AYO RAKYAT MISKIN BERSATU


LAWAN PENJAJAHAN ASING DAN ANTEK-ANTEKNYA!!!


 


Sejak
ratusan tahun yang lalu, bangsa kita, bangsa Indonesia telah mengangkat
panji-panji perlawanan terhadap penjajahan bangsa asing; seperti Portugis,
Inggris, Belanda, Amerika dan bahkan terhadap Jepang, yang datang ke Indonesia
untuk merampas kekayaan alam, memeras keringat rakyat Indonesia demi kemakmuran
mereka sendiri, dan dengan perlawanan yang gigih dari para pemuda/pemudi
militan seperti Tirto Adi Suryo, Semaun, hingga Sukarno-bersama dengan gerakan
massa rakyat yang terorganisir- akhirnya bangsa kita biasa melepaskan diri dari
penjajahan dan it uterus berlanjut selama masa Orde Lama, dimana suasana anti
penjahan nampak dalam semua sisi kehidupan kita. Kita menjadi Bangsa yang 
berdaulat
secara politik,mandiri secara ekonomi dan bangga dengan kebudayaan kita
sendiri.


Namun
selanjutnya, sejarah berputar balik, dibawah komando Soeharto –beserta Tentara,
Sekber Golkar dan Milisi-milisi sipil yang dilatih Tentara dan dengan dukungan
Amerika, Inggris- Soekarno dan kekuatan rakyat anti penjajah di bantai, dan
munculnya Orde Baru, yang dengan cepat mengembalikan situasi bangsa kita
kembali ke jaman penjajahan. Kita tidak lagi berdaulat secara politik, kita
tidak lagi mandiri secara ekonomi dan kita tidak lagi bangga dengan budaya
kita.


Dampaknya
bagi rakyat Indonesia adalah terjajah kembali; Tanah-tanah petani dirampas demi
modal asing dan antek-anteknya, upah murah demi modal asing dan antek-anteknya,
sekolah mahal demi modal asing dan antek-anteknya, kesehatan mahal demi modal
asing dan antek-anteknya, bahkan karena semua demi modal asing dan
antek-anteknya, maka jutaan rakyat menjadi pengangguran dan sebagaian orang
yang menjadi antek modal asing, sangat kaya raya.


Hingga
sekarang situasi itu terus terjadi, rakyat Indonesia terus terjajah, karena
pemerintah pasca Soeharto yakni Habibie, Gus Dur, Megawati dan Sby-JK, ternyata
juga bukan pemerintahan yang berani melawan penjajahan asing, bahkan menjadi
antek penjajah. 


Hutang
Luar Negeri yang menjadi jebakan bagi bangsa kita untuk menyerahkan seluruh
kekayaan ekonomi dan bahkan menggadaikan kedaulatan politik, tidak berani
dihentikan pembayarannya oleh SBY-KALLA, tidak berani dihentikan pembayarannya
oleh SEMUA PARTAI YANG ADA DI DPR SEKARANG. 


Hutang
Luar Negeri yang sedemikian besar-yang diharuskan oleh Negara-Negara Penjajah
kepada Pemerintah kita dari Soeharto hingga SBY – menjadi alat bagi
Negara-Negara Penjajah untuk setiap saat mengatur bangsa kita, sebagai bangsa
yang diatur-atur oleh bangsa lain(dijajah), kita tidak bisa merencanakan
pembangunan yang bermanfaat bagi jutaan rakyat miskin sebab pabrik-pabrik kita
(industri) bukan dibangun untuk kepentingan jutaan rakyat Indonesia itu, tetapi
untuk kepentingan penjajah dan antek-anteknya. Jika kita butuh pabrik traktor
yang banyak agar tersedia traktor yang cukup-dan murah-bagi petani, kita tidak
akan bisa membangunnya selama tidak mendapatkan restu dari Negara-Negara
Penjajah. Kita ingin membangun pabrik obat yang banyak-agar obat cukup dan
murah,bahkan seperti di banyak negara lain, obat bisa gratis- kita tidak bisa
membangunnya selama tidak mendapatkan restu dari Negara-Negara Penjajah. Kita
ingin punya listrik dan air di tiap rumah, kita tidak bisa membangunnya selama
tidak mendapatkan restu dari Negara-Negara Penjajah. 


Demikian
pula halnya dengan kesejahteraan rakyat kita yang bekerja di pabrik-pabrik.
Kita ingin upah yang layak, kita ingin punya jaminan pekerjaan yang tetap-bukan
kontrak apalagi outrsourching, kita
ingin jam kerja yang manusiawi-tidak harus lembur tiap hari hingga rakyat kita
menjadi kurang pergaulan,tidak bisa mengurus keluarga, tidak bisa belajar agar
menjadi lebih pintar, semuanya tidak bisa selama tidak mendapatkan restu dari
Negara-Negara Penjajah.


Yang
pengangguran ? Sama saja, tidak akan mendapatkan pekerjaan yang layak dengan
kesejahteraan yang layak, selama tidak mendaptkan restu dari Negara-Negara
Penjajah. Yang Pelajar dan Mahasiswa, bersiap-siaplah menjadi pengangguran atau
menjadi buruh dengan kondisi yang tidak manusiawi, sebab kita terjajah.


Oleh
karena itu, hai semua rakyat miskin-yang memang dimiskinkan karena terjajah-
mari kita membangun organisasi, membangun kekuatan, sebab Semua Partai Politik
di DPR bukan alat kalian, tapi Antek Penjajah, sebab Pemerintah bukan alat
kalian, tapi Antek Penjajah, sebab perubahan untuk kesejahteraan buat kalian
semua, buat rakyat Indonesia tergantung pada jerih payah perjuangan kita
bersama, perjuangan rakyat miskin Indonesia, dan perjuangan rakyat miskin
Indonesia adalah perjuangan yang mengunakan metode mobilisasi/partisipasi
seluruh rakyat, seperti yang telah teruji dalam sejarah bahwa Portugis,
Inggris, Belanda, Amerika, Jepang hanya dapat kita usir dengan melakukan
mobilisasi massa secara luas. Demkian juga Soeharto sebagai salah satu antek
penjajah dapat kita turunkan dengan mobilisasi massa,
juga revisi UU 13/2003 –yang merupakan pesanan Penjajah-dapat kita batalkan
dengan mobilisasi massa.


Untuk
itu, dalam rangka memperingati peristiwa perlawanan mahasiswa dan rakyat
Indonesia dalam berjuangan melawan Penjajahan Asing pada tahun 1974 –yang
sekarang dikenal dengan peristiwa Malari/Malapetaka 15 januari, sekalipun bukan
malapetaka tetap sebenarnya adalah momentum perlawanan rakyat terjadap
penjajah- maka kami mengundang sekalian rakyat; Kaum Buruh yang masih terjajah,
Pemuda-Pemudi, Kaum Tani, Kaum Terpelajar untuk bersama-sama melakukan AKSI
MOBILISASI KE ISTANA NEGARA, PADA TANGGAL 15 JANUARI 2008. TITIK KUMPUL DI
PATUNG KUDA INDOSAT JAM 10.00 WIB. 


 


BERSAMA-SAMA KITA SUARAKAN : 


“ LAWAN PENJAJAHAN ASING, TANPA SISA ORDE BARU DAN REFORMIS GADUNGAN
“


STOP BAYAR HUTANG LUAR NEGERIBANGUN INDUSTRI DALAM NEGERI YANG 
MANDIRINASIONALISASI INDUSTRI TAMBANG DI BAWAH
     KONTROL RAKYAT

 


Hubungi Kawan-Kawan
dibawah ini :


Bekasi :
Ata à0815 8531 9296/021
8835 3230. 


Jakarta
: Vivi à0815 894 6404  


Tangerang
: Nata à0813 1882 0271


 


Aksi melawan Penjajahan Asing ini di selenggarakan oleh :


SRMK-PRM, LMND-PRM, FNPBI-Merah, GSPB, SPI, MAHARDIKA PRM,
KPRM-PRD, PAPERNAS-PRM






      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke