maunya dia, saya membantah omongannya. Tetapi mana
> mau pula
> membuang-buang waktu saya merendahkan diri saya
> melayani omongannya
> yang belakangan ini semakin kacau dan berseleperan,
> semisal "Seperti
> juga Darwin Bahar yang suka pasang wajah moderat
> tapi tidak keberatan
> untuk merapatkan saf dengan anggota PKS hanya karena
> Luxenberg bilang
> bahwa al-Mushaf itu asal usulnya leksioner salah
> satu
> sekte Nasrani juga...". Entah apa yang diomonginnya
> :))).
>
> Kalau saya bantah, dia akan membantah lagi yang dia
> c.c. kan ke sebuah
> lembaga di negeri Belanda, yang membayar dia untuk
> menulis di
> milis-milis sesuai dengan misi lembaga tersebut.
>
> Karena itu sebagian besar posting-posting nya dibagi
> dua.
>
> Pertama yang menghujat Islam, atau orang Islam
> seperti Pak Chodjim dan
> saya, yang dapat menjelaskan hakekat Islam yang
> sejuk dan damai kepada
> para Apakabarian dan para pembaca tulisan-tulisan
> saya di Superkoran.
> Alhamdulillah, sebagian besar tulisan-tulisan saya
> di Superkoran
> masuk yang terbanyak dibaca dalam sebulan terakhir.
> Malah salah satu
> tulisan saya, termasuk lima tulisan terbanyak dibaca
> di Superkoran
> sejak Superkoran dibuka dua tahun yang lalu.
> Pembaca-pembaca
> Superkoran yang cerdas-cerdas rupanya, sangat
> mengapreasiasi tulisan
> pertama saya,: "Hare gene masih ngomongin Luxemburg"
> :))), yang
> sebelumnya saya tulis di Apakabar.
>
> Tidak mampu menyaingi tulisan-tulisan dan
> popularitas saya di Apakabar
> dan Superkoran, dengan berbagai cara---termasuk
> cara-cara yang culas
> dan pengecut seperti memenggal-menggal tulisan saya
> sehingga lepas
> dari konteks dan kemudian diserangnya
> habis-habisan---dia selalu
> memcoba melakukan pembunuhan karakter kepada saya.
> Tentu saja tidak
> pernah berhasil, karena saya tidak pernah mau menari
> dengan gendang
> yang ditabuhnya :))).
>
> Karena itu dia seperti disengat kalajengking, ketika
> mengetahui saya
> sebagai salah seorang moderator Apakabar, dan
> melakukan protes kepada
> Elmod, karena katanya saya tidak pantas jadi
> moderator karena aktif
> berdskusi. Padahal saya belum tentu sebulan sekali
> ikut berdiskusi di
> Apakabar. Sangat jauh di bawah Becky salah seorang
> moderator Apakabar
> sebelum Tim yang sekarang ini---dengan segala hormat
> saya
> kepedanya---yang setiap hari ikutan diskusi.
>
> Apa diprotesnya, tentu saja tidak.
>
> Idem ditto ketika dia masih belum diusir dari Wanita
> Muslimah. Semua
> moderator WM, seperti He-man, Syafei dan Mas DWS
> aktif berdsiskusi.
> Apa pernah diprotesnya?
>
> Apa tanggapan Elmod kepadanya tentu tidak perlu saya
> ulangi lagi,
> karena sudah diketahui hampir semua Apakabarian.
>
> Jadi jelas sekali saya adalah orang yang menjadi
> duri dalam daging
> baginya, dan tidak sebaliknya. Jadi kalau dalam
> setiap kesempatan dia
> selalu berusaha menyerang saya, itu jelas problem
> dia, bukan saya.
> Ngapain saya mikirin dia, apalagi posting dia yang
> seperti kaset rusak
> itu, karena sudah diputar berulang-ulang ratusan
> atau ribuan kali.
>
> Posting yang tidak mengubah apa-apa.
>
> Islam tetap saja berkembang, termasuk di Barat.
> Terutama sejak
> puisi-puisi Rumi yang ditermahkan Coleman Barks
> memukau Barat. Buku
> tentang Rumi atau terjemahan dari karyanya ikut
> meramaikan bursa buku
> best-seller di negeri Paman Sam, bersandingan dengan
> tulisan Deepak
> Chopra, Dalai Lama, dan buku Chicken Soup. Suatu
> fakta yang ganjil,
> karena selama ini penerbitan puisi konon selalu
> menempati rekor paling
> buruk dibanding publikasi jenis buku lain.
>
> Barat semakin paham, bahwa Islam adalah ajaran yang
> indah, yang sama
> sekali tidak identik dengan Taliban atau Al-Qaedah,
> yang hanya
> mengamlkan kulit-kulit Islam, bukan isinya.
>
> Coba `search' Rumi, atau `Al Quran' di Amazon.com,
> dan kemudian
> `Luxemberg'. Lalu lihat sendiri hasilnya :))).
>
> Posting-posting yang kedua, menjilat pantat
> Pemerintah Belanda yang
> memberikan tunjangan pengangguran kepadanya.
>
> Apapun kebijakan Belanda pasti dibelanya, termasuk
> keinginan Belanda
> untuk menjajah kembali Indonesia, tetapi terhalang
> karena
> Sukarno-Hatta dengan berani memproklamasikan
> kemerdekann Indonesia.
> Karena itu dia benci setengah mati kepada kedua
> tokoh besar, yang
> dalam berbagai kesempatan, selalu dicaci makinya
> sebagai kolaborator
> Jepang, dengan mengabaikan kenyataan seperti apa
> betapa besarnya
> kecintaan dan kepatuhan rakyat dan pemuda-pemuda
> Indonesia kepada
> kedua pemimpin bangsa tersebut, sehingga bersedia
> mengobankan harta
> benda dan nyawa untuk melawan tentera colonial
> Belanda yang ingin
> menjajah Indonesia kembali.
>
> Tetapi seperti kata pepatah, "beriak tanda tak
> dalam, tong kosong
> nyaring bunyinya". Keberaniannya cuma sebatas
> menguik-nguik dan
> melolong-lolong di milis-milis.
>
> Seperti yang dituturkan oleh penyair Herry Latif
> yang juga tinggal di
> Negri Belanda di sebuah milis orang Minang, ketika
> ada
=== message truncated ===
---------------
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo
Allah yang disembah orang Islam tipikal dan yang digambarkan oleh al-Mushaf itu
dungu, buas, kejam, keji, ganas, zalim lagi biadab hanyalah Allah fiktif.
___________________________________________________________
Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! For Good
http://uk.promotions.yahoo.com/forgood/
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/