Omar Dhani Ditawari Untuk Memegang Peranan Suharto !!!

Mulanya yang ditawari untuk berperan sebagai Suharto itu adalah Omar
Dhani, namun Omar Dhani menolak, akhirnya peranan ini diambil alih
Suharto dan Omar Dhani ditangkap Suharto.  Dalam kasus ini Omar Dhani
dianggap antek Sukarno.

Sebaliknya, kalo saja Omar Dhani menerima tawaran untuk berperan
sebagai Suharto, maka jalannya sejarah akan terbalik, Suharto-lah yang
akan ditangkap maupun dipenjarakan oleh Omar Dhani karena Suharto akan
menjadi antek Sukarno.

> Posted by Iman Brotoseno: SEJARAH SOEKARNO
> Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno
> menolak untuk turun, dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa
> dan Pasukan Jendral Soeharto, karena dia masih didukung oleh
> KKO, Angkatan Udara, beberapa divisi Angkatan Darat seperti 
> Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan panglimanya May.Jend 
> Ibrahim Ajie.
> 


Enggak benar prediksi Iman Brotoseno ini, karena dia cuma melihat dari
sisi jumlah yang berpihak, dia tidak memikirkan bahwa semua pengawal
Bung Karno bukan lagi Cakrabirawa yang sebenarnya, melainkan pasukan
asing yang memakai seragam Cakrabirawa pada waktu menculik Sukarno
maupun jendral2 lainnya, dan besoknya mereka semua berganti baju
seragam menjadi pasukan Kopasus.

Mau memerintahkan pasukan KKO yang mana yang bisa melumpuhkan pasukan
disekeliling Bung Karno yang bersenjata lengkap dan jauh lebih modern
yang bahkan di back up oleh Armada ke 7 maupun helicopter2 diatasnya?

Setelah kejadian g30s, Bung Karno enggak banyak omong, enggak bisa
bicara banyak, kenapa ???


> Delianur Hasba <[EMAIL PROTECTED]> wrote:              
> Yang memihak adalah catatan sejarah. Tetapi sejarah tidak akan 
> pernah memihak. Sejarah akan selalu jujur kepada setiap orang di 
> setiap waktu. Tidak ada yang tidak bisa menutupi setiap dusta yang 
> dilakukan. Keserakahan, pengkhianatan, ketidakadilan adalah 
> kedzaliman kepada diri sendiri. 


Kita harus jujur tidak memihak dalam membandingkan kesalahan2 kedua
bekas presiden ini.  Keduanya Sukarno dan Suharto sama2 salah, namun
berapa besar dan dimana kesalahannya haruslah kita mengupasnya secara
netral bukan berpihak secara membuta.

Kalo ditinjau dari sudut ketatanegaraan, maka Sukarno ini melakukan
kesalahan fatal, dia menjadi diktaktor sesuai definisinya.  Bayangkan,
Sukarno memanipulasi mengangkat dirinya menjadi presiden seumur hidup
berdasarkan keputusan MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara).
 Jelas melawan hukum dan UU, karena MPRS itu sesuai dengan namanya
adalah sementara, mana boleh membuat keputusan yang tidak sementara
seperti memutuskan pengangkatan definitif menjadi presiden seumur hidup.

Lebih celaka lagi, Sukarno juga mengangkat dirinya menjadi Mandataris
MPRS.  Padahal Mandataris itu khan yang mengangkat dan menyumpah
presiden, disini jelas, Sukarno mengangkat dirinya sendiri. 
Kekuasaannya terlalu besar, nasib rakyatnya tidak diperhatikan, namun
rakyatnya dipaksa mendukung perjuangannya yang merupakan mimpi muluk
berupa menjadi penguasa dan negara besar melebih Amerika dan Russia.

Sukarno juga korupsi, uang dana revolusi disimpan diluar negeri atas
nama pribadinya dan dalam jumlah kecil dana negara ini disimpan atas
nama orang2 dekatnya seperti Subandrio dll, tak ada yang disimpan atas
nama negara !!!!  Jumlah yang dikorupsi Sukarno memang lebih kecil
daripada jumlah yang dikorupsi oleh Suharto, namun hal ini bukanlah
berarti Sukarno bukan koruptor kakap karena memang dana negara yang
bisa dikorupsi dizaman Sukarno pun cuma sedikit, negara ini tak punya
uang karena kena embargo ketat dari Amerika.  Bedanya dengan Suharto,
dia bisa korupsi besar2an karena kredit yang dikucurkan dunia sangat
berlimpah bagaikan banjir air bah.

Suharto bermain lebih halus, dia merebut kekuasaan juga dengan
memanipulasi surat, namun kesemuanya konstitusional tidak hantam kromo
seperti halnya Sukarno.  Cara yang dilakukan Suharto ber-liku2 karena
dia berusaha mengikuti aturan UU dalam mengumbar keserakahan yang sama
seperti Sukarno.

Juga janganlah menganggap bahwa apabila Sukarno pada saat itu melawan
kekuatan Suharto, maka Suharto itu bisa ditangkap dan dipenjarakannya,
namun Sukarno tidak mau ada pertumpahan darah.....  pendapat ini sama
sekali tidak benar karena Sukarno dalam mempertahankan kekuasaannya
sama seperti halnya Suharto, tidak segan menumpahkan darah.  Terbukti
Masyumi itu dibantai habis, HMI diberondong senapan mesin, dan jangan
dilupakan, Tan Malaka hilang misterius setelah Sukarno membuat surat
wasiat yang menyatakan kalo dia mati maka kedudukan Presiden akan
dijabat oleh Tan Malaka, dan yang mati lebih dulu ternyata Tan Malaka,
dan Juanda juga mati misterius.  Moh. Hatta disingkirkannya begitu
saja.  Sukarno juga punya Bakin yang sama2 melakukan pembunuhan2
rahasia.  Bakin itu justru didirikan oleh Bung Karno dan Suharto
hanyalah melanjutkannya.  Sukarno memang ahli dalam permainan kotor
baik dalam dunia politik maupun dalam dunia perdagangan, Suharto
hanyalah meneruskan, jadi boleh dianggap Suharto itu murid Sukarno.

Masalah rakyat yang menderita, janganlah tutup mata, rakyat Indonesia
sangatlah parah penderitaannya dizaman Sukarno, sebaliknya dizaman
Suharto jauh lebih baik.

Seperti analisa yang pernah saya tulis sebelumnya, Omar Dhani sudah
menyatakan dengan gamblang, bahwa tidak ada satupun jendral maupun
orang Indonesia yang sanggup mendesign G30S ini, semuanya dilakukan
orang asing dari luar.  Jadi janganlah menganggap bahwa Sukarno tidak
mau pertumpahan darah sehingga membiarkan Suharto mengkudeta
dirinya.... itu salah besar, bukan begitu sifat seorang pemimpin. 
Kalo memang negara terancam, maka pertumpahan darah tidak mungkin
dielakkan.  Jadi kalo anda bertanya kenapa Sukarno tidak menghantam
saja Suharto itu, jawabannya justru merupakan pertanyaan balik, mau
menghantam dengan apa????

Supaya anda semua mengingat kembali kejadiannya, malam hari sebelum
g30s, Sukarno itu pidato dan semua pengawalnya adalah Cakrabirawa. 
Namun setelah g30s terjadi, Cakrabirawa dibubarkan dan diganti
Kopasus.  Naaah......  Cukup pakai otak anda, kenapa Cakrabirawa bisa
dibubarkan ????  Itulah artinya, bahwa Sukarno sudah hilang
kekuasaannya.  Kalo anda tanya lagi, bahwa Kopasus juga merupakan
pasukan yang setia kepada Bung Karno....  saya jawab "benar".  Tapi
Kopasus yang mengawal Bung Karno saat setelah g30s itu semuanya bukan
orang Indonesia meskipun bisa bahasa Indonesia dan mukanya semuanya
muka Jawa.  Saya sudah berulangkali bilang, Amerika memiliki pasukan
khusus yang terlatih luar biasa hebatnya, dan pasukan khusus ini
semuanya orang Indonesia, lahir di Indonesia, bisa bahasa Jawa, tetapi
berkewargaan negara Amerika.  Mereka inilah yang menculik jenderal2,
termasuk juga Bung Karno berhasil diculiknya.  Demikianlah ke 7
jenderal2 ini dibunuh di Lubang Buaya dihadapan Bung Karno sendiri,
namun Bung Karno tidak dibunuh tapi diancam untuk segera membentuk
kabinet baru dan memilih presiden baru, dia dipaksa turun.

Cobalah anda membayangkan kalo anda yang jadi Sukarno, apa yang anda
lakukan ????  Masa sih anda tetap mau keras kepala menyangkal
kenyataan bahwa Jenderal2 itu dibunuh di Lubang Buaya dan anehnya,
Bung Karno juga ada diwilayah yang sama pada saat yang sama sewaktu
jenderal2 ini dibunuh.....  bisa enggak menjawab kenapa bisa ada
kejadian yang kebetulan.  Mana mungkin sih Bung Karno enggak tahu kalo
jendral2nya dibunuh dilubang buaya pada saat dia berada disana ???? 
Jelas dia tahu tapi pura2 enggak tahu.  Pikir juga pakai otak, kenapa
jenazah jenderal2 yang dibunuh di Lubang Buaya itu langsung bisa
ditemukan besok paginya ????  Darimana Sukarno tahu bahwa di Lubang
Buaya itu ada mayat2 Jendral2nya ????  Kalo saja mayat2 jenderal2 ini
baru ditemukan setelah 2 atau 3 bulan, maka bolehlah kita anggap bahwa
Sukarno tidak mengetahuinya.  Namun bukan 2 atau 3 bulan, juga bukan 2
atau 3 hari, tetapi hanya beberapa jam saja besoknya.

Begitulah kenyataannya, kita jangan menutup mata dan teling, dengan
jelas Bung Karno menyatakan bahwa gerakan ini didalangi luar negeri
yaitu CIA.  Juga dengan jelas Omar Dhani menyatakan bahwa dia tidak
dendam atau marah kepada Suharto karena bukan salah atau kemauan
Suharto melainkan memang dari semuanya design orang luar.

Kenapa Omar Dhani bisa berkata demikian?  Kenapa Omar Dhani tidak
dendam kepada Suharto?  Saya punya jawabnya, "Karena Omar Dhani-lah
yang mulanya diminta berperan seperti yang diperani oleh Suharto,
namun Omar Dhani menolaknya".

Sewaktu Omar Dhani sekolah di West Point, dia diminta langsung dan
terang2an untuk menjatuhkan Bung Karno, namun Omar Dhani tidak berani
mengambil keputusan.  Jadi kalo pada saat ini Omar Dhani mau menerima
tugas ini, tak mungkin Suharto bisa naik, tapi Omar Dhani inilah yang
jadi presiden bukan Suharto.

Begitulah kenyataannya, jadi bukan asal2an Omar Dhani menyatakan bahwa
Suharto itu bukanlah orang yang patut dijadikan sasaran untuk biang
keroknya untuk didendami.  Wong Omar Dhani lebih paham tentang seluk
beluk G30S katimbang Suharto.  Suharto itu tak ngerti tak tahu apa2,
dia hanyalah alternative yang paling jelek yang diambil Amerika. 
Itulah sebabnya, penggulingan Bung Karno agak ter-sendat2 tidak tuntas.

Jadi pada malam sebelum G30S sewaktu berangkat pulang, Bung Karno dan
seluruh Cakrabirawanya dicegat dijalan.  Namun Omar Dhani sudah tahu
siapa mereka itu, dan Bung Karno juga tahu, sehingga menyerah begitu
saja tidak berani melawannya.  Dan mereka berdua langsung diangkut ke
Lubang Buaya untuk menyaksikan acara pembantaian jendral2 yang baru
saja diculiknya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.











Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke