Bahaya Berhubungan Intim Saat Menstruasi
Kamis, 13 Desember 2007 Bolehkah seorang perempuan sedang
datang bulan melakukan hubungan intim? kondisi ini mungkin menjadi pertanyaan
bagi sebagian wanita yang sudah aktif melakukan hubungan seksual. Bahkan
kondisi berhubungan intim disaat mentruasi ini, juga dimanfaatkan kalangan
wanita tertentu agar tidak hamil, benarkah seperti itu? Menurut dokter
spesialis kandungan Enting Prihantina, hubungan seks yang dilakukan saat
perempuan menstruasi, tidak baik bagi kesehatan pasangan. Karena menurutnya,
hubungan yang dilakukan selama menstruasi sangat beresiko terhadap kesehatan.
Yakni, kemungkinan menyebabkan infeksi, endrometriosis dan emboli.
Sejumlah seksolog menyatakan bahwa hubungan seksual yang dilakukan pada masa
menstruasi akan berdampak buruk bagi kesehatan. Setidaknya demikian juga yang
diakui dokter yang bertugas di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam ini. Ditegaskan
alumni fakultas kedokteran Padjajaran Bandung ini, tidak hanya dari segi
kesehatan saja yang melarang pasangan melakukan hubungan seks saat menstruasi,
ajaran agama juga melarangnya. Bahkan dari kaca mata orang awam hal ini
dengan mudah bisa dipahami, karena darah menstruasi adalah media yang sangat
disukai bakteri untuk berkembang biak.
Menurut Enting, saat proses menstruasi rahim perempuan sedang berisi luruhan
lapisan endometrium yang terdiri dari darah dan sel-sel kelenjar endometrium.
Sementara itu ketika tidak menjalani proses menstruasi vagina dilumuri lendir
pencegah terjadinya infeksi. Dan, ketika masa menstruasi datang maka lendir
pencegah infeksi tersebut tergantikan oleh aliran darah haid yang siap untuk
dikeluarkan.
Dan ketika perempuan menstruasi tetap melakukan hubungan seks, risiko yang
terjadi adalah infeksi organ reproduksi. Darah yang turut keluar, mengundang
datangnya kuman, karena kuman sangat menyenangi darah sebagai media
pertumbuhannya. Selain itu menyebabkan aliran darah menstruasi berbalik.
Kondisi ini beresiko dapat menyebabkan infeksi pada rongga panggul. Bukan tidak
mungkin kondisi ini menjalar ke bagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah
yang terbuka di permukaan rahim saat haid.
Aktivitas seksual biasanya akan menyebabkan friksi-friksi pada dinding vagina
yang memungkinkan terjadinya luka atau lecet pada dinding vagina. Dengan adanya
luka atau lecet tersebut, kuman yang jumlahnya sedang meningkat pada saat
mentruasi mudah masuk ke organ reproduksi dan menyebabkan infeksi organ
reproduksi yang nantinya akan menyebabkan berbagai keluhan termasuk
ketidaksuburan.
Risiko lainnya terjadinya endometriosis. Endometriosis yakni jaringan serupa
selaput lendir rahim yang tumbuh diluar rongga rahim. Endometriosis ini
penyebab masalah kesuburan yang dialami wanita. Karena pada saat melakukan
hubungan seksual, terjadi penekanan pada rahim. Pada saat itu terjadi kontraksi
dari organ-organ reproduksi, termasuk rahim. Kontraksi tersebut mendorong darah
menstruasi masuk ke rongga perut melalui tuba atau saluran telur. Darah yang
semestinya keluar melalui vagina menjadi terhambat. Kondisi tersebut bisa
menyebabkan darah mengalir ke rongga perut, mengendap disana, dan mengakibatkan
endometriosis.
Darah yang mengandung sel-sel endometrium yang telah masuk ke rongga perut atau
tuba dapat tumbuh dan memperbanyak diri di tempat tersebut dan ikut memproduksi
darah pada saat menstruasi selanjutnya. Hal ini dapat mengurangi kesuburan,
apalagi bila menutupi saluran telur. ’’Salah satu gejala endometriosis, saat
mens terasa sakit luar biasa,'' paparnya.
Risiko lainnya akibat berhubungan saat mentruasi, dapat menyebabkan emboli
udara. Pada saat mentruasi pembuluh darah terbuka, jika pada saat itu hubungan
intim ada kemungkinan udara dapat masuk, akibatnya yang paling fatal bisa
menyebabkan kematian. Bahkan, beberapa penelitian menyatakan kemungkinan
mendapat penyakit menular lebih besar. Misalnya saja seperti gonorhea, HIV, dan
berbagai penyakit lainnya.
Dengan berbagai risiko di atas, maka sangat tidak disarankan untuk tidak
melakukan hubungan seksual saat terjadi menstruasi. Jika pada saat menstruasi
ada keinginan untuk melakukan aktifitas seksual, sebaiknya pilih hubungan tanpa
melakukan penetrasi. Misalnya saja aktifitas seksual sebatas bercumbu dengan
pasangan.
Tidak Hamil, tapi Resiko Penyakit Besar
Masa subur wanita dua minggu menjelang masa haidnya datang. Dengan kondisi
tersebut Enting Prihantina mengakui, hubungan seks yang dilakukan pada saat
wanita sedang mentruasi memang kemungkinan hamil kecil. Tapi perlu diingat,
setelah ejakulasi sperma dapat hidup 3-4 hari. ’’Bisa saja, setelah
menstruasinya habis dalam batas waktu tersebut, terjadi pembuahan, meskipun
kemungkinannya kecil tapi bisa saja,'' papar Enting
Dalam hal ini, jika alasannya berhubungan seks pada saat menstruasi dilakukan
supaya tidak hamil, justru resiko mengalami penyakit infeksi lebih besar.
’’Selain dapat berbagai penyakit, bisa-bisa jadi malah tidak bisa hamil sama
sekali,'' ujar ibu satu anak ini.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kelompok Advokasi Riau - KAR
Jl. Belimbing. Gg. Belimbing III (Ujung) No. 100
Tangkerang Barat
Pekanbaru - Riau
Telp : +62812 680 3467
Fax : +62761 22545
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/