Omar Dhani Saksi Hidup Yang Paling Tahu Rahasia G30S !!! Omar Dhani masih hidup, namun tak lama lagi bisa jadi dia akan mati karena umurnya sudah uzur. Banyak wartawan maupun penulis berusaha menggali info dari dirinya mengenai kejadian sekitar G30S namun tak satupun yang berhasil mendapatkan info yang dicarinya.
Kenapa begitu ketatnya Omar Dhani menyimpan rahasia ini??? Bukankah sebaiknya rahasia ini dibuka saja ke publik sehingga semua akan tahu siapa yang bersalah??? Jawabannya sudah saya tulis beberapa kali dibanyak millist, apa yang telah terjadi menyangkut harga diri baik pribadi sebagai perorangan, maupun sebagai pemimpin bangsa, dan juga menyangkut harga diri bangsa. Yang paling penting yang sangat mendasar yang harus anda ketahui dan membuktikannya lebih dulu adalah, bahwa sejak pertama kali Indonesia merdeka, sejak zaman presiden Sukarno menjadi presiden, maka semua jabatan Jenderal atau panglima harus melalui pendidikan di Wespoint di Amerika, hal ini tetap berlaku sewaktu Sukarno bersekutu dengan Komunis Cina atau Russia. Aneh bukan???? Ini dulu anda buktikan kebenarannya baru ngomongin yang lainnya. Dizaman Suharto hingga detik ini berlaku hal yang sama, namun memang RI sekarang khan bukan sekutu Komunis jadi tidak mengherankan. Yang mengherankan itu adalah, kenapa Sukarno bersekutu dengan komunis tapi dibelakang layar tetap mengirim calon2 jendralnya ke Wespoint??? Jawabannya sederhana, karena sebenarnya Sukarno itu dibayar CIA untuk menyusupkan mata2 ke PKC (Partai Komunis Cina). Kenapa akhirnya Sukarno digusur CIA??? Jawabnya juga jelas, dia mengangkat dirinya jadi presiden seumur hidup sehingga mengacaukan rencana2 yang sudah disiapkan. Apa yang terjadi dengan Sukarno juga berlaku sama dengan Sadam Hussein, sama seperti Jendral Noriega di Panama, sama kasusnya seperti jendral2 di-negara2 lain nya termasuk di Spanyol. Kalo ada orang masuk Islam harus di-beat, apakah anda pikir mereka yang lulusan Wespoint tidak di-beat????? Jawab sendiri aja ya!!!! Apa jadinya kalo semua jendral2 itu lulusan Wespoint ??? Dari sini point selanjutnya jadi gampang, pikiran anda jadi terbuka untuk menganalisa kejadiannya sehingga terjadi g30s. Sewaktu Omar Dhani mengikuti pendidikan di Wespoint, dia ditanyain, berani enggak menggantikan posisi si Bapak. Omar Dhani enggak berani jawab, dasar orang Jawa, dia curiga itu cuma pertanyaan pancingan. Namun pada akhir kursusnya, dia dengan tegas ditanya lagi, kembali dia cuma senyum2 ala jawa, mau menolak tapi tak berani dengan kata2 cukup dengan senyum jawa-nya yang menyebalkan orang2 bule. Wajar kalo orang2 di Amerika ini marah, meskipun begitu tak akan me-ngemis2 kepada jendral2 kardus ini. Barulah kemudian belakangan Ali Murtopo yang juga tangan kanan Sukarno diorbitkan oleh Sukarno untuk menjadi anggauta CIA. Ali Murtopo menyodorkan jendral muda yang katanya berbakat yaitu Suharto. Namun Amerika tak sudi ber-tawar2 lagi. Terjadilah G30S, pasukan khusus berpakaian seragam Cakrabirawa yang bersenjata lebih lengkap daripada Cakrabirawa yang aseli, juga bahkan dikawal dengan helicopter tempur yang siap di Armada ke 7. Mereka menculik jendral2 yang sudah terima dana Amerika untuk gulingkan Sukarno tetapi tidak melakukannya dan malah dananya dimakan habis bersama Sukarno sendiri. Jadi Amerika merasa ditipu. Kalo anda yang jadi Amerika, masih percayakah anda kepada jendral2 seperti itu ??? Lalu kalo tidak percaya lagi mau apa???? Gampang, Amerika punya pasukan khusus dari segala bangsa, cukup dikirim dua pleton saja sudah mampu meng-obok2 Sukarno dengan jendral2nya. Anda pikir, Sukarno itu punya kekuatan apa sehingga se-olah2 enggak masuk akal bagi Amerika untuk mampu meng-obok Indonesia tanpa perang!!!! Apakah anda kira Cina dan Soviet dulunya itu betul2 membantu Sukarno ???? Baik Cina dan Soviet juga bukanlah orang2 tolol seperti anda khan???? Masa sih mereka enggak tahu kalo Sukarno itu agen CIA ???? Bangsanya sendiri bisa dikibulin enggak tahu kalo presidennya juga penjual bangsa dan negara kepada Amerika, itulah sebabnya orang2 Amerika juga tak ada rasa hormatnya kepada kepala negara penjual negara ini. Singkat ceritanya, Sukarno, Omar Dhani dan semua jendral2 itu diculik dan langsung semuanya dibawa ke lubang buaya untuk diadili. Bisa jadi mereka diadili dulu sebelum dibunuh. Setiap orang dibacain dosa2nya sebelum kemudian ditembak didepan biji matanya Sukarno dan Omar Dhani. Menghina sekali bukan????? betul ini memang hinaan, itulah sebabnya Bung Karno dan Omar Dhani selalu tutup mulut, tak berani menceritakan kejadian yang sebenarnya !!!! Mungkin anda berpikir semua ini cuma khayalan saya saja???? Boleh, tapi kenapa anda tidak menggali kejadian2 di Amerika Latin, di VietNam, di China, di Panama, bahkan baru2 ini di Iraq !!!! Semua kejadian itu sama landasannya, Amerika menghukum penghianat2 penjual bangsanya sendiri. Nasib Dalai Lhama juga tidak jauh, dia pendeta Buddha tapi mengorbankan umat dan menjual bangsanya sendiri, meskipun pernah jadi anjingnya Amerika, tak ada rasa penghargaan dari Amerika sendiri. Dulu dia nilep dana bantuan Amerika untuk membantu membangun negara Tiber yang meredeka. Akibat dia korup bantuan itu, dia sendiri kalah, dan Amerika rugi besar. Tapi Amerika tidak gagal, agen lainnya menyusup ke Cina dan timbul revolusi kebudayaan, dan China jadi negara bagian Amerika dibelakang layar. Setelah China sekarang ini jadi anjing Amerika, Dhalai Lhama me-rengek2 agar dibantu oleh Bush sehingga China mengizinkan dia balik ke Tibet. Hehehehehe, cuma diketawain saja oleh orang2 di Gedung Putih. Dia akhirnya jualan kecap di hotel2 dan pulang ke India membawa $6 juta atas khotbah2 spiritual ngibulnya itu. Tidak juga habis ikhtiarnya, dia hubungi Taiwan, tapi juga dicemoohin, dia ke India tapi diancam mau diusir. Akhirnya dia muka tebal, masuk ke China munduk2 dia minta agar boleh tinggal di Tibet, pemerintah China bilang boleh saja tapi harus jadi petani karena kedudukan Dhalai Lhama sudah ada yang menggantikannya. Tentu Dhalai Lhama yang sudah biasa hidup mewah gak mau jadi petani, dia pulang lagi ke India. Demikianlah nasib para penjual negara dan bangsanya. Jangan mengira karena sudah membantu Amerika orang2 bangsat begini akan dihargai oleh orang2 di Amerika !!!! Naaah..... kembali ke g30s, yang jelas orang yang paling tahu kejadian ini masih hidup, apa salahnya kalo anda tulis laporan saya ini yang banyak sekali saya tulis ke berbagai millis untuk dibacakan dimuka Omar Dhani ?????? Suharto tidak tahu apa2, Sukarno juga cuma tahu dari laporan Omar Dhani. JADI KALO MAU TEGASNYA, TIDAK ADA SEORANGPUN YANG LEBIH DALAM PENGETAHUANNYA DARI OMAR DHANI INI. Yang menjadi perdebatan banyak pembaca disini adalah, mereka tidak percaya kalo Amerika punya pasukan yang tdd orang2 Indonesia aseli tapi terlatih lebih hebat dari pasukan yang paling hebat di Indonesia. Padahal untuk urusan itu sih enggak susah2 banget untuk membuktikannya, cukup anda datang kemari, dan cari orang2 Indonesia yang jadi tentara Amerika..... banyaaaak banget. Suharto juga jatuhnya dengan cara2 yang sama seperti jatuhnya Sukarno, bedanya, Sukarno bisa berakhir di RSGS, sebaliknya Suharto bisa mundur tanpa dicomot oleh tangan2 penggantinya. Suharto jatuhnya benar2 lebih ajaib lagi, semua tentara justru berdiri 100% mendukung dirinya, tapi kenapa mendadak dia menyatakan mundur ??? Mana ada tentara yang berani kudeta Suharto dibandingkan kepada Sukarno??? Kalo Sukarno jatuh bisa di-cari2 ada jendral yang enggak puas, tapi kalo Suharto itu tak ada jendral yang berani tidak puas. Suharto jatuh pada saat Armada ke 7 lagi berlabuh di Bali, apakah kebetulan ???? Sama sekali bukan kebetulan, dulu waktu g30s juga armada yang sama berlabuh disana hanya bedanya tidak diberitakan koran, sedangkan sewaktu Suharto jatuh diberitakan koran2 kalo Armada ke 7 berlabuh disana karena anggauta2nya mau cuti di Bali. Namun cukup dua pleton mengepung gedung MPR sambil melindungi mahasiswa yang disuruh demo. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
