SBY Menjalankan Politik Tukang Tambal Ban !!! Di Indonesia hampir semua orang tahu politik tukang tambal ban, karena sudah banyak yang terjerumus dipaksa untuk mendukung politik tambal ban ini meskipun tidak suka dan dalam hati mencaci maki. Meskipun mencaci maki cuma didalam hati sedangkan dalam realitasnya kita tetap tunduk untuk ikut dalam mendukung politik ini karena terpaksa dan tidak bisa menentangnya kalo mau selamat.
"Politik" itu artinya segala aktivitas yang bisa menghimpun massa untuk satu tujuan maupun untuk menyamakan persepsi atau bahkan untuk memaksakan persepsi yang sama yang saharusnya tidak sama. Definisi diatas itu berlaku untuk urusan yang terkait biasanya dengan kenegaraan, namun kalo digunakan oleh tukang tambal ban, maka tujuan politik tukang tambal ban adalah menghimpun langganan dimana orang ber-ramai2 berkunjung ke tukang tambal ban untuk menambal ban. Demikianlah tidak mungkin semua pengendara mobil mau tambal ban kalo ban mobilnya tidak bocor..... apanya yang mau ditambal kalo ban-nya tidak bocor ??? Oleh karena itulah, karena ini namanya politik, maka si tukang tambal ban harus punya cukup pengalaman baik tentang arah mobil maupun jarak atau jauhnya wilayah yang harus disebarin paku2 agar ban yang tidak bocok bisa kempes tepat setibanya dekat tukan tambal ban ini. Dengan politik beginilah tukan tambal ban bisa menghimpun langganan tanpa perlu bersaing, tanpa perlu iklan, dan keuntungannya bukan main besarnya, ramai2 para langganan mendukung bisnisnya dalam bidang tambal ban. Cara2 begini dalam dunia bisnis tidaklah etis, rendah moralnya, dikutuk para langganannya didalam hati. Namun sudut pandangnya bukanlah bisnis tapi politik, dunia politik biasa penuh akal2an. Demikianlah, menjelang pemilu, SBY memang memikirkan tipu2 politik yang banyak ragamnya, namun yang paling murah biayanya adalah "politik tukang tambal ban" yaitu menyebar paku membuat ban2 mobil orang yang tidak bocor dipaksa bocor. Tentu cara2nya dimodifikasi sesuai dengan porsi dan kedudukan SBY itu. Dia tidak perlu menyebar paku, tapi cukup bisik2 dengan agen2nya di MUI untuk menyebar paku. Setelah MUI menyebar paku2nya dalam berbagai fatwa yang salah satunya adalah melarang Ahmadiah dengan pernyataan haram dan ilegal, membakari mesjid Ahmadiah, menjarah umat Ahmadiah, maka jurus selanjutnya dia menugaskan Jaksa Agung melakukan hal yang sebaliknya yaitu menyatakan Ahmadiah adalah legal. Demikianlah, Ahmadiah merasa terdesak dan terancam keberadaannya sama seperti halnya pengendara mobil yang mendadak ban mobilnya bocor yang kelihatannya hanyalah sebagai kebetulan yang merupakan kecelakaan kecil saja. Akibatnya, Ahmadiah harus minta tolong ketukang tambal Ban. Sebagai tukang tambal ban SBY bisa main tarik ulur tawar2an agar Ahmadiah menghimpun pengikutnya untuk mendukung dirinya memenangkan pemilu nantinya. Hitung punya hitung, ternyata Ahmadiah memiliki tabungan suara diseluruh Indonesia sekitar 30 juta anggauta yang sangat taat kepada jemaahnya. Suara dukungan suara yang berjumlah 30 jutaan ini sudah cukup untuk memastikan kemenangan SBY dalam pemilu yad, apalagi ditambah suara2 tambahan dari langganan2 lainnya. Memang bagi mereka yang bukan ahli dibidang bisnis periklanan maupun ahli dibidang perpolitikkan terasa ada keanehan, karena mendadak saja MUI menjadi agressive sekali memukul berbagai aliran2 Islam yang ada di Indonesia, dan yang lebih aneh, petugas2 negara seperti badan kepolisian bahkan tentara bisa membantu urusan usaha swasta seperti MUI ini. Ahmadiah memang mengklaim memiliki anggauta2nya yang tersebar diseluruh Indonesia sekitar 30 juta lebih. Meskipun klaim ini sulit dibuktikan kebenarannya tapi bisa dipastikan bahwa Ahmadiah ini memang aliran Islam nomor dua terbesar setelah aliran Kejawen yang jumlahnya sekitar 75-80% dari mayoritas Islam yang ada di Indonesia. Bahkan Suharto sendiri adalah umat Islam dari aliran Semar yang sangat populer di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jogyakarta. Kabarnya dalam kabinetnya dulu hampir semua menteri2nya menjadi anggauta jemaah Islam aliran semar ini, mereka menggunakan kitab suci disatu pihak tapi juga menyembah semar dalam bentuk abstract. Kegiatan aliran ini benar2 luar biasa, setahu saya dulu mereka sering melakukan pertemuan untuk beribadah berjamaah di-jalan Senopati kebayoran sehingga sepanjang jalan Senopati penuh padat dengan mobil2 mewah dan jalan2 sekitarnya ditutup oleh petugas2 negara. Kesimpulannya, kalo memang benar2 MUI melarang Ahmadiah, jelas kekuatannya masih jauh untuk bisa berhasil. Ahmadiah hanya dianggap sesat karena juga mengakui Ghulam Ahmad sebagai nabi disamping Muhammad, padahal agama Kristen lebih sesat lagi, menganggap Yesus adalah Allah dan tidak mengakui Muhammad sebagai nabi. Diluar itu, 75-80% yang menjadi mayoritas Islam Indonesia adalah kejawen yang bisa diwakili atau dilindungi oleh Gus Dur dimana NU mengakomodasi banyak sekali simpatisannya. Aliran Islam Semar ini adalah aliran yang paling exclusive karena anggauta2nya kayar raya dan lebih dari 70% adalah pejabat2 tinggi negara yang sekarang berkuasa !!! Dengan memahami distribusi Islam maupun agama2 minoritas lainnya, tidak sukar bagi SBY untuk meraih kemenangan suara dalam pemilu nanti. Dengan data2 inilah "Politik Tukang Tambal Ban" ini menjadi sangat ampuh dalam memenangkan suara di Pemilu yad. Saingannya boleh banyak dana, namun tanpa memiliki info seperti ini maka uang itu hanya terhambur ke preman2 penjaja suara yang tidak ada pembelinya. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
