Berdebatlah Dengan Kejujuran Bukan Dengan Keimanan !!!

Berdebat adalah mengadu argument untuk menguji kebenaran, oleh karena
itu dibutuhkan kejujuran.  Janganlah karena argument anda sudah
terbukti salah kemudian dialihkan kepada pribadi pendebatnya, hal itu
tidak jujur karena topik perdebatan tidak mendapatkan perhatian lagi
sehingga argument yang menyesatkan diharapkan dilupakan pembaca2nya.

Namun dizaman sekarang tidak mudah menipu para pembaca yang
berpendidikan SMA dan mereka tidak akan bersimpati dengan cara2
seperti itu dalam usaha mengubur kebenaran itu sendiri.

Kita bisa menyaksikan sendiri nasib Yanti Sukardi TKW Indonesia di
Arab Saudia yang diperlakukan sebagai budak.  Dia dipancung atau
ditembak karena dituduh mencekik Ny majikannya hingga mati.  Padahal
hukum diIndonesia perkelahian dua orang tanpa senjata tidak pernah
dituduh sebagai pembunuhan meskipun sampai ada yang mati.

Tuduhan kepada Yanti se-mata2 atas dasar pengaduan keluarga majikannya
yang diterima pengadilan sebagai kebenaran tanpa hak membela diri dari
Yanti Sukardi sendiri.  Dalam Syariah Islam, seorang budak bukanlah
Islam dan bebas disiksa oleh pemilik budak, dan hal inilah yang
dialami Yanti.  Syariah Islam tidak ada membela budak, tetapi memang
dinyatakan bahwa seorang budak yang masuk Islam harus dibebaskan dari
perbudakan dan hanya yang bukan Islam yang boleh diperbudak.  Lebih
daripada itu, ada aturan lagi dalam Syariah Islam, yaitu seorang budak
yang mau masuk Islam harus mendapatkan izin lebih dulu dari majikannya
sebagai pemilik budak.  Artinya kalo sang pemilik budak tidak bersedia
membebaskan budaknya dari perbudakan tentu mudah caranya yaitu dengan
menolak permohonan sang budak untuk masuk Islam.  Begitulah, Islam
dikatakan sebagai "agama yang tricky...." yaitu agama yang penuh penipuan.

Kemarahan masyarakat Indonesia terhadap perlakuan terhadap Yanti
Sukardi tidak mungkin mendapatkan perhatian karena Syariah Islam juga
berlaku di Indonesia.  Pemerintah Indonesia hanya bisa menuntut
pemerintah Arab Saudia apabila secara resmi menolak Syariah Islam dan
menolak pemberlakuannya di Indonesia.

Itulah sebabnya, pemerintah Arab Saudia berhak memberlakukan Syariah
Islam kepada budak2 Indonesia yang di Indonesia dikenal sebagai TKW
karena pemerintah RI mengakui dan memberlakukan Syariah yang sama di
Indonesia.  Berbeda sekali perlakuan pemerintah Arab Saudia terhadap
pekerja2 dari Korea Selatan maupun Phillipina yang jelas2 tidak
mengakui hukum syariah dan menolaknya karena merupakan hukum yang
melanggar HAM secara Internasional.


>...........<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ibu kalau anda bicara soal hukum dan putusan hukum hendaknya anda 
> kumnpulkan bahan dan data yang lengkap sebelum anda bicara. Apakah 
> saya bicara dengan perempuan yang tidak punya bapak? Sebab id anda 
> yang lain adalah binti muskitawati.
> 


Datanya ada di AlQuran, bahwa Syariah itu biadab karena melanggar HAM.
 Amerika memerangi Syariah Islam bukan menegakkannya karena syariah
Islam menganggap manusia yang bukan Islam sebagai bukan manusia. 
Biadab bukan???  Kita sama2 sebagai umat Islam tentu mengetahuinya.

Apa urusannya dengan id saya???  Apakah kalo memakai nama bapaknya
bisa dianggap tidak punya ibu???  Pemikiran yang stupid bukan??? 
begitulah keimanan Islam memang terbukti merusak pemikiran yang logis
rasional sehingga hanya dipenuhi dengan religious prejudice.

Islam ada banyak, bahkan sebelum lahirnya Muhammad sudah ada agama
Islam, namun ajaran Muhammad sangatlah berbeda karena ajarannya justru
menjunjung tinggi wanita bukan merendahkannya.  Itulah sebabnya,
keluarga Muhammad adalah keluarta matrilineal dimana nama dan keluarga
ibu yang menjadi pemimpin keluarga bukan patrilineal yang seperti anda
kenal sekarang ini.  Buktinya mudah, ciri2 patrilineal adalah wanita
melamar suaminya dan memberi mahar kepada keluarga suaminya, dan
begitulah keluarga Muhammad yang se-benar2nya.  Dan Saya adalah
penganut ajaran Muhammad yang se-benar2nya dan anti-poligamy seperti
juga Muhammad yang cuma beristrikan Khadijah tak pernah menikah lagi
setelah khadijah wafat.  Hanya AlQuran sekarang memang bukan ditulis
oleh pengikut Muhammad melainkan oleh musuh2nya yang membunuh nabi
Muhammad dan mencatut namanya agar bisa melegalisasikan menjadi
pengganti nabi Muhammad, sama halnya yang dilakukan Suharto kepada
Bung Karno.  Abu Bakar dan penerusnya itulah yang bertanggung jawab
dalam pembunuhan nabi Muhammad dan seluruh keturunannya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke