Anda sudah keteteran HH Samosir, anda cuma
muter-muter.

Masaalah korupsi "oil for food" sungguh tidak ada
hubungannnya dengan apa yang dikatakan Kofi Annan
tentang legalitas perang Iraq.

Akan halnya kapasitas Hans Blix: dia dipercayai oleh
PBB dan dia dibantu oleh sejumlah ahli.

Selanjutnya saya ulang: yang memutuskan boleh atau
tidaknya Iraq diserang adalah PBB dan bukan Amerika
dkk.

Kemudian tentang WMD: hingga sekarangpun TIDAK ada
bukti bahwa Iraq punya WMD.

Dan "Chemical Ali" sungguh tidak bisa dipakai sebagai
argumen.

--- HH Samosir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> utusan.allah at yahoo.... wrote:
> > 
> > Membawa-bawa urusan anak Kofi Annan ke diskusi
> yang mengenai ucapan Kofi Annan tentang perang Iraq
> adalah salah satu puncak kenistaan cara diskusi HH
> Samosir yang adalah monster pemebunuh manusia yang
> tangannya bergelimang darah manusuia ini.
> 
> 
> HHS: Inilah contoh argumen red herring falacy. Sudah
> dijelaskan oleh thread sebelumnya bahwa objektifitas
> Kofi Annan selaku sekjen UNterhadap perang Iraq
> adalah bias, karena terkait kasus korupsi terhadap
> "Oil for Food program" buat rakyat Iraq. Sudah saya
> jelaskan di thread lain.
> Sehingga pandangan Annan terhadap perang Iraq tidak
> mempunyai "good will or moral ground" sesuai
> pandangan international atas apa yang disanksikan
> oleh UN (cq Kofi Annan). Anaknya terikutkan karena
> dia yang menangani langsung. Jika saudara tidak bisa
> menarik benang merah atas kejadian ini, sama saja
> saudara secara logika mengatakan bahwa:
> Suharto tidak korupsi, yang korupsi itu anaknya,
> maka jangan dibawa bawa.
> 
> Juga kelompok yang sangat ANTI terhadap serangan
> koalisi adalah kelompok yang SANGAT terkait dengan
> penyalahgunanan dana UN terhadap Oil for Food
> program. Sebut saja Rusia, German, Perancis dll.
> Bukan suatu kebetulan jika mereka yang paling vokal
> menyuarakan protes atas nama kemanusian, itu karena
> proyek bancakan mereka terancam punah jika US
> menyerbu Iraq.
> 
> Sampai disini paham? jangan dibilang saya yang
> Mbulet, padahal saudara yang kurang referensi.
> 
> 
> 
> utusan.allah wrote:
> > Walaupun tidak perlu, dan sekedar untuk memenuhi
> permintaannya yang dungu, absurd dan nista itu saya
> sertakan juga bersama ini pendapat Hans Blix.
> > Jadi: perang Iraq itu adalah ilegal.
> 
> 
> HHS: Nah inilagi, sudah kedodoran pake Kofi Annan
> sekarang ganti dia bawa bawa Hans Blix. Baik agar
> anda dapat pembelajaran yang memelekkan mata anda
> akan saya paparkan secara gamblang.
> 
> Dimata kalangan military Intelligence, Hans Blix
> walau selaku UN chief weapon Inspector tidak
> menunjukkan kapasitasnya yang maksimal. Kesalahan
> utamanya adalah mempercayai Iraqi final report yang
> telah direvisi bolak balik SEMBILAN kali. Menolak
> untuk mengecek situs situs yang justru telah
> mempunyai data lengkap Bio-Chem Iraq yang diajukan
> oleh kalangan intelijen baik US maupun
> International. [ref. New York Times, Apr 12 2004]
> 
> Kesalahan Kedua, tentang prosedurnya yang melanggar
> tatacara UN dalam sistem pengumpulan data, sesuai
> resolusi UN 1441. Dia TIDAK mewawancarai teknisi
> Iraq yang terlibat langsung dalam pengembangan WMD
> Bio-Chem. Padahal Blix mempunyai kapasitas tersebut.
> Apakah dia mewawancarai pengembang Botulinum dan
> Anthrax lab Saddam, yang dijabat oleh Rihab Taha
> alias Dr.Germs atau Dr. Anthrax? Jawab: NO!!
> [REF: Security Council 4714th meeting on report of
> UNMOVIC)
> 
> Kesalahan Ketiga, dengan tidak diberikannya jaminan
> immune terhadap defected Iraqi scientists yang
> justru kemerdekaannya dijamin oleh UN, berarti
> secara tidak langsung mengijinkan Saddam untuk
> mengintimidasi para scientists tersebut. Padahal
> mereka adalah saksi kunci atas kasus WMD Iraq. 
> Suatu kesalahan amat Fatal menyangkut keselamatan
> manusia  yang ironisnya seharusnya dijamin oleh
> United Nation !!
> [REF: doc S/2003/203 in accordance to paragraf 12
> Security Council resolutin 1284 (thn 1999)]
> 
> Kesalahan Keempat, Blix tidak bisa menjawab secara
> eksak atas pertanyaan sederhana seperti: "Dr. Blix,
> please answer the following question either "YES" or
> "NO". Has Iraq complied fully and immediately with
> all provisions of Resolution 1441, which, as you may
> recall, was drafted "to afford Iraq, by this
> resolution, a final opportunity to comply with its
> disarmament obligations under relevant resolutions
> of the Council"?
> Yang dijawab secara Muter-muter oleh Blix tanpa bisa
> menjawab Ya atau Tidak.
> [REF: transcript doc S/2003/208 of UN Security
> Council meeting 4716th]
> 
> Dari transkrip wawancaranya dengan Christine
> Amandapour (CNN) yang dikirim rekan sekampus di UC
> Berkeley dulu, dia mengatakan jika dia tetap
> diijinkan menjadi ketua penyelidik mungkin Saddam
> masih berkuasa dan Iraq dan itu lebih baik. [REF: UC
> Berkeley News, March 18 2004]
> 
> Dengan kata lain, Mr Blix atas nama UN menutup mata
> akan kekejian Saddam terhadap rakyatnya, 
> 
> Orang yang sama, yang GAGAL mendeteksi program
> Iraq's advanced Nuclear saat menjabat ketua IAEA,
> yang akhirnya ketahuan kegoblokannya akibat perang
> teluk 1991.
> 
> Orang ini yang diandalkan untuk mengatakan Iraq has
> NO WMD dan menganggap dengan gampang bahwa serangan
> Koalisi adalah Illegal???
> 
> Saya mempunyai amples of evidence bahwa orang orang
> ini asal cuap cuap tanpa tahu in-depth dan virtue
> tiap persoalan atas Iraq. Apalagi data saya jelas
> sudah melampaui apa yang tercantum di Wikipedia dan
> Google.
> 
> Saya ulangi : Give me a pristine example that can
> outshine my acts !!
> 
> 
> 
> utusan.allah wrote:
> > Akan halnya dusta dan kibulan yang dijadikan
> alasan perang Iraq oleh Bush, saya rasa kita tidak
> perlu kembali ke Hans Blix: sampai sekarang tidak
> ada senjata pemusnah masaal yang ditemukan di iraq.
> > HH Samosir tidak akam mengakui semua ini.
> > 
> > Monster dungu lagi biadab yang tangannya
> bergelimang darah manausai jelas tidak akan mau
> melihaht kenyataan: TIDAK ada bukti bahwa Iraq punya
> senjata pemusnah massal yang dijadilan alasan untuk
> menyerang
> > Iraq - yang nota bene bukan casus belli.
> > 
> 
> 
> HHS: JQ sudah menunjukkan kedunguannya, dengan
> enteng ngomong bahwa tidak ada WMD di Iraq. Dia
> tidak bisa membedakan antara Nuclear capability
> dengan kemampuan Iraq dalam Bio-Chem.
> Dia menggap bahwa Ali Kimia (Chemical-Ali) adalah
> tukang bakso di Iraq. Bahwa Saddam hanya melepas
> KENTUT atas suku Kurdi.
> 
> Juga tidak tahu bahwa Saddam mampu memproduksi
> Anthrax, Botulinum, Sarin (GB) yang menurut resolusi
> UN 687 dan Chemical Weapon Convention adalah WMD.
> Belum lagi Mustard gas dll.
> 
> Tidak tahu bahwa ada transaksi pembelian Bio-Chem
> dari fasilitas Iraq di Sammara dan Ur melalui Syria
> menuju Pakistan yang merupakan halaman belakang Al
> Qaeda. Juga jalur lain melalui Lybia dan Yamen.
> Apalagi sudah dinyatakan bahwa kelompok Osama adalah
> public enemy no.1 oleh US.
> Sesimpel ini saja sudah dapat dikatakan sebagai
> cassus belli. Belum lagi contoh contoh lain yang
> lebih complex.
> 
> Dengan menunjukkan kedunguannya JQ mengatakan tidak
> ada WMD di Iraq?
> 
> Sampai disini anda menyakinkan saya bahwa sebenarnya
> anda tidak ada ISI-nya. Tidak lebih dari main kewel
> tanpa mutu. Semakin membuktikan secara solid bahwa
> anda yang dungu, buas, keji (your own words).
> 
> Semper Fi,
> HH Samosir
> --- end ---
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


---------------
Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo

Allah yang disembah orang Islam tipikal dan yang digambarkan oleh al-Mushaf itu 
dungu, buas, kejam, keji, ganas, zalim lagi biadab hanyalah Allah fiktif.


      __________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail - a smarter inbox http://uk.mail.yahoo.com




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke