Tawang,

Kamu joga ilmu jampi-jampi universitas Caligula dan Shinjyku maka bantulah Pak 
Harto, jangan simpan ilmu untuk diri sendiri.

Wass



  ----- Original Message ----- 
  From: tawangalun 
  To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Friday, January 18, 2008 12:04 AM
  Subject: [proletar] Mbah Harto dan Kematian



  Pada saat ini kita bisa menyaksikan bagaimana Soeharto
  yang dulu merupakan Presiden Indonesia yang sangat
  ditakuti dan berkuasa di Indonesia terbaring lemah
  tidak berdaya di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
  Hanya 2 organ tubuhnya saja yang berfungsi. Itu pun
  sudah dibantu dengan berbagai alat kedokteran yang
  paling canggih. Puluhan dokter membantunya, namun
  mereka nyaris tidak mampu berbuat apa-apa untuk
  membuat Soeharto sehat seperti sebelumnya.

  Soeharto tidak sadarkan diri. Dia tak mampu untuk
  melihat, mendengar, atau berbicara. Bahkan cairan
  terus membanjiri paru-parunya sehingga harus dipompa
  keluar.

  Setiap yang bernyawa, termasuk manusia pasti akan
  merasakan mati. Dan kepada Allah-lah mereka akan
  kembali:

  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian
  hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.� [Al
  â?TAnkabuut:57]

  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan
  menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai
  cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada
  Kamilah kamu dikembalikan.â? [Al Anbiyaaâ?T:35]

  Hingga saat ini belum pernah ada manusia yang tidak
  pernah mati. Saat ini tidak ada orang yang berumur
  lebih dari 200 tahun dan belum mati.

  Pada saat manusia diciptakan, Allah sudah menentukan
  ajal kematiannya. Kapan orang itu mati sudah
  ditetapkan:

  �Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah
  itu ditentukannya ajal (kematianmu)..� [Al
  Anâ?Taam:2]

  Pada saat ajal/maut tiba, tidak ada seorang pun yang
  dapat memajukan atau memundurkan meski hanya sekejap:

  �...Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah
  datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat
  mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula dapat
  memajukannya.� [Yunus:49]

  Seseorang tidak akan mati kecuali jika Allah
  mengizinkan:

  �Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan
  dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah
  ditentukan waktunya...â? [Ali â?TImran:145]

  Oleh sebab itu pada berbagai kecelakaan, pada berbagai
  bencana, ada orang yang mati, ada pula orang yang
  selamat dengan izin Allah.

  Sebaliknya, jika saat kematian telah tiba, meski
  seseorang berlindung di dalam benteng yang kokoh,
  dilindungi jutaan pengawal, dirawat ribuan dokter, dia
  tetap akan mati:
  �Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan
  kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi
  lagi kokoh...â? [An Nisaaâ?T:78]

  Dalam ayat di bawah Allah menjelaskan, saat nafas
  sudah sampai di kerongkongan seseorang dan akan
  keluar, siapa yang dapat menyembuhkannya? Meski
  seluruh manusia dan jin bersatu (termasuk para dokter
  dan tabib), niscaya orang itu tidak akan sembuh dan
  meninggal dunia:

  Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah
  (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan
  (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?", dan
  dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan
  (dengan dunia), 
  kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.� [Al
  Qiyaamah:26-30]

  Orang yang zalim akan mendapat siksa:

  â?oâ?¦Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di
  waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan
  sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan
  tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di
  hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat
  menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap
  Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu
  selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.�
  [Al Anâ?Taam:93]

  diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa
  menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari
  segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan
  dihadapannya masih ada azab yang berat.�
  [Ibrahim:17]

  Mereka ingin kembali hidup ke dunia agar bisa tobat
  dan beriman kepada Allah. Tapi hal itu sia-sia:

  (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga
  apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka,
  dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke
  dunia)â? [Al Muâ?Tminuun:99]

  Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk
  (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya
  kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan." 
  Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika
  orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di
  hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami,
  kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah
  kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh,
  sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin." [As
  Sajdah:11-12]

  Pada saat ajal menjelang / sakarotul maut, taubat
  tidak akan diterima. Banyak orang yang terus berbuat
  dosa dan menzalimi orang lain. Mereka menipu,
  mencopet, merampok, membunuh, menindas orang lain, dan
  sebagainya. Mereka tidak henti berbuat dosa dan baru
  akan bertobat ketika maut sudah di depan mata. Pada
  saat itu tobat sia-sia seperti tobatnya Firâ?Taun:

  �Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari
  orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga
  apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka,
  (barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat
  sekarang." Dan tidak (pula diterima taubat)
  orang-orang yang mati sedang mereka di dalam
  kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan
  siksa yang pedih.â? [An Nisaaâ?T:18]

  Banyak orang yang ketika sehat atau berkuasa tidak
  pernah memikirkan untuk bertobat. Padahal itulah saat
  yang terbaik.

  Padahal maut itu niscaya akan datang meski kita
  berusaha untuk menghindar:

  �Dan datanglah sakaratul maut dengan
  sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari
  daripadanya.� [Qaaf:19]

  Orang yang zalim akan disiksa. Sebaliknya orang yang
  beriman dan banyak berbuat kebaikan, niscaya
  dimasukkan ke surga:

  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan
  sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan
  pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
  dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah
  beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah
  kesenangan yang memperdayakan. â? [Ali â?TImran:185]

  Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dia akan mati.
  Bahkan seorang dokter di rumah sakit pun yang banyak
  melihat orang mati, belum tentu dia menyadari bahwa
  dia juga akan mati. Tidak sadar akan gelapnya alam
  kubur dan kengerian hari Akhir. Akibatnya dia lupa dan
  malas untuk beribadah kepada Allah SWT. Banyak juga
  orang yang melayat orang yang meninggal namun tidak
  ingat bahwa dia juga akan menyusul dan meninggal. 

  Oleh sebab itu hendaknya kita ingat bahwa kita akan
  meninggal dan bertemu dengan Allah, Raja dari segala
  Raja. Pada saat semua raja-raja, kaisar-kaisar, dan
  presiden-presiden sudah dimatikan dan dibangkitkan
  dari kubur, Hanya Allah yang berkuasa menaklukan
  segalanya:

  �Dialah Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai
  'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan membawa
  perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di
  antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan
  manusia tentang hari pertemuan (hari kiamat). Yaitu
  hari ketika mereka keluar dari kubur; tiada suatupun
  dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. Lalu
  Allah berfirman: "Kepunyaan siapakah kerajaan pada
  hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha
  Mengalahkan.â? [Al Muâ?Tmin:15-16]

  Shalom,
  Tawangalun.



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.6/1229 - Release Date: 1/17/2008 
11:12 AM


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke