Gilo kali ini Genduk Mus kena batunya,makane ingatkan dia jangan
seneng mitnah.
Shalom,
tawangalun.
- In [EMAIL PROTECTED], FreeThinker <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
LB Moerdani meninggal karena memang sudah waktunya,tidak ada
hubungannya dengan lain2 ! setelah Bapak jatuh di tangga (Di rumah)
sejak itu stroke,sebelum meninggal memang sudah kurang lebih beberapa
bulan full fysiotheraphy tapi tetap semakin memburuk
dengan komplikasi darah tinggi ! jadi saya tidak mengerti apa maksud
anda dgn menulis
"hanya bisa masuk ke RSGS untuk dirawat dan keluarnya menutup mata !!! "
dan sebelumnya anda menulis :
" Tidak ada satupun jendral militer yang senior bersedia dikirim ke
RSGS "
Kalau seperti yang anda tulis adalah benar,Moerdani juga tentu
lebih mengetahui hal itu dan tidak memilih untuk di rawat di RSGS,Tapi
karena saat itu Bapak MEMILIH SENDIRI sejak sering check up sebelum
jatuh sakit juga memang sudah selalu ke RSGS.(Pak Benny selalu setahun
sekali menggunakan fasilitas Hak militer'nya utk control kesehatan)
Jadi Mohon,jangan menulis sesuatu hal bila anda tidak memiliki
bukti2 cukup yang akurat dan "benar2 tahu"
Sekadar catatan :
dari empat belas anggota tim dokter pribadi Soeharto (Pada masa
Soeharto masih berkuasa),ada dua belas orang di antaranya berasal dari
RSPP. Termasuk, Dr. Koenindo Dadi SpRad, yang juga Ketua Tim Dokter
Kepresidenan saat itu. Cuma dua orang yang bukan dari RSPP, yaitu Dr.
Teguh AS Ranakusuma SpS (RSUPN Cipto Mangunkusumo) dan Dr. Hadi Kusnan
SpTHT (RSPAD Gatot Soebroto).
RSGS dan RSPP ditunjuk sebagai rumah sakit kepresidenan!
Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [EMAIL PROTECTED], FreeThinker
<liberalist.loverz@> wrote:
>
> *Ralat :
> Tidak ada satupun jendral militer yang senior bersedia dikirim ke
> RSGS >>> Mungkin anda lupa dgn Alm LB Moerdani ? Beliau dirawat sampai
> menutup mata di RSPAD Gatot Soebroto !
>
Benar, Jendral yang berani menentang policy Suharto hanya bisa masuk
ke RSGS untuk dirawat dan keluarnya menutup mata !!!
Sarwo Edhie Wibowo mulanya menolak masuk RSGS, dia dirawat di RS
Kuningan, kemudian keluarganya mengirim ke Amerika, selesai berobat di
Amerika, dia pulang dicegat di Airport dan dipaksa untuk Check-up ke
RSGS, dan juga seperti jenderal Murdani dia menutup mata dengan damai.
Ali Murtopo juga tak mau dirawat di RSGS, dia masuk ke ICU di RSCM,
kemudian ada terror yang meledakkan ICU RSCM. Atas alasan keamanan,
Suharto memerintahkan agar Ali Murtopo dirawat di RSGS, dan juga dia
keluar dari RSGS seperti Sarwo Edhie, seperti Murdani, dan seperti
Bung Karno, sama2 menutup mata dan menjadi pahlawan semuanya.
Baca ya catatan CIA mengenai pembunuhan Bung Karno di RSGS atas
perintah jendral Suharto. Juga anda bisa baca tulisan Ny.Dewi Sukarno.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
> Hafsah Salim <muskitawati@> wrote:
> Kenapa Suharto Tidak Diobati di Rumah Sakit Gatot Subroto ???
>
> Tidak pernah ada yang bertanya ataupun merasa adanya keanehan kenapa
> Suharto tidak diobati di Rumah Sakit Gatot Subroto seperti biasa pada
> waktu dia masih menjadi presiden !!!
>
> Rumah Sakit Gatot Subroto adalah Rumah Sakit milik tentara yang
> otomatis segala perintah2 kepada dokter, perawat maupun pegawai2
> sipilnya juga berada dalam hirarki militer yang patuh perintah atasan
> bukan kewajiban dari Sumpah Hipokrates lagi.
>
> Suharto itu banyak musuhnya, bukan cuma musuh2 sipil, tapi juga
> musuh2nya dikalangan militer, apalagi Prabowo yang dikarbitnya menjadi
> jendral dalam waktu dibawah waktu yang semestinya telah juga banyak
> menimbulkan iri dan dendam teman2 seangkatannya sendiri seperti SBY.
>
> Pada waktu Suharto menjadi presiden, dia juga adalah jenderal
> tertinggi atau panglima militer yang berkuasa. Itulah sebabnya, untuk
> menyingkirkan atau membunuh Bung Karno, dengan tanpa kesukaran,
> Suharto memerintahkan untuk mengirim Bung Karno berobat atau diobati
> mati di RSGS ini. Bung Karno mati dibunuh di RSGS atas perintah
> Suharto, kejadian ini juga diketahui oleh Jendral Sarwo Edhie Wibowo.
>
> Pada waktu Sarwo Edhie Wibowo terkena stroke, maka keluarganya
> melarikan Sarwo Edhie ke RS Kuningan, dan setelah Sarwo Edhie sadar,
> dia menolak untuk dipindahkan ke RS Gatot Subroto karena dia sadar
> kalo sampai dia masuk ke RS Gatot Subroto, maka nasibnya akan sama
> dengan Bung Karno. Sarwo Edhie sadar bahwa nyawanya dibutuhkan
> Suharto untuk pergi menyusul Bung Karno.
>
> Tidak ada satupun jendral militer yang senior bersedia dikirim ke
> RSGS, bahkan Sarwo Edhi juga meragukan keamanan RS2 lainnya, sehingga
> keluarganya mengirim Sarwo Edhie secara rahasia untuk di rawat di RS
> di Amerika setelah keluar dari gawat darurat RS Kuningan.
>
> RS. Gatot Subroto adalah rumah Sakit yang paling mewah maupun paling
> lengkap diseluruh Indonesia, namun juga paling mengerikan terutama
> bagi jendral2 yang pernah bersilang pendapat dengan Suharto.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/