Dosa terbesar para ahli hukum kita ialah membiarkan masyarakat buta
tentang sistem hukum kolonial Belanda / Eropa yang kita anut. Kita
buta bahwa sistem ini terlalu terpaku pada prosedur teknis, sehingga
proses pembuktian di persidangan pun cuma sekelas drama yang konyol.

Jadi, seasli apapun dokumen yang Anda tunjukkan sambil berurai
airmata, selama pasal yang digunakan tidak ada menyebut-nyebut soal
dokumen (dan keaslian airmata), maka Anda harus salah & kalah. Begitu
juga, semiskin apapun orang sampai harus mengemis di jalan, selama
fakta persidangan membuktikan mengemis itu melanggar peraturan kota,
maka matilah keadilan bagi si miskin.

Sistem hukum yang terpaku pada prosedur teknis (bunyi pasal & fakta
persidangan) memang tepat sebagai alat menjajah. Jelas tidak cocok
dengan paham keadilan yang hidup di masyarakat kepulauan ini, yaitu
penerapan yurisprudensi berdasarkan sebab-musabab dan realita yang
terjadi. Ketidakcocokan inilah salahsatu penyebab kokohnya mafia
peradilan di Indonesia.

Dalam sistem hukum kolonial, tidak penting apa yang jadi penyebab.
Yang penting bagi pengguna rambut palsu putih itu adalah, perbuatan.
Lebih penting lagi, 'siapa' yang berbuat.


From: "Brata S." <[EMAIL PROTECTED]>

:  Tunggu dulu Bapak Ketua Pengadilan
:  Bukti-bukti itu tidak ada aslinya,
:  Cuma fotocopy dokumen yang tidak jelas maksudnya
:  Mengapa Anda tidak mengayomi
:  Si lemah punya sertifikat tanah
:  Dia juga menempati rumahnya
:  Yang dia bangun dengan keringat dan air mata
:  Begitu teganya Anda mengusir keluarga mereka
:  Dari tempat dimana mereka bernaung sejak lahir
:  Bagaimana hehidupan mereka setelah terusir ????
:
:  Alkisah walaupun jerit dikumandangkan
:  Tidak ada yang peduli,
:  Katanya proses hukum harus terus dijalankan
:
:  Bagaimana keadilan dinegara ini
:  Hanya berpihak pada pemegang uang dan kuasa
:  Yang lalim membuat keputusan
:  Dia ketua majelis hakim tinggi yang mengadili perkaranya
:  Rekan-rekannya banyak di Mahkamah Agung
:  Setelah pensiun dia sebagai pengacara yang memohon eksekusi
:
:  Mudahnya merampas hak orang dinegara ini
:  Jika uang dan kekuasaan mengingini sesuatu
:  Berapa lama kalian nikmati hasil kejahatan
:  Sebelum semuanya dibawa pada peradilan yang kekal
:  Ketika si tertindas berseru dalam doa dengan air mata
:  Yang Kuasa akan turun tangan
:
:
: ---------------------------------
:
:
:




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke